Pemberian ASI dari para pendonor ASI saat ini semakin meningkat, hal ini menimbulkan berbagai opini atau pendapat mengenai istilah saudara sepersusuan.  Menurut sebagian orang, berbagi ASI akan dianggap menjadi saudara sepersusuan apabila seorang bayi minum ASI dari Mama lain baik secara langsung (dari payudara) atau pun secara tidak langsung (ASI perah) sebanyak tiga tegukan ASI. Mutlak bayi tersebut akan menjadi saudara sepersusuan dengan bayi Mama yang mendonorkan ASi tersebut. Jika kedua bayi berlainan jenis, maka nantinya mereka dilarang untuk menikah. Hal inilah yang biasanya para Mama penerima donor ASI pertanyakan, yaitu jenis kelamin anak pendonor ASI.

Namun ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa berbagi ASI tidak otomatis menjadi saudara sepersusuan. Yang mengharamkan perkawinan hanyalah menyusu dengan cara menghisap payudara wanita yang menyusui dengan mulutnya. Jadi, bayi dengan donor ASI perah dan tidak menyusu langsung tidak akan menjadi saudara sepersusuan.

Pro dan Kontra Donor ASI menurut pandangan Islam

Sebagian golongan yang menyatakan donor ASI adalah mutlak menjadi saudara sepersusuan dengan bayi ibu yang mendonorkan ASI tersebut memiliki sudut pandang bahwa dengan minum 3 tegukan ASI (langsung/perah), maka kedua bayi otomatis sudah menjadi saudara sepersusuan karena cairan ASI yang sudah masuk ke dalam tubuh bayi penerima donor. ASI adalah filtrasi darah ibu sehingga ASI bisa menjadi pembawa sifat, hal inilah yang menyebutkan ibu susu dengan anak yang mendapatkan susu seperti ibu kandung dengan anak kandungnya. Namun sebagian golongan menyatakan menjadi saudara sepersusuan tidak hanya cukup dengan memberikan ASI dari lain ibu. Adapun sifat penyusuan yang mengharamkan (adanya perkawinan) hanyalah yang menyusu dengan cara menghisap langsung dari payudara wanita tersebut. Antara ibu susu, anak yang disusukan dan saudara sepersusuan bisa tidak timbul hukum Tahrim (haram kawin) jika pemberian ASI melalui botol susu atau sendok, ASI diencerkan, dibekukan atau diolah dahulu sebelum dikonsumsi, ASI dicampur air, obat, minyak, ASI yang dicampur ke dalam makanan anak, dan ASI dari ibu yang satu telah dicampur dengan ASI  dari ibu lain baru kemudian diminumkan pada anak.

Apa pun opininya, ASI eksklusif tetap yang utama

Pusat layanan laktasi sendiri tidak menganut pendapat mana pun, karena mereka di posisi netral sebagai lembaga perantara bagi Mama yang ingin mendonorkan ASI atau menerima donor ASI. Layanan laktasi lebih memfokuskan akan pentingnya ASI eksklusif selama 6 bulan dan mendukung para Mama yang tetap ingin memberikan ASI eksklusif.

 

Sumber:  berbagai sumber dan Buku Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan Modern

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+