Menjalani kehamilan yang menyenangkan memang menjadi harapan Ibu. Namun, bagaimana bila Ibu menjalani kehamilan dengan gejala-gejala yang mengganggu, seperti mual, muntah, diare atau asam lambung yang naik? Hal tersebut mungkin menjadi suatu dilema untuk Ibu ketika di awal kehamilan, Ibu perlu terus menjaga kesehatan demi perkembangan si Kecil di dalam kandungan, tetapi terhambat dengan gejala-gejala kehamilan tersebut.

Salah satu gejala kehamilan yang bisa terjadi pada Ibu adalah diare. Perut Ibu terasa sakit dan aktivitas ke kamar mandi menjadi lebih sering. Apakah normal mengalami diare saat hamil? Bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab diare saat hamil adalah makanan yang Ibu konsumsi tidak cocok di perut Ibu sehingga menimbulkan diare. Diare dapat menyebabkan dehidrasi yang beresiko untuk Ibu hamil karena dehidrasi bisa berujung pada kelahiran prematur.

Perut Ibu hamil menjadi lebih sensitif di masa kehamilan. Hal tersebut adalah penyebab lain dari diare. Misalnya, Ibu terbiasa makan kacang sebelum hamil, tetapi saat hamil Ibu mungkin mengalami diare setelah makan kacang. Selain itu, perubahan hormon kehamilan juga menjadi penyebab diare saat hamil karena mengakibatkan pencernaan bergerak lebih cepat.

Tentunya Ibu perlu mengatasi diare untuk menghindari dehidrasi. Perbanyaklah minum air putih karena kebutuhan air saat hamil meningkat 2,3 L atau 9-12 gelas per hari supaya cairan yang keluar cepat tergantikan. Ibu juga bisa mencoba wortel rebus, kentang dan sereal tanpa gula sebagai camilan untuk mengatasi diare.

 

 

Sumber:

Dr. Fikawati, Sandra, dkk. 2015. Gizi Ibu dan Bayi. Jakarta: Rajawali Pers.

What To Expect. Diarrhea During Pregnancy. 2014. http://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/pregnancy-diarrhea.aspx (diakses 17 Januari 2017).

American Pregnancy Association. Diarrhea During Pregnancy. 2015. http://americanpregnancy.org/pregnancy-concerns/diarrhea-during-pregnancy/ (diakses 17 Januari 2017).

306/5/2017

 

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+