Ditulis Oleh: Nadia Mulya, Ahli Gaya Hidup Mama Lactamil Mama Care

Berbicara mengenai gaya berbusana Mama hamil, ada tiga poin penting; pertama mix and match atau padu-padan, kedua adalah memilih model, motif dan potongan klasik, dan terakhir adalah proporsi yang seimbang, jika atas longgar maka bawah ngepas badan, dan sebaliknya.

Dengan demikian, Mama tidak perlu banyak mengeluarkan dana membeli baju khususmaternity, cukup cermat memadupadankan apa yang Mama sudah miliki dengan beberapakey items.

Berikut adalah 7 busana wajib punya. Sudah punya belum, Ma?

1.    Celana jeans hamil.

Celana jeans hamil (maternity) ada dua tipe, yang menggunakan adjustable belt(semacam tali dengan kancing di bagian dalam celana yang dapat disesuaikan dengan ukuran perut) dan yang menggunakan bahan kaos hingga bawah dada sehingga melar mengikuti bentuk perut. Mau pilih yang mana, tergantung selera.
Untuk potongannya, pilih model basic, yakni yang lurus mengikuti kaki. Potongan tersebut memberi kesan langsing apalagi bila menggunakan wedges (hak-nya jangan terlalu tinggi ya). Ingin kesan lebih santai? Lipat ujungnya keluar sehingga menjadi model 7/8 dan padukan dengan sepatu ballerina flats (teplek).

Warna yang dipilih baiknya biru tua dengan deep wash atau tidak banyak efek luntur.

Khusus untuk jeans hamil, sebaiknya Mama investasi dengan membeli yang berkualitas bagus dan dari merek terpercaya. Jeans dengan kualitas bagus dapat bertahan sangat lama. Masa pakainya tidak hanya selama kehamilan lho. Banyak Mama masih menggunakannya beberapa bulan usai melahirkan sambil “menanti” perut kembali ke ukuran semula. Begitu perut sudah kembali langsing, Mama dapat melungsurkannya ke adik atau sahabat yang hamil atau menyimpan untuk kehamilan selanjutnya.

Jeans adalah key item yang dapat dipadupadankan dengan atasan apapun. Misal, jeans dengan kaos garis-garis dan boyfriend blazer warna hitam (blazer model longgar dengan lengan dilinting – dapat digunakan juga sesudah melahirkan).

2.    Leggings hitam.

Sebenarnya tidak ada perbedaan antara leggings biasa dengan leggings hamil, jadi Mama dapat menggunakannya sebelum dan sesudah kehamilan. Yang perlu diperhatikan adalah ban pinggang elastisnya lembut dan mudah melar, atau pilih leggings hipsters(sepanggul).

Padukan dengan kemeja putih atau atasan yang longgar.

3.    Kemeja putih.

Tidak perlu beli lho, pinjam saja punya suami. Dan bukan hanya saja yang berwarna putih, garis-garis vertikal (ke bawah) juga adalah model klasik dan memberi kesan langsing. Panjang yang ideal adalah di bawah bokong; jangan terlalu panjang agar tidak kelihatan “tenggelam” dan jangan terlalu ngatung.

4.    Dress hitam.

Dress hitam yang dimaksud adalah yang terbuat dari bahan melar seperti yang mengandung lycra atau bahan kaos dan jersey. Sebaiknya mengikuti bentuk tubuh tetapi jangan terlalu ketat atau terlalu gombrong. Kalaupun mau model gombrong, pilih dengan panjang di atas lutut agar proporsi tetap terjaga.

Warna hitam memang melangsingkan, apalagi dengan lengan pendek atau ¾ dan kerah V-neck agar terlihat lebih jenjang.

Dress hitam ini dapat dikenakan dengan wedges, aksesoris dan lipstick berwarna cerah untuk pergi ke pesta, atau dengan sandal teplek dan scarf warna-warni untuk berkumpul bersama teman wanita.

5.    Overcoat motif.

Pasti Mama punya dress batik selutut dengan kancing di bagian depan. Nah, tinggal dibuka kancingnya dan jadilah overcoat cantik untuk dikenakan diluar dress hitam atau kaos polos dan legging.

Bila Mama memiliki satu yang ukurannya sudah enak, jadikan contoh dan jahitlah beberapa menggunakan aneka motif yang warna warni. Toh dapat digunakan sesudah melahirkan. Kancing depannya mempermudah menyusui dan modelnya klasik dapat digunakan sebagai busana kantor.

6.    Kaos aneka warna dan motif garis-garis.

Kaos yang terbuat dari bahan melar berkualitas bagus dapat dikenakan kapan saja. Pilih satu ukuran lebih besar dari biasanya dengan panjang sepanggul, agar saat perut semakin besar, tidak mengatung.

Model V neck adalah yang paling flattering karena terlihat langsing. Model kerah bulat memberi kesan santai. Model Sabrina bagus untuk yang berleher panjang, tapi diimbangi dengan kalung ya agar penampilan semakin terpoles.

Jangan ragu mengenakan warna cerah. Jika kurang PD, dapat Mama lapisi dengan cardigan warna basic (hitam, krem, navy) atau boyfriend blazer.

Nah motif garis-garis horizontal (melintang) adalah motif klasik yang mengingatkan kita pada Audrey Hepburn (bintang film terkenal yang main film klasik “Breakfast at Tiffany’s”). Tinggal dipadukan dengan celana jeans atau leggings atau diatas dress hitam. So chic!

7.    Scarf aneka warna.

Trik untuk membuat penampilan klasik terlihat lebih up-to-date adalah dengan menambahkan aksesori seperti scarf dan perhiasan.

Jika ingin tampilan yang anggun, pilih scarf dengan warna solid seperti ungu tua atau krem dengan benang emas; dan dikombinasikan dengan perhiasan klasik seperti mutiara atau oversized jewel yaitu berukuran besar, seperti cincin dengan batu besar atau bangle (gelang tebal).

Jika ingin tampilan yang segar, pilih scarf dengan warna terang tanpa motif seperti merah atau kuning; dan dikombinasikan dengan perhiasan sederhana/minimalis yang terbuat dari perak atau emas.

Jika ingin tampilan yang muda, pilih scarf dengan motif seru aneka warna; dan dikombinasikan dengan perhiasan yang terbuat dari plastik warna warni.

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+