Banyak Ibu yang berpikir bahwa ketika masih menyusui si buah hati, Ibu tidak mungkin mengalami kehamilan lagi. Padahal, kehamilan saat Ibu menyusui, masih mungkin terjadi, meskipun kemungkinannya sangat kecil. Seperti yang dikemukakan ahli ginekologi di University of  Maryland Medical Center, Amerika Serikat, hamil saat menyusui sangat mungkin terjadi.

Menyusui memang merupakan KB alami. Karena kebanyakan pada Ibu menyusui, memang mengalami lactation amenorrhea, yaitu jarang bahkan tidak sama sekali mengalami menstruasi. Hal inilah yang menyebabkan Ibu percaya bahwa mereka tidak mungkin berovulasi.   

Saat Ibu secara eksklusif memberi ASI pada buah hati siang dan malam, Ibu mungkin tidak mengalami menstruasi, selama setahun atau bahkan lebih lama lagi setelah melahirkan. Namun, jika bayi pertama Ibu bisa tidur di malam hari tanpa terganggu atau Ibu tidak aktif dalam memberikan ASI dengan berbagai kondisi tertentu, biasanya hal ini akan mempercepat kembalinya siklus menstruasi Ibu. Yang perlu Ibu ketahui adalah setiap kali pasokan ASI Ibu menurun, hormon kesuburan Ibu meningkat. Nah, kemungkinan di masa Ibu sedang subur itulah terjadi kehamilan.

Bila ini terjadi, ada dua pilihan yang biasanya dipilih para Ibu, yaitu menyapih si Kecil setelah positir hamil, namun ada pula yang melanjutkan memberikan ASI. Ada yang berpendapat bahwa menyusui saat hamil merupakan tindakan yang berbahaya. Ada juga yang berpedapat sebaliknya,menyusui selama kehamilan baik-baik saja, jika kehamilan Ibu berjalan dengan baik, dan Ibu dalam kondisi sehat. Kondisi ini dinamakan juga tandem menyusui. Pastikan saat tandem nutrisi, Ibu mengonsumsi makanan sehat, sehingga Ibu dan bayi mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan.

Pada awal kehamilan puting Ibu mungkin terasa sakit ketika menyusui.  Hal ini dikarenakan adanya perubahan hormonal. Menyusui saat hamil bisa membuat rahim berkontraksi. Pasalnya, pada saat menyusui hormon oksitosin tetap diproduksi. Hormon ini yang menyebabkan kontraksi di bagian payudara dan rahim Ibu. Akan tetapi, kontraksi tersebut tidak berpengaaruh  secara signifikan bagi janin yang dikandung Ibu. Namun, bila rahim terasa nyeri lebih baik Ibu menghentikan kegiatan menyusui.

Ciri lainnya dari terjadinya kehamilan selama masa menyusui adalah kondisi payudara yang melunak dan terasa tidak nyaman. Biasanya rasa sakitnya akan mereda dengan sendirinya. Untuk mengurangi rasa nyeri pada payudara, Ibu bisa menggunakan krim payudara atau pelindung puting juga dapat menjadi mekanisme perlindungan yang baik dari rasa sakit saat hamil sambil menyusui.

Keuntungan dari menyusui kedua bayi secara bersamaan adalah kecilnya risiko Ibu dapat terkena kondisi mastitis pada payudara. Mastitis adalah peradangan pada payudara yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Radang terjadi karena Ibu tidak menyusui atau puting payudara lecet karena menyusui.

Kekurangan dari menyusui saat hamil adalah stamina Ibu yang menurun, mudah lelah dan sering tidur karena energi yang terkuras. Untuk mengatasi rasa lelah berlebih ini, Ibu perlu mengonsumsi lebih banyak makanan kaya protein sepanjang hari disertai dengan secara rutin melakukan olahraga ringan, banyak minum air dan menyempatkan untuk tidur siang.

Atau cara lain yang juga banyak dilakukan para Ibu yang hamil saat masa menyusui si kecil adalah dengan donor ASI. Namun, pastikan pendonor ASI untuk anak Ibu adalah wanita yang sehat dan telah melalui prosedur yang benar.

Jika Ibu yang sedang menyusui ingin menjaga agar tidak terjadi kehamilan berikutnya, gunakan kontrasepsi minum dengan dosis rendah yang aman dikonsumsi selama menyusui. Konsultasikan kepada dokter agar dokter dapat memperikan pil yang mengandung progestin dan tidak mengandung estrogen, hormon yang dapat mengganggu proses laktasi atau produksi ASI.

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+