Hampir 70% Ibu mengeluhkan mual luar biasa di trimester pertama. Apa yang bisa dilakukan untuk berdamai dengan mual dan muntah?

Para ahli mengatakan bahwa mual dan muntah Ibu disebabkan oleh meningkatnya hormon HCG[1] (human chorionic gonadotropin) dan estrogen selama Ibu hamil. Namun ada pula ahli yang mengatakan bahwa hal tersebut disebabkan oleh faktor kelelahan dan stres yang Ibu alami.

Apa yang dapat dilakukan untuk menguranginya?

  1. Makan sedikit namun lebih sering, agar makanan mudah dicerna
  2. Mencium bau-bauan yang segar, misalnya bau potongan lemon
  3. Perbanyak minum agar tidak dehidrasi
  4. Istirahat sejenak dari aktivitas yang sedang dilakukan
  5. Tidur yang cukup 

Selain kelima hal di atas, Ibu bisa mencoba beberapa hal di bawah ini, dan pilih yang paling nyaman untuk Ibu.

  • Konsumsi makanan atau minuman yang membuat Ibu nyaman, dan setiap kehamilan bisa berbeda. Ibu mungkin nyaman ketika menenggak air dingin, tapi teman Ibu mungkin lebih senang mengemil biskuit keju.
  • Perhatikan apa saja yang secara khusus memicu mual Ibu. Apakah hanya karena belum sarapan atau terlambat makan? Jangan-jangan ada bau bahan masakan tertentu yang Ibu tidak tahan menciumnya. Bila sudah memahami apa saja yang membuat lebih mual, maka Ibu bisa menghindarinya.
  • Sampaikan kepada Ayah, mungkin ada beberapa kebiasaan yang dulu Ibu dan Ayah senang melakukannya, namun semenjak hamil Ibu tidak nyaman dengan hal tersebut, dan memicu rasa mual. Contoh, mungkin dulu biasa saja kalau Ayah memeluk saat belum mandi, namun sekarang itu membuat mual Ibu bertambah. Ingat, menyampaikan dengan manis ya, bukan dengan menghina.
  • Sesuaikan terangnya layar telepon selular atau laptop Bila terlalu terang akan membuat mata Ibu menjadi tegang kemudian membuat mual. Coba redupkan sedikit cahayanya, atau ganti warna latar menjadi warna lebih gelap.
  • Alihkan perhatian dengan hal lain. Daripada tersiksa memikirkan mual, coba lakukan hal-hal yang Ibu anggap menyenangkan.
  • Jika sudah sangat mengganggu, periksakan kepada dokter Kandungan. Dokter akan memberikan resep obat yang mengurangi rasa mual Ibu.

Berikut beberapa hal yang perlu Ibu persiapkan bila Ibu harus bepergian dengan kondisi terkadang masih mual:

  1. Siapkan “kantong penyelamat mual” di dalamnya bisa berisi camilan yang Ibu sukai (usahakan yang tidak mengandung vetsin) untuk menghindari perut kosong
  2. Kantong plastik jika dibutuhkan untuk menampung muntah
  3. Obat kumur
  4. Pengharum nafas atau sikat gigi beserta odol
  5. Permen mint
  6. Tissue basah

Ibu juga bisa mengubah isi kantong ini sesuai dengan kebutuhan Ibu.

Apa yang bisa dilakukan ketika mual dan muntah terjadi, namun Ibu tetap harus mengurus si kecil?  

Si kakak bisa diajak tiduran atau duduk di kamar menemani Ibu yang butuh tidur. Namun jika ia tak mau, maka pendekatan untuk si kecil batita akan berbeda dengan balita, dan beda lagi jika usia si kecil sudah lebih besar.

Jika batita bertingkah, maka tempatkan si kecil di ruang yang aman, sementara Ibu memisahkan diri dulu agar lebih tenang. Jika mungkin, titipkan dulu kepada orang dewasa lain yang bisa dipercaya. Untuk si kecil balita, carikan teman seusianya dan carikan aktivitas. Sementara mereka sibuk, Ibu bisa beristirahat dulu. Pada si kecil lebih besar, sampaikan bahwa Ibu sangat butuh istirahat, dan si kecil bisa mengurus dirinya sesuai kemampuannya.

Untuk si kecil usia berapapun, jangan katakan bahwa Ibu mual dan muntah gara-gara adik berada di dalam perut Ibu. Ini bisa membuat si kecil menganggap adik sebagai penyebab Ibu tak lagi dekat dengannya. Sebaliknya katakan saja bahwa Ibu butuh istirahat karena lelah, tanpa mengaitkan dengan kehamilan.

Selamat berdamai dengan mual dan muntah ya, Ibu.

 

[1] Adalah hormon glikoprotein dari keluarga gonadotropin yang awalnya disintesis oleh embrio manusia, dan kemudian dilanjutkan oleh syncytiotrophoblast, bagian dari plasenta, selama masa kehamilan. Keduanya merupakan sel trofoblastik yang menstimulasi sekresi steroid dari ovarium untuk kestabilan kandungan.

 

Sumber:

Anggraini dan Subakti. (2013). Kupas Tuntas Seputar Kehamilan. Jakarta: PT. Agromedia Pustaka

Tiran Danise. (2009). Mual Dan Muntah Kehamilan. Jakarta: EGC

Subakti, Yazid. (2008). Ensiklopedia Calon Ibu. Jakarta: Quantum Media

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+