Tentu saja semua wanita tahu bahwa ketika hamil perutnya akan bertambah. Namun ternyata, tak semua wanita menyukai perubahan tubuhnya. “Bagaimana mungkin saya menyukai tubuh saya? Tak hanya perut yang membesar, namun juga payudara, paha, lengan, semua bagian tubuh saya membesar. Saya stres mengamati naiknya timbangan saya dari bulan ke bulan.”  Itulah  keluhan beberapa Ibu yang tak menyukai perubahan fisiknya.

Memang sih, bukan hanya bentuk tubuh berubah dan berat badan bertambah. Ketika hamil, Ibu akan mengalami beberapa perubahan lainnya. Kondisi kulit juga berubah, misalnya muncul stretch mark di beberapa area. Kelincahan gerak juga terpengaruh, tak lagi bisa melewati tempat-tempat sempit sesuka hati. Belum lagi keluhan seperti mual di awal kehamilan atau sulit tidur di akhir kehamilan.

Karena tak ingin bertambah berat badan terlalu banyak, beberapa Ibu jadi malas makan. Bahkan ada yang sampai pada tingkat ekstrim yaitu mengalami pregorexia atau eating disorder alias gangguan makan. Beberapa jenis gangguan makan yang mungkin terjadi adalah anoreksia atau bulimia selama hamil atau sesudah melahirkan. Gangguan makan pada Ibu hamil ini, dapat berakibat preeklampsia, bayi lahir prematur, berat badan lahir bayi rendah, bahkan lahir mati. Pastinya Ibu tidak ingin mengalami kejadian-kejadian yang menyeramkan ini, kan ya?

Apakah Ibu menjadi Ibu yang jahat jika tak menyukai kenaikan berat badannya? Tentu saja tidak. Ibu tetap berpeluang menjadi Ibu yang baik, hanya saja Ibu butuh penegasan bahwa Ibu tetap menarik dan disayang oleh orang-orang sekitar.

Yang pasti nih, Ibu perlu menyadari bahwa usaha diet yang terlalu keras dapat membahayakan si Kecil. Harap Ibu selalu ingat bahwa saat hamil adalah saat yang paling penting dalam fase tumbuh-kembang si Kecil. Di saat Ibu sedang hamil lah, sejarah anak ditentukan. Apakah dia akan lahir sebagai anak yang cerdas, atau sebagai anak yang kekurangan gizi dan butuh banyak bantuan. Berat dan bentuk badan Ibu akan dapat disempurnakan lagi setelah si Kecil lahir. Tapi dasar penting untuk tumbuh-kembang anak tidak bisa atau akan sulit diperbaiki jika Ibu salah langkah.

Apa yang bisa Ibu lakukan agar lebih mencintai perubahan tubuh selama hamil?

  • Fokuskan pikiran pada si Kecil. Daripada mencermati berapa banyak pertambahan berat badan Ibu, lebih baik cari tahu seberapa besar janin di dalam perut.
  • Jika perawat menimbang berat badan, katakan kepadanya untuk tak memberitahu angkanya. Tak perlu juga melihat buku catatan pasien setelahnya, namun terus bawa agar dokter dapat mengevaluasinya.
  • Tidak perlu berkaca, jika Ibu tak menginginkannya. Kalau perlu, gunakan kaca kecil saja untuk melihat wajah tanpa terlihat keseluruhan tubuh.
  • Perbanyak menyentuh si Kecil di dalam perut, agar semakin bertambah rasa cinta kepadanya.
  • Minta teman yang hobi memotret untuk mengambil foto Ibu dari sisi terbaik. Silakan lihat hasilnya ketika teman sudah menyatakan foto itu bagus. Jangan lihat hasil foto sebelum teman menyatakan pendapat tentang hasilnya
  • Cari sesama Ibu yang sedang atau pernah hamil. Tanyakan bagaimana perubahan tubuhnya.
  • Sesekali manjakan diri, misalnya dengan melakukan pijat hamil atau perawatan kuku. Ibu berhak lho mendapat kenikmatan ketika tubuh sedang bekerja keras untuk si kecil.
  • Ingat-ingat bahwa setelah melahirkan, proses menyusui dan menggendong bayi memberikan kesempatan bentuk tubuh menjadi normal kembali.
  • Konsultasikan kepada dokter bagaimana caranya agar berat badan Ibu bertambah dengan aman. Konsultasikan pula olahraga apa yang perlu Ibu lakukan pada saat ini dan nanti setelah melahirkan.

Nah, itu tadi adalah beberapa tip yang bisa dilakukan untuk membuat Ibu semakin mencintai perubahan fisik selama hamil. Jika amat sulit melakukannya, atau kalau perubahan sungguh membuat tersiksa, buat janji dengan psikolog klinis dewasa atau psikolog keluarga. (ASA) 

 

 

 

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+