Yang penting dari kesuburan pria adalah kualitas dan kesehatan spermanya, termasuk jumlah sel sperma, jumlah cairan mani, serta gerakan dan daya tahan sperma. Tapi apakah kesehatan sperma pria berhubungan dengan ukuran alat kelaminnya? Dengan kata lain, apakah ada hubungan antara ukuran penis pria dengan kesuburannya?

Menurut Abraham Morgentaler, M.D dari Harvard Medical School dan pengarang Testosterone for Life, ukuran penis pria tidak mempengaruhi kesuburannya. Tapi dalam beberapa hal, ukuran testikel pria memiliki hubungan dengan kesuburan. Karena fungsinya sebagai tempat memproduksi sperma, ukuran testikel pria berhubungan dengan jumlah sperma, sehingga pria dengan testikel lebih kecil cenderung memproduksi sperma dengan jumlah lebih rendah.

Selain ukuran testikel, sebuah penelitian baru-baru ini menghubungkan kesuburan pria dengan anogenital distance (AGD), yaitu jarak antara anus sampai bawah skrotum. Menurut peneliti dari Universitas Rochester, Amerika, AGD berkaitan dengan jumlah cairan mani dan jumlah sel sperma. Rata-rata AGD pria adalah sekitar 5 cm. Pria dengan AGD lebih pendek dari rata-rata memiliki resiko infertilitas 7 kali lebih besar dan jumlah sperma lebih sedikit, yaitu kurang dari 20 juta per millimeter, dibandingkan dengan rata-rata jumlah sperma normal, yaitu 50-60 juta per millimeter. Jumlah sperma tersebut bukannya benar-benar tidak cukup untuk membuahi sel telur. Tapi peluang pria dengan jumlah sperma kurang dari 20 juta per millimeter untuk menghamili wanita menjadi berkurang hingga separuhnya. Daya tahan dan kualitas sperma pria dengan AGD lebih pendek juga di bawah pria dengan AGD lebih panjang.

Penelitian Universitas Rochester ini kemudian dilanjutkan oleh Baylor College of Medicine di Houston, Texas. Penelitian kedua ini mengukur angka AGD serta panjang alat kelamin dari 117 pria tidak subur dan 56 pria subur. Dari penelitian tersebut, ditemukan bahwa angka AGD dan panjang penis pria tidak subur memang lebih kecil dibandingkan pria yang subur.

Hasil penelitian ini belum diterima dengan sepenuhnya oleh dunia medis, Menurut Natan Bar-Chama dari Mt. Sinai Hospital di New York, menggunakan AGD untuk menilai kesuburan pria masih terlalu dini. Selain itu, pria dengan angka AGD rendah belum tentu tidak subur. Tapi AGD bisa digabungkan dengan analisis penghitungan jumlah sperma sebagai informasi tambahan bagi dokter.

Jadi, Ibu dan Ayah tidak perlu terlalu cepat mengambil kesimpulan. Kalau Ibu dan Ayah merasa rencana hamil Ibu dan Ayah mengalami hambatan, cara terbaik untuk mencari tahu penyebabnya dan mencari solusinya adalah berkonsultasi pada ginekolog. Dengan pengetahuan dan solusi yang tepat, semoga rencana hamil Ibu dapat berjalan dengan lancar.

Sumber:

http://healthland.time.com/2011/03/16/guys-are-right-size-matters-fertility-wise/

http://www.foxnews.com/health/2011/05/12/study-links-crotch-length-infertility-men/

http://health.kompas.com/read/2011/03/26/08012949/Ukuran.Mr.P.Pengaruhi.Kesuburan

http://www.conceiveonline.com/articles/top-10-myths-about-men-fertility

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+