Menyusui adalah momen bonding luar biasa sekaligus pengalaman unik. Butuh nutrisi, pengetahuan dan percaya diri agar proses menyusui berjalan lancar. Aku pun saat menyusui anak pertamaku, Nadine, sempat mengalami pengalaman negatif seperti yang dialami beberapa temanku, misalnya ASI tidak keluar, mastitis hingga bayi menangis terus karena ASI tidak cukup. Namun, syukurnya pengaruh Mamaku lebih kuat. Ia bolak-balik menceritakan betapa “mudahnya” ia menyusui aku dan adikku hingga dua tahun, sehingga tertanam di dalam benak bahwa menyusui itu hal alamiah bagi seorang ibu. And it works! Aku pun meyakini kemampuan menyusui dan makin percaya diri.

Kalau urusan nutrisi, aku sempat “terjebak” dengan mitos bahwa busui harus banyak makan agar ASI menjadi banyak. Akibatnya, semakin sulit menurunkan berat badan. Itu pengalaman pertama aku, jadi wajar saja.

Saat hamil anak bungsuku, Delmar, pengalaman membuatku paham apa saja yang perlu dikonsumsi untuk produksi ASI. Selain itu, aku juga bisa menurunkan berat badan. Aku dapat membuktikan dengan berhasil menurunkan 14 kg bobot tubuh aku sepanjang kehamilan hanya dalam waktu lima bulan. Intinya adalah kurangi karbohidrat, gula, gorengan, dan pastikan makan banyak protein, sayur (serat), minum air putih, dan dukung dengan susu menyusui yang lengkap kandungan mikronutrisi.

Aku minum Lactamil sudah 11 tahun lebih lho Ma. Sekali minum bisa 2-3 tahun, hahaha. Bayangkan, dari hamil 9 bulan hingga menyusui Nadine selama 1 tahun 11 bulan, Nuala 2 tahun 10 bulan, dan kini menyusui Delmar yang genap berusia satu tahun dan Insya Allah terus menyusui selama ia mau.

Pastinya ada rasa bosan juga ya minum dua gelas sehari selama jangka waktu sedemikian lama, tapi tenang… aku akan sharing beberapa resep mudah menghilangkan rasa bosan itu.

Ketika hamil pertama, aku bisa minum 8-10 gelas! Lagi-lagi karena pengalaman pertama dan kebetulan aku pecinta susu, jadi aku lebay minumnya. Akibatnya, berat badan aku naik hingga 25 kg, hi hi hi. Jangan dicontoh ya Ma, ikuti saja saran penyajiannya, yaitu 2 gelas setiap hari.

Saat hamil anak ketiga, aku happy banget ketika mengetahui kandungan gula Lactamil lebih rendah lagi. Pada dasarnya aku bukan pecinta yang manis-manis, jadi semakin enjoy memenuhi kebutuhan nutrisi menyusui ketika mengetahui kandungan gula Lactamil lebih rendah. Ini jugalah mengapa Lactamil cocok dengan program diet aku.

Jika Mama menginginkan, suatu saat aku bisa sharing pengalamanku ketika mengikuti program diet Body Transformation. Program diet yang berhasil menurunkan berat badan aku sebanyak 5 kg dalam 6 minggu, dan membuat ASI aku menjadi lancar!

Kembali ke topik, ketika aku hamil anak ketiga, aku tetap minum Lactamil dua kali sehari. Lactamil menjadi bagian dessert atau hidangan penutup aku (paling suka segelas Lactamil coklat hangat yang dibuatkan suami sebelum tidur) karena kandungan gula Lactamil lebih rendah lagi. Lantaran menyusui juga membutuhkan serat, Mama tidak boleh sampai kekurangan buah. Berikut ada beberapa menu Lactamil dengan buah yang bisa Mama coba di rumah:

 

Coklat dan banana cream smoothy

Bahan:

  • 3 sendok Lactamil rasa coklat dicampur dengan air 1 gelas kemudian aduk rata.
  • 1 pisang yang matang yang telah dipotong.
  • 1 gelas es batu.
  • selai coklat.

Cara membuat:

  • Masukkan Lactamil coklat, pisang, dan es batu ke dalam blender. Campur hingga halus.
  • Lumuri selai coklat di bibir gelas sebagai hiasan.
  • Tuangkan isi blender ke dalam gelas kemudian sajikan.

 

Strawberry and tropical fruit juice

Bahan:

  • 3 sendok Lactamil rasa vanilla dicampur dengan air 1 gelas kemudian aduk rata.
  • Beberapa buah strawberry.
  • 1 gelas es batu.
  • Jenis buah-buahan yang biasa digunakan dalam fruit cocktail, seperti nanas, kiwi, atau pepaya. Semua dipotong kecil menyerupai dadu.
  • Selasih
  • Nata de coco.

Cara membuat:

  • Masukkan Lactamil rasa vanilla, strawberry dan es batu ke dalam blender. Campur hingga halus.
  • Dalam sebuah gelas, masukkan potongan buah, nata de coco, dan selasih.
  • Tuangkan isi blender ke dalam gelas kemudian sajikan.

 

Oh ya, karena aku punya kegemaran minum susu, sebelum pergi berlibur aku selalu mempersiapkan diri membawa Lactamil di dalam bagasi. Itu terbukti saat aku liburan ke London, Inggris belum lama ini membawa Lactamil Lactasis.

Di London, kebetulan sedang musim strawberry, jadi aku minum segelas Lactamil dingin sambil makan strawberry yang super manis, yummy! Delmar juga suka sekali strawberry! Penting sekali kita mengajarkan kebiasaan makan yang sehat kepada anak-anak sedini mungkin. Setuju ya, Ma?

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+