Pada masa 10-20 tahun lalu, bahan makanan yang sering jadi andalan wanita menyusui di Indonesia untuk meningkatkan produksi ASI adalah daun katuk dan kacang-kacangan. Tapi belakangan ini ada bahan baru dalam bentuk suplemen yang semakin populer di kalangan Ibu yang sedang menyusui, yaitu Fenugreek. Herba apakah Fenugreek itu? Dan apakah fenugreek benar-benar ampuh meningkatkan produksi ASI?

Fenugreek adalah herba yang sudah digunakan sejak berabad-abad lalu untuk menyembuhkan demam, batuk, dan masalah perut. Fenugreek  juga dikenal dengan nama Hulbah atau Halba, tanaman ini sering digunakan sebagai rempah untuk menambah rasa sirup maple buatan serta berbagai jenis kue. Belakangan ini fenugreek semakin populer dikonsumsi untuk meningkatkan produksi ASI.

Saat ini Ibu bisa mendapatkan suplemen fenugreek dalam bentuk kapsul ataupun teh. Tapi teh fenugreek jarang disukai karena rasanya yang pahit dan tidak seefektif fenugreek dalam bentuk kapsul. Dosis yang perlu Ibu konsumsi berbeda-beda untuk tiap merk, sehingga cara terbaik untuk mendapatkan hasil efektif dari fenugreek adalah dengan mengikuti dosis yang dianjurkan dari tiap merk suplemen. Tapi umumnya dosis yang dianjurkan adalah 2-3 kapsul yang diminum 3 kali per hari. Produksi ASI Ibu biasanya sudah mulai meningkat sekitar 24-72 jam setelah mengkonsumsi kapsul fenugreek.

Selain mengkonsumsi suplemen fenugreek, Ibu juga harus melakukan beberapa hal lain untuk menjaga produksi ASI Ibu, misalnya rutin menyusui si kecil dan mempompa ASI setiap 2-3 jam sekali, dll. Bila produksi ASI Ibu sudah meningkat dan Ibu sudah terbiasa dengan rutinitas menyusui untuk menjaga aliran ASI, Ibu bisa mencoba menghentikan konsumsi fenugreek. Kalau produksi ASI tetap berjalan lancar tanpa masalah, Ibu tak perlu lagi mengonsumsi suplemen. Tapi kalau produksi ASI kembali menurun, konsumsi fenugreek secara berkelanjutan bisa saja diperlukan.

Suplemen fenugreek sudah didaftarkan oleh Food and Drug Administration (FDA) sebagai Generally Regarded as Safe alias aman secara umum bila digunakan dengan benar. Ada beberapa efek samping yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Menurunkan kadar gula dalam darah, sehingga suplemen Fenugreek tidak boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes.
  2. Diare. Efek samping ini akan hilang setelah konsumsi fenugreek dihentikan
  3. Meningkatnya gejala asma bagi wanita menyusui yang telah menderita asma.
  4. Keringat dan urine wanita menyusui yang mengonsumsi fenugreek cenderung berbau seperti sirup maple.
  5. Menstimulasi rahim dan menyebabkan kontraksi. Itu sebabnya suplemen fenugreek tidak boleh dikonsumsi oleh wanita hamil
  6. Reaksi alergi yang terjadi bila dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap kacang-kacangan, karena fenugreek masih berada dalam keluarga kacang-kacangan.

Reaksi alergi terhadap Fenugreek memang jarang terjadi. Tapi demi kesehatan Ibu dan si kecil, Ibu sangat disarankan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter Ibu sebelum mulai mengonsumsi suplemen fenugreek. Kemungkinan dokter akan menyarankan cara lain yang tidak membutuhkan obat-obatan, baik herbal maupun non-herbal, untuk meningkatkan produksi ASI.

 

Sumber:

http://kellymom.com/bf/can-i-breastfeed/herbs/fenugreek/

http://www.babycenter.com/404_can-the-herb-fenugreek-increase-a-moms-milk-supply_8880.bc

http://www.justbreastfeeding.com/low-milk-supply/fenugreek-increase-breast-milk-supply/

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+