Pentingnya zat besi saat hamil

Saat Ibu hamil kecenderungan terserang anemia sangat tinggi karena saat kebutuhan zat besi Ibu saat hamil meningkat. Zat besi diperlukan tubuh dalam mensintesis hemoglobin (Hb), protein dalam darah yang berfungsi mengikat oksigen dan mengantarkan eritrosit ke seluruh tubuh.

Di masa kehamilan, Ibu kerap mendapat pemeriksaan darah untuk mengecek kadar hemoglobin. Bila kadar Hb Ibu antara 10-15 gram/dL maka Ibu aman dari risiko anemia. Anemia kehamilan dapat menyebabkan pendarahan dan  memicu  janin terlahir prematur juga BBLR (berat lahir kurang dari 2500 gram).

Oleh karena itu, Ibu perlu memperhatikan asupan zat besi dalam makanan yang Ibu konsumsi agar terhindar dari anemia. Zat besi bisa Ibu dapatkan dari buah dan sayuran, juga dari daging merah.Selain itu, penting bagi Ibu untuk mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C yang dapat membantu penyerapan zat besi dalam tubuh.

Sayur dan buah-buahan untuk cegah anemia

Bila bicara vitamin C, mungkin dalam otak kita akan terbersit nama buah jeruk. Selain jeruk, buah stroberi, mangga, jambu biji, pepaya, dan kiwi pun kaya akan vitamin C. Buah tersebut baik dikonsumsi Ibu untuk mencegah anemia saat hamil. Selain buah-buahan tersebut, pisang juga sangat baik dikonsumsi untuk Ibu hamil karena mengandung vitamin C dan zat besi. Pisang yang mudah didapat ini bisa Ibu konsumsi untuk sarapan, kudapan dan makanan penutup.

Sayuran hijau seperti brokoli, daun bayam dan daun katuk juga efektif dalam mencegah anemia. Brokoli mengandung asam folat dan zat besi yang dapat meningkatkan tumbuh kembang si Kecil dan menjaga Ibu dari risiko anemia. Selain sayuran hijau, Ibu juga dapat mengonsumsi tomat yang baik untuk kesehatan.

Dengan banyaknya manfaat buah dan sayuran bagi kesehatan Ibu selama kehamilan, khususnya dalam mencegah Ibu dari risiko anemia, Ibu sebaiknya memasukkan buah dan sayuran sebagai asupan harian sepanjang kehamilan. Buah dapat Ibu konsumsi sebagai camilan dengan langsung dimakan atau diolah menjadi jus. Sayuran hijau juga bisa diolah bersamaan dengan buah menjadi jus yang segar, contohnya baby kailan, seledri, jeruk, mangga dan pisang yang diblender dan ditambahkan madu.

Terakhir, Ibu harus mengindari konsumsi kopi, teh, atau minuman berkafein lain yang dapat menghambat penyerapan zat besi.

 

Sumber:

 Allen, LH. Anemia and Iron deficiency: Effects on pregnancy outcome. Am J Clin Nutr: 2000

     https://mediskus.com/penyakit/anemia-pengertian-penyebab-dan-gejala-anemia

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+