Menjalani masa menyusui memang tidak gampang. Ibu yang belum terlalu pulih pasca persalinan harus menjaga dan merawat si Kecil setiap saat. Karenanya, peran Ayah sangat dibutuhkan di masa ini.

Ayah adalah orang terdekat dalam keluarga yang bisa Ibu andalkan untuk mendukung kelancaran proses pemberian ASI. Pasalnya, kehadiran dan dukungan positif dari Ayah bisa membuat Ibu merasa bahagia, senang, tenang dan nyaman, sehingga memicu produksi oksitoksin, hormon dalam tubuh Ibu yang berperan penting dalam proses pengeluaran ASI.

Peran Ayah bisa memperlancar pemberian ASI

Ayah bisa membantu Ibu dalam banyak hal, baik fisik maupun moril. Bagi Ibu, kegiatan menyusui si Kecil yang tidak mengenal waktu bisa menguras tenaga sehingga Ibu rentan merasa lelah. Ayah bisa membantu melakukan tugas rumah yang biasa Ibu kerjakan, seperti mencuci, menyapu atau memasak dan membiarkan Ibu beristirahat. Atau, Ayah bisa membantu memandikan dan meninabobokan si Kecil agar Ibu bisa melakukan aktivitas lain di rumah. Dukungan tersebut sangat dibutuhkan Ibu di masa menyusui, selain karena bisa meringankan kewajiban Ibu, itu artinya Ayah juga mendukung psikologis Ibu. Ayah yang selalu hadir untuk Ibu di masa menyusui berarti turut mendukung kelancaran proses pemberian ASI. Ibu akan merasa nyaman, aman dan tenang akibat kehadiran dan bantuan dari Ayah sehingga tubuh memproduksi cukup oksitoksin untuk proses pengeluaran ASI yang lancar.

Ayah bisa bantu cegah Ibu dari risiko stres

Tidak hanya itu, dukungan dan bantuan Ayah selama masa menyusui bisa membantu mencegah Ibu terhindar dari rasa cemas dan khawatir berlebih. Rasa cemas dan khawatir yang berlebih tersebut dapat memicu stres, kondisi yang membuat produksi dan pengeluaran ASI menjadi tidak lancar.

Untuk itu, berikan perhatian lebih kepada Ibu. Siapkan makan malam untuk Ibu sepulang Ayah kerja, sediakan susu atau segelas air putih dan selembar roti atau sereal untuk sarapan Ibu di pagi hari, atau bantu Ibu mengurus perlengkapan mandi si Kecil. Di akhir pekan, ajak Ibu untuk refreshing dengan turut serta mengajak si Kecil berjalan santai di sore hari, berlibur ke tempat wisata atau melakukan kegiatan seru lainnya bersama-sama.

 

Sumber:

Armin Brott. Baby Center. 2016. Dads and Breastfeeding. https://www.babycenter.com/0_dads-and-breastfeeding_8252.bc

Heidi Murkoff, Sharon Mazel. 2008. What to Expect When You’re Expecting. Chapter 19: Fathers Are Expectant, Too. Page 472

 

CVM: 679/10/2017 

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+