Saat bulan suci Ramadan datang, Ibu yang beragama Islam mungkin tidak ingin melewatkan kesempatan untuk berpuasa. Nah, bagaimana jika Ibu sedang hamil? Apakah aman untuk tetap berpuasa meski saat hamil Ibu rentan terhadap gejala morning sickness dan penyakit kehamilan lainnya?

Saat hamil, tubuh Ibu membutuhkan lebih banyak nutrisi dan mineral untuk mendukung pertumbuhan janin. Salah satu kebutuhan nutrisi yang harus tercukupi adalah zat besi. Zat besi sangat diperlukan pada masa kehamilan karena berperan penting dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga kadar hemoglobin, yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Ibu yang kekurangan zat besi bisa berisiko terkena anemia ketika berpuasa. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk menjaga asupan zat besi selama kehamilan, apalagi untuk Ibu yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Ibu yang berada di usia kehamilan trimester satu dan dua rentan terhadap penyakit anemia. Jika Ibu mengalami ciri seperti muka pucat, tubuh menjadi lemas, mudah lelah dan kadang timbul sesak dan susah dalam bernapas selama menjalankan ibadah Ramadan, bisa jadi Ibu terkena anemia ketika berpuasa. Ibu diperbolehkan untuk membatalkan puasa atau tidak melanjutkan berpuasa jika gejala anemia terus dirasakan.

Untuk mengatasi gejala anemia yang Ibu rasakan, Ibu bisa bisa mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi seperti udang, daging sapi, sereal gandum, kacang polong atau jenis kacang-kacangan lainnya.

Jika kondisi Ibu sudah pulih dan memutuskan untuk kembali berpuasa, Ibu harus menjaga asupan harian zat besi agar selalu terpenuhi. Rutinlah mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi ketika sahur maupun berbuka agar tidak terkena anemia ketika berpuasa. Sertakan ikan untuk menu lauk Ibu saat makan malam dan sahur, karena ikan mengandung zat besi tinggi yang baik untuk kehamilan.

Ibu yang diperbolehkan menggunakan suplemen zat besi setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan sebaiknya mengonsumsinya dengan rutin untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian Ibu yang semakin meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan, yakni dari 18 mg per hari menjadi 27 mg per hari.

Selain itu, mengonsumsi jenis makanan yang dapat membantu penyerapan zat besi dalam tubuh juga bisa jadi solusi yang baik untuk Ibu hamil agar tidak terkena anemia ketika berpuasa. Ibu bisa meminum jus jeruk dan anggur setelah makan atau memasukkan brokoli dan paprika sebagai bahan pelengkap dalam menu sayur Ibu.

Di sisi lain, Ibu harus menghindari konsumsi makanan atau minuman yang dapat mengganggu proses penyerapan zat besi dalam tubuh. Ibu hamil yang mengalami gejala anemia disarankan untuk tidak berbuka dengan teh, kopi, susu atau produk olahannya, dan menghindari mengonsumsi makanan berbahan kecap. Jenis makanan dan minuman tersebut lebih baik dikonsumsi satu atau dua jam setelah Ibu mengonsumsi makanan utama yang mengandung zat besi.

 

 

 

Sumber:

Heidi Murkoff, Sharon Mazel. 2008. What to Expect When You’re Expecting. Nine Months and Counting: Anemia, page 208.

Society for Maternal-Fetal Medicine. 2016. What is Iron-Deficiency Anemia? 

Baby Center Medical Advisory Board. 2016. Why You Need Iron During Pregnancy.

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+