Dalam persiapan menyusui, Ibu pasti sering membaca dan mencari informasi tentang menyusui dari berbagai sumber, baik dari lingkungan sekitar maupun internet. Namun, tak jarang beberapa informasi yang Ibu terima merupakan informasi yang salah atau hanya mitos, seperti di bawah ini.

  • Mengistirahatkan diri dari menyusui bisa membuat Ibu memproduksi lebih banyak ASI

Tubuh yang tidak mendapat istirahat cukup biasanya akan memicu gangguan pada fungsi organ vital seperti jantung, ginjal atau hati. Mungkin pemikiran inilah yang menyebabkan munculnya mitos bahwa Ibu perlu beristirahat atau berhenti menyusui si Kecil untuk sementara waktu agar fungsi payudara dalam memproduksi ASI tidak terganggu. Hal ini tidak benar. Ibu tidak perlu berhenti menyusui agar produksi ASI meningkat. Justru semakin sering Ibu menyusui si Kecil, maka produksi ASI semakin lancar.

  • Bayi yang lebih sering menyusu tidak mendapat cukup ASI

Umumnya, Ibu perlu menyusui si Kecil setiap  2-3 jam sekali atau kapanpun si Kecil merasa lapar. Jika si Kecil menyusu dengan frekuensi lebih sering dari itu maka bukan berarti ia tidak mendapat cukup nutrisi dari ASI yang Ibu berikan, tetapi karena kandungan ASI  memang lebih mudah diserap oleh sistem pencernannya sehingga ia kerap lapar dan haus.

  • Ibu menyusui tidak boleh minum obat anti nyeri

Saat Ibu jatuh sakit di masa menyusui, Ibu mungkin lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat dan suplemen agar tidak mengganggu kelancaran produksi ASI Ibu. Menurut sebuah laporan penelitian yang dimuat dalam American Academy of Pediatrics (AAP), Ibu yang sakit di masa menyusui boleh mengonsumsi obat anti nyeri seperti Ibuprofen, acetaminophen atau naproxen. Namun Ibu diharuskan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dulu sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut.

  • Ibu menyusui harus diet untuk mengembalikan berat badan sebelum hamil

Untuk mengembalikan berat badan Ibu seperti sebelum hamil si Kecil, Ibu tidak perlu diet. Menurut seorang dokter anak di UCSF Fresno Amerika, dr. Aimee Abu-Shamsieh, MD, MPH, kegiatan menyusui sendiri dapat membakar kalori sebanyak 500 kal tiap harinya. Dengan begitu, Ibu tidak perlu mengurangi asupan makanan bergizi apalagi berdiet di masa menyusui untuk kembali ke berat badan normal seperti sebelum hamil.

  • Jika payudara Ibu kecil maka produksi ASI juga lebih sedikit

Ukuran payudara tidak akan memengaruhi kadar ASI yang diproduksi untuk si Kecil. Menurut Judith Lauwers dari Asosiasi Konsultan Laktasi Internasional, saluran susu tidak terletak di jaringan lemak sehingga tidak masalah jika ukuran payudara Ibu kecil, Ibu tetap dapat memberikan si Kecil ASI sesuai jumlah yang ia butuhkan.

 

Sumber:

Jessica Migala, Parents Magazine. 5 Myths about What’s Safe & What’s Not While Breastfeeding. https://www.parents.com/baby/breastfeeding/basics/myths-about-whats-safe-and-not-while-breastfeeding/

Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia. Berbagai Mitos Seputar Menyusui.  https://aimi-asi.org/layanan/lihat/berbagai-mitos-menyusui

 

CVM 02-505/8/2018

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+