Dear Mama dan Papa yang sedang merencanakan kehamilan, Sudah lakukan hal-­hal ini?

  1. Hi Dok!

Bukan sekedar untuk tes kesuburan. Konsultasi perlu, terutama jika Mama memiliki penyakit bawaan seperti diabetes atau penyakit lainnya. Hal ini penting untuk menjaga kehamilan kelak.

  1. Lepas Semua “Pengaman”

Setelah menggunakan alat kontrasepsi tubuh perlu waktu sebelum siklus kesuburan menjadi normal. Jadi jika memang ingin merencanakan kehamilan, lepas semua alat kontrasepsi Mama dan tunggu 1 minggu – 3 bulan, tergantung hormon Mama.

  1. Pastikan Masa Kesuburan Mama

Bersyukurlah karena sekarang sudah banyak aplikasi untuk memantau masa subur Mama. Karena hubungan seks tidak akan maksimal jika dilakukan di waktu yang kurang tepat. Sekadar info:

  • Jika siklus haid Mama 28 Hari: masa subur adalah sekitar hari ke-­14.
  • Jika siklus haid Mama 25 Hari: masa subur adalah sekitar hari ke-11.
  • Jika siklus haid Mama 35 Hari: masa subur adalah sekitar hari ke-­21.

Sperma memang bisa bertahan di fallopian tube dan Rahim hingga tiga hari, namun sel telur Mama ‘hanya’ bertahan selama 24 jam. Paling baik adalah melakukan hubungan seks beberapa hari setelah haid berakhir hingga batas ovulasi tadi.

  1. Lakukan Seks

Berbaring terlentang selama beberapa menit setelah orgasme agar sperma tidak ‘tumpah’ keluar vagina akan membuat pembuahan lebih mungkin terjadi. Hindari juga penggunaan pelumas ya

  1. Makan Bergizi

Nutrisi penting itu bukan hanya dibutuhkan saat Mama hamil lho, tapi juga saat perencanaan. Karena saat tubuh bugar, kehamilan sehat juga bisa Mama raih. Jadi, atur pola makan bergizi ya

  1. Perhatikan Berat Badan

Bukan hanya untuk menjaga bentuk tubuh, berat badan perlu dijaga agar kehamilan tetap sehat. Jika berat badan agak berlebih, konsultasikan dulu ke dsog, diet yang terbaik untuk Mama ya

  1. Perbanyak Asam Folat

Baiknya, konsumsi asam folat sebanyak 400mg/hari mulai dari saat lepas kontrasepsi hingga usia kehamilan 12 minggu. Asam folat kaya akan vitamin B yang bagus untuk perkembangan otak janin.

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+