Perubahan hormonal ketika baru saja hamil membuat perubahan pula di indra perasa dan penghidu Mama. Akibatnya kadang Mama menginginkan makanan tertentu, disebut ‘ngidam’. Orang-orang tua sering memberi nasihat untuk memenuhi ngidam itu, “Biar bayi nggak ngiler,” kata mereka. Lalu apakah Papa harus menuruti semua yang diminta Mama?

 

Mengapa Mama Ngidam?

Menurut para ahli nutrisi, saat seorang Mama hamil menginginkan suatu makanan tertentu, mungkin saja itu sinyal dari kekurangan nutrisi tertentu. Contohnya, ketika Mama ngidam susu, bisa jadi karena tubuh Mama sedang membutuhkan kalsium, sementara ketika Mama ngidam rujak, bisa jadi karena sedang membutuhkan vitamin C.

 

Ngidam sendiri seringkali dipengaruhi oleh budaya atau kebiasaan. Contohnya Mama yang berasal dari Betawi bisa ngidam kue rangi, atau Mama yang berasal dari Jawa Timur ngidam nasi rawon. Di luar itu, ngidam dapat terjadi karena Mama sedang merasa tak nyaman dengan tubuhnya, dan ia membutuhkan sesuatu yang membuatnya nyaman yaitu makanan tertentu. Ketidaknyamanan ini antara lain terjadi karena Mama merasa ia sedang sedikit kehilangan kontrol atas tubuhnya sendiri (Darvill, dkk., 2010).

 

Baikkah Jika Mama Ngidam?

Dokter kandungan dan ahli nutrisi menyarankan agar Mama tetap menghindari beberapa bahan makanan, seberapa besarpun Mama mengidamkannya. Bahan tersebut misalnya daging dan telur mentah, alkohol, rokok, atau beberapa jenis keju dan makanan olahan.

 

Beberapa Mama juga mengidamkan sesuatu yang bukan makanan. Contohnya kapur, deterjen, sabun, dll. Kondisi ini disebut Pica, dan ini dapat membahayakan kondisi kehamilan Mama.

 

Jika Mama mengidamkan makanan atau bahan makanan yang dapat membahayakan kondisi kehamilan, sudah tentu sebaiknya tak dipenuhi. Namun jika yang diharapkan adalah bahan makanan yang mengandung nutrisi yang baik, tentu saja boleh dipenuhi. Walaupun begitu, jika ternyata harganya mengganggu kondisi keuangan, atau amat sulit didapatkan, Mama perlu berbesar hati jika sulit dipenuhi.

 

Haruskah Papa Menuruti?

Tentu saja tergantung dari baik atau tidaknya bahan makanan / minuman yang diinginkan. Karena dukungan sosial sangat dibutuhkan oleh Mama agar kehamilannya sejahtera (Elsenbruch, dkk., 2007), dan dukungan sosial terbesar adalah Papa, maka Papa perlu menerapkan tips berikut:

  • Pastikan Mama dapat mengasup makanan dan minuman bernutrisi seimbang setiap hari. Asupan nutrisi yang cukup akan mengurangi kebutuhan berlebihan pada nutrisi tertentu, sehingga mengurangi ngidam yang sangat sulit dicari.
  • Pastikan pula Mama makan di waktu yang relatif sama setiap harinya, agar gula darah tak sampai merosot (dan menimbulkan keinginan akan makanan lain).
  • Jika makanan / minuman yang diharapkan mudah didapatkan, maka Papa dapat memberikannya dengan manis, misalnya menyampaikan sebagai oleh-oleh buat Mama sambil menciumnya dan mengelus perutnya. Dijamin Mama semakin cinta.
  • Jika sulit didapatkan, namun Papa sungguh berusaha mendapatkannya, Papa boleh menceritakan perjuangan Papa sambil tersenyum. Kalaupun gagal, Mama tahu bahwa Papa sudah sangat berusaha. Itupun akan menghibur Mama.
  • Jika bahan makanan yang diminta justru harus dihindari, janganlah memarahi Mama. Sebaliknya coba peluk Mama, sampaikan bahwa Papa mengerti Mama ingin sekali memakan itu, namun itu bahaya buat si kecil. Lalu ajak Mama makan bersama dengan makanan bernutrisi.

 

Selamat mencoba, Pa!

 

Referensi:

Darvill, R., Skirton, H., & Farrand, P. (2010). Psychological factors that impact on women’s experiences of first-time motherhood: A qualitative study of the transition. Midwifery, Vol. 26, Issue 3, June 2010. 357-366.

Elsenbruch, S., Benson, S., Rucke, M., Rose, M., Dudenhausen, J., Pincus-Knackstedt, M.K., Klapp, B.F., & Arck, P.C. (2007). Social support during pregnancy: Effects on maternal depressive symptoms, smoking and pregnancy outcome. Human Reproduction, Vol. 22, No. 3. 869-877. DOI: 10.1093.

 

461/12/2016

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+