Perubahan lingkungan saat si Kecil lahir membuat kulitnya jadi lebih sensitif dan meningkatkan potensi si Kecil mengalami gangguan kulit seperti ruam atau pengelupasan. Selain ruam atau pengelupasan, si Kecil juga dapat mengalami kondisi kulit berupa bercak berwarna kebiruan.

Kondisi kulit seperti bercak berwarna yang disebut Mongolian spots ini biasanya muncul di bawah punggung, pantat, lengan tangan atau kaki si Kecil. Penyebabnya adalah pengumpulan sel pigmen melanin kulit yang tidak berhasil mencapai permukaan kulit terluar bayi sejak ia di dalam kandungan. Jika pigmen tersebut tidak mencapai permukaan kulit, maka warna kulit si Kecil pun menjadi abu-abu, kehijauan, biru atau kehitaman.

Belum ada penelitian yang menemukan apa pemicu pigmen melanin kulit tidak mencapai permukaan sehingga menyebabkan Mongolian spots pada bayi. Meski begitu, Mongolian spots diketahui lebih sering muncul pada pada bayi berkulit gelap, yaitu yang lahir dari ras Asia, Afrika, India Timur, Hispanik dan penduduk asli Amerika.

Mongolian spots tidak berbahaya dan tidak mengganggu seperti ruam atau kulit mengelupas, sehingga tidak perlu mendapat penangan medis khusus. Kondisi kuit yang sering diidentikkan dengan tanda lahir ini akan menghilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan si Kecil, biasanya saat ia menginjak usia dua hingga lima tahun.

 

Sumber:

IDAI. Keluhan Anak: Apa Tanda Lahir Bayi Anda Berbahaya?  http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/apa-tanda-lahir-bayi-anda-berbahaya

Kibbi, Abdul-Ghani. 2016. Medscape. Congenital Dermal Melanocytosis (Mongolian Spot). https://emedicine.medscape.com/article/1068732-overview

Jennifer Berry. 2017. Medical News Today. Mongolian Spots: Causes, Pictures and Outlook. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318853.php

 

CVM 02-505/8/2018

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+