Melahirkan, kata ini seringkali menghasilkan ketakutan sekaligus gairah kebahagiaan pada Ibu yang sedang hamil. Takut karena khawatir proses persalinan mengalami hambatan dan senang karena akhirnya si Kecil yang ditunggu-tunggu akan lahir ke dunia.

Takut saat akan melahirkan adalah sesuatu yang wajar, apalagi bagi Ibu yang belum pernah melahirkan sebelumnya. Tapi jagalah agar rasa takut tidak berlebihan karena justru itu bisa menghambat proses persalinan nantinya. Lebih baik arahkan rasa takut ke hal-hal yang positif, misalnya menambah pengetahuan tentang kehamilan dan proses melahirkan dengan cara:

  1. Bergabung dengan kelas kehamilan

Ikut kelas kehamilan tidak harus para trimester ke-3. Ibu bisa mendaftarkan diri di waktu yang lebih dini karena ada beberapa kursus memang mensyaratkan waktu yang panjang. Misalnya, kursus kehamilan dan melahirkan Metode Bradley yang idealnya memakan waktu selama 12 minggu, yang berarti Ibu perlu memulai kelas di trimester kedua atau bahkan di akhir trimester pertama.

Adanya kelas semacam ini, dapat menambah wawasan Ibu yang sedang hamil mengenai proses kehamilan dan melahirkan. Ibu hamil juga bisa saling bertukar informasi mengenai apa saja terkait kehamilan.

Untuk semakin menambah wawasan, Ibu hamil dianjurkan juga untuk banyak bertanya pada dokter mengenai tahapan-tahapan melahirkan normal, bedah Caesar, termasuk epidural atau penggunaan obat untuk mengurangi rasa sakit dan efek sampingnya.

  1. Aktif bergerak

Aktif bergerak akan memicu janin terdorong masuk ke jalan lahir dengan posisi tepat. Posisi yang tepat ini adalah posisi wajah janin menghadap ke arah bokong saat kepalanya sudah berada di jalan lahir. Rata-rata ukuran diameter kepala janin adalah 9,5 cm dan diameter jalan lahir adalah 11,5 cm. Jika letak kepala janin sudah benar di jalan lahir, maka proses bersalin akan lebih mudah dan lancar. Maka itu, Ibu hamil dianjurkan aktif berjalan kaki minimal 30 menit sehari dan rajin membereskan rumah seperti mengepel dan menyapu juga akan sangat membantu.

  1. Temukan kekuatan dan belajar fokus

Salah satu caranya adalah dengan belajar yoga khusus ibu hamil. Carmela Cattuti, LPN, seorang instruktur yoga prenatal dari Boston, mengatakan, "Yoga dapat memperkuat seluruh otot tubuh, meningkatkan fleksibilitas dan memberikan stamina. Tapi yang terpenting adalah, yoga mengajarkan kita untuk tetap tenang saat melahirkan. Ini sangat penting agar Ibu bisa mengatur napas, bukannya jadi kehilangan napas karena panik berlebihan."

Pelajaran mengatur napas, baik yang didapat dari kelas hamil maupun dari kelas yoga, akan membuat Ibu lebih tenang dalam menjalani persalinan. Mampu bernapas dalam akan makin banyak oksigen yang dapat dihirup dan dialirkan ke seluruh sel tubuh, termasuk sel otot-otot rahim sehingga mampu berkontraksi dan mendorong janin ke luar dari jalan lahir dengan lebih kuat.

  1. Singkirkan pikiran dan hal-hal negatif

Beberapa ahli percaya bahwa gambar-gambar dan cerita yang menyeramkan dapat menimbulkan berbagai pikiran negatif pada Ibu hamil dan memberi hambatan mental ketika menjalani persalinan. Pikiran negatif membuat Ibu jadi stres dan akan mengintensifkan rasa sakit. .

Singkirkan semua yang berbau negatif mulai sekarang, baik itu yang berasal dari pergaulan langsung sehari-hari maupun yang berasal dari media sosial.

  1. Bentuk tim support

Suami, keluarga, para dokter dan perawat perlu Ibu rekrut sebagai anggotanya. Kenal dekat dengan para dokter dan perawat yang sering Ibu temui ketika memeriksakan kehamiilan, akan memberikan rasa lebih tenang saat menjalani proses persalinan. Rasa tenang ini berasal dari rasa percaya dan persahabatan. Ajak suami dan keluarga mengenal dekat tim medis Ibu. Jika nanti Ibu masih lelah dan sakit atau belum sadar dari obat bius, merekalah yang bertugas menjaga dan meminta hal-hal yang mungkin dibutuhkan Ibu kepada dokter dan perawat.

  1. Berlatih mengurangi rasa sakit

Pelajari teknik manajemen rasa sakit ketika melahirkan, seperti hipnotis, pergantian posisi, metode melahirkan di air, dan lain sebagainya. Ini mungkin saja berguna ketika rasa sakit menerjang menjelang proses melahirkan. Plus, memberi Ibu pilihan metode melahirkan yang menurut Ibu paling nyaman dan aman.

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+