Masa kehamilan adalah masa yang paling ditunggu-tunggu dan bisa jadi masa yang paling membahagiakan bagi Ibu.  Namun, dalam menjalaninya Ibu mungkin dihadapkan dengan beberapa tantangan, seperti contohnya empat kondisi berikut ini.

Morning sickness

Morning sickness adalah masalah paling umum yang hampir dialami seluruh Ibu hamil. Gejala seperti mual, pusing dan muntah khususnya terjadi di tiga bulan pertama kehamilan, disebabkan oleh peningkatan kadar darah dan hormon dalam tubuh Ibu. Untuk mengatasi morning sickness yang menyerang, Ibu bisa rutin konsumsi makanan atau camilan sehat dalam porsi kecil, agar perut Ibu tidak kosong dan tubuh selalu berenergi. Hindari makan makanan yang mengandung banyak lemak, makanan dengan rasa pedas, asam, atau yang digoreng untuk mencegah iritasi pada sistem cerna Ibu. Pastikan Ibu selalu menjaga pola makan sehat agar gejala morning sickness tidak menjadi lebih parah hingga menyebabkan Ibu kehilangan berat badan atau dehidrasi.

Anemia

Anemia bisa menyerang Ibu jika asupan nutrisi tidak terpenuhi dengan cukup selama masa kehamilan. Anemia atau kondisi kekurangan sel darah merah sehat ini bisa dicegah dengan cara mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi dan asam folat, contohnya sayuran bayam, asparagus, sawi, seledri, ikan salmon, daging sapi, kacang tanah atau tahu. Jika Ibu mengalami gejala anemia seperti mudah lelah dan lemas saat hamil, Ibu bisa mengonsumsi suplemen zat besi dan asam folat atas resep dokter.

Diabetes kehamilan

Gestational Diabetes Melitus (GDM) atau diabetes kehamilan merupakan kondisi di mana tubuh Ibu tidak dapat mengurai gula dan karbohidrat secara efektif sehingga kadar gula darah dalam tubuh meningkat. Kondisi ini bisa terjadi saat usia kehamilan Ibu menginjak 12 minggu kehamilan, di mana pada usia tersebut tubuh Ibu rentan mengalai perubahan kadar gula darah. Jika tidak diatasi dengan baik, Ibu yang menderita diabetes bisa memicu terjadinya komplikasi lain seperti preklampsia, kelahiran prematur, atau si Kecil yang memiliki kadar gula darah rendah, gangguan pernapasan hingga penyakit kuning. Jaga pola makan seimbang Ibu dan rutin olahraga untuk cegah Ibu dari diabetes ya, Bu.

Cairan ketuban kurang (Oligohydramnios)

Cairan ketuban pertama kali dibentuk selama 12 hari pertama kehamilan dan berasal dari cairan tubuh Ibu, khususnya darah. Setelah 20 minggu, cairan ketuban mulai bertambah dari hasil proses urinase janin, di mana janin meminum cairan ketuban dan mengeluarkannya kembali. Berkurangnya jumlah cairan ketuban bisa terjadi karena sejumlah faktor, misalnya cacat lahir (pada ginjal/saluran kemih janin), gangguan plasenta, kantung ketuban bocor atau karena Ibu mengandung bayi kembar. Karena kondisi oligohydramnios ini umumnya terjadi pada trimester akhir, penanganan dapat dilakukan dengan memonitor kondisi Ibu hingga menjelang persalinan. Jika waktu persalinan masih jauh, tindakan medis berupa amnionfusion bisa diterapkan untuk menambah cairan ketuban. Selain itu, Ibu disarankan untuk selalu mengonsumsi banyak cairan untuk mencegah oligohydramnios.

 

Sumber:

Centers for Disease Control and Prevention. 2016. Reproductive Health: Pregnancy Complications. https://www.cdc.gov/reproductivehealth/maternalinfanthealth/pregcomplications.htm

Amanda Hoffert Gilmartin, Serdar H Ural, John T Repke. 2008. Getational Diabetes Melitus. Journal of Obstetrics and Gynecology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2582643/

March of Dimes. 2010. Oligohydramnios. http://www.marchofdimes.com/pregnancy/complications_oligohydramnios.html

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+