Ditulis Oleh: Nadia Mulya, Ahli Gaya Hidup Ibu Care

Tujuh bulan merupakan angka yang dinanti karena Ibu sudah resmi memasuki trimester terakhir dan semua organ vital janin sudah terbentuk. Kalaupun ia harus lahir pada bulan ini, besar kemungkinan dapat bertahan. Bahkan masyarakat Jawa mengatakan tujuh bulan sudah “tua” dan delapan kembali “muda”. Maka dari itu banyak suku yang melakukan upacara adat merayakan kehamilan tujuh bulan ini.

Tujuh bulan juga sarat dengan ritual yang tidak semuanya masuk akal. Yuk kita bahas, mana yang fakta dan mana yang mitos.

1.     7 bulan “pamali” berbelanja kebutuhan si kecil.

MITOS ! Tidak semua mitos tanpa dasar yang rasional, contohnya mitos ini. Dahulu, Ibu sulit mendapatkan akses USG atau alat medis lain, sehingga tidak bisa mengetahui secara pasti jenis kelamin si kecil.

Kini, banyak Ibu mulai menyicil membeli perlengkapan si kecil sejak awal kehamilan. Belilah yang berwarna netral dan bermodel klasik sehingga dapat dilungsurkan untuk adik-adiknya.

2.     7 bulan adalah waktu yang tepat untuk melakukan USG 4 Dimensi.

FAKTA ! Ultrasonografi memiliki beberapa berbagai macam tipe, yaitu 2D, 3D dan 4D; 2D menampilkan dimensi panjang dan lebar, 3D menambah dimensi ketebalan (depth), sementara 4D merekam gambaran janin dengan visualisasi bagian tubuh yang lebih jelas dan lebih representatif dibandingkan pemeriksaan USG 2D dan 3D.

3.     7 bulan harus rajing ngepel.

MITOS FAKTA ? Tergantung bagaimana posisi bayi. Apabila belum berbalik (kepala masih diatas) maka Ibu harus banyak melakukan gerakan menungging. Ngepel boleh dilakukan dengan posisi bokong lebih tinggi dari kepala. Capai ya? Jika Ibu biasa yoga, lakukanlah gerakan “downward dog” untuk membantu kepala bayi berbalik. Manakala kepala bayi sudah berbalik dan memasuki jalan lahir, janganlah menungging lagi. Lebih baik berjengkok dengan lutut dan kaki terbuka lebar, untuk itu mengepel boleh dilakukan dengan posisi jongkok.

Ngepel adalah gerakan aktif seperti olahraga sehingga sangat baik untuk Ibu. Bila bergerak aktif maka tubuh memompa oksigen segar dalam darah ke seluruh tubuh Ibu termasuk ke janin, dan melatih paru-paru yang akan membantu proses persalinan normal.

4.     7 bulan waktunya untuk rajin minum minyak kletik agar persalinan nanti lancar.

MITOS ! Minyak kelapa konotasinya licin, namun saluran pencernaan dan persalinan adalah dua hal yang berbeda. Jadi secara logika tidak ada pengaruh minyak kelapa dapat memperlancar persalinan. Minyak kelapa mengandung kalori tinggi, sehingga baiknya dihindari.

5.     7 bulan tidak boleh berhubungan karena dapat memicu persalinan prematur.

MITOS ! Hormon prostaglandin yang ada di cairan semen (cairan yang dikeluarkan pria ketika ejakulasi), dapat menimbulkan kontraksi rahim dan melembutkan leher rahim. Dengan demikian, proses persalinan mungkin saja terjadi lebih cepat. Tetapi jangan khawatir, kontraksi hanya akan terjadi apabila reseptor sudah aktif. Reseptor adalah yang mengirimkan sinyal ke otak bahwa sudah mendekati waktunya melahirkan. Bila Ibu khawatir, mintalah suami untuk ejakulasi di luar.

6.     Memasuki 7 bulan Ibu harus lebih intensif memeriksa kehamilan.

FAKTA ! Sebelumnya Ibu memeriksa kandungan sebulan sekali. Kini Ibu akan diminta kontrol dua kali sebulan dan memasuki bulan terakhir memeriksa setiap minggu. Alasannya adalah karena bayi memang bisa lahir kapan saja, jadi obgyn ingin memantau agar kondisi bayi optimal, posisi bayi sudah benar (mendekati persalinan sudah berbalik dan masuk jalan lahir), persalinan sesuai waktu (saat bayi full term) dan memantau kesehatan umum Ibu. Dikhawatirkan Ibu bisa terkena preeklamsia (umumnya gejala muncul di usia kehamilan 20 minggu ke atas).

7.     Pada perayaan 7 bulanan secara adat, harus mengikuti semua aturan yang berlaku.

Berjalan diatas tujuh kain batik yang berbeda.

Menuju ke lokasi siraman, Ibu hamil muncul dari sebuah ruangan dan langkahnya dialasi tujuh kain batik yang (sebaiknya) memiliki arti. Misalnya kain batik kala dirinya masih kecil, atau motifnya menandakan sesuatu yang baik, seperti motif sido asih (harapan yang akan terlaksana dan saling mengasihi).

Siraman.

Siraman adalah tradisi yang dilakukan pada berbagai acara adat seperti pernikahan. Maknanya sangat bagus, yaitu “membersihkan” diri dan meminta restu dari orang tua dan kerabat yang dihormati dan dituakan. Terkadang untuk 7 bulanan, air siraman berasal dari tujuh sumber mata air yang beda, atau air tersebut disiram melalui ayakan berisi perhiasan agar Ibu dan si janin selalu dilimpahi hal-hal yang baik.

Sungkeman.

Sama halnya dengan siraman, sungkeman juga adalah tradisi sarat makna. Yaitu meminta maaf dan restu kepada orang tua, terutama ibu yang telah melahirkan kita, karena tidak lama lagi kita akan mengikuti jejak beliau. Selain itu diharapkan tali silaturahmi tidak akan terputus walau sang anak akan membentuk keluarganya sendiri.

Kelapa untuk mengetahui jenis kelamin.

Disiapkan dua kelapa hijau dengan ukiran sepasang tokoh dengan sifat-sifat luhur, seperti Kamajaya dan Dewi ratih.

Rasa rujak.

Calon Ibu dan Ayah akan “menjual” rujak racikan mereka kepada tamu. Saat menerima koin dari tanah liat, Ayah akan memberikannya kepada Ibu, yang melambangkan semua penghasilannya untuk keluarga.

Konon rasa rujak juga menentukan jenis kelamin si kecil; segar-manis artinya perempuan, sepat-pedas artinya lelaki.

Belut.

Salah satu variasi dari perayaan tujuh bulanan adalah menghadirkan berbagai simbol yang melambangkan persalinan “licin”, seperti memindahkan tujuh belut dari satu wadah ke wadah lain.

Ganti kebaya tujuh kali.

Ibu hamil akan mengganti kebaya tujuh kali. Setiap mencoba kebaya, ia akan bertanya kepada tamu apakah sudah cocok dan tamu akan menjawab tidak. Terus dilakukan hingga kebaya ketujuh yang telah dipersiapkan kebaya yang paling cantik dan tamu akan menjawab cocok.

Semua adalah MITOS ! karena tidak ada penelitian ilmiah yang membuktikannya. Tetapi ini semua adalah kearifan lokal dengan makna indah yang tidak ada ruginya bila dilaksanakan. Justru Ibu turut melestarikan tradisi. Makna baiknya akan menjadi sugesti positif yang semakin medorong Ibu meyakini akan menjalani persalinan yang lancar.

Yang pasti Ma, tujuh bulan artinya tidak lama lagi si kecil akan hadir ke dunia! Nikmatilah setiap momen kehamilan (nanti akan merindukan lho masa-masa hamil) dan lakukan semua hal yang membuat fisik dan psikis Ibu sehat serta bahagia.

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+