Selain konsumsi makanan sehat bergizi dan menerapkan gaya hidup sehat, dalam mempersiapkan kehamilan Ibu juga perlu melakukan vaksinasi. Pemberian vaksinasi sebelum hamil bertujuan agar Ibu dan janin terhindar dari risiko penyakit dan infeksi berbahaya yang dapat mengancam keselamatan dan kelancaran pertumbuhan janin kelak, seperti infeksi toksoplasma, Rubella, atau hepatitis.

Namun, sebelum memutuskan untuk melakukan vaksinasi Ibu perlu mengetahui jenis vaksin yang akan diberikan terlebih dahulu karena beberapa vaksin mengandung bakteri hidup yang justru berbahaya jika diberikan saat sedang hamil.

 

Jenis vaksin yang hanya boleh diberikan sebelum hamil

  • Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

Vaksin MMR diberikan untuk melindungi Ibu dari risiko campak (measles), gondongan (mumps), dan  campak jerman (rubella) saat hamil. Vaksin ini penting karena 50% - 85%  Ibu yang tidak imun terhadap virus Rubella dan berisiko lebih besar mengalami cacat lahir dan keguguran.

  • Vaksin varisela (cacar)

Vaksin cacar penting untuk diberikan pada Ibu sebelum hamil, terutama jika Ibu belum pernah menderita cacar sejak kecil. Pemberian vaksin cacar sebelum hamil akan mengurangi risiko si Kecil lahir dengan cacat atau lumpuh pada anggota tubuhnya.

  • Vaksin pneumokokus

Vaksin pneumokokus diberikan untuk mencegah Ibu dari penyakit pneumokokus saat hamil, seperti penyakit radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis) dan infeksi darah (bakteremia). Vaksin ini juga dianjurkan untuk diberikan pada Ibu dengan risiko tinggi terhadap penyakit jantung, paru atau penyakit hati, penurunan kekebalan tubuh dan diabetes.

 

Jenis vaksin yang boleh diberikan sebelum atau saat hamil

  • Vaksin influenza

Perubahan yang terjadi pada sistem imun, organ jantung dan hati selama Ibu menjalani kehamilan dapat meningkatkan risiko Ibu terserang flu akut. Jika tidak mendapat penanganan khusus, penyakit flu yang diderita akan memengaruhi janin. Oleh sebab itu, WHO menyarankan pemberian vaksin influenza bagi Ibu sebelum atau saat hamil agar kesehatan Ibu dan janin terlindungi.

  • Vaksin Hepatitis A dan B

Kedua jenis vaksin ini dapat diberikan pada Ibu sebelum hamil maupun saat sedang menjalani kehamilan. Vaksin diberikan untuk mencegah Ibu dari penyakit hepatitis, baik jenis hepatitis A maupun hepatitis B, yang berpotensi membuat si Kecil lahir prematur. Meski begitu, risiko terserang hepatitis B saat hamil dapat memberikan risiko lebih berbahaya untuk janin karena hepatitis B dapat menular pada janin.

  • Vaksin TT (Tetanus Toksoid)

Pemberian vaksin TT dapat dilakukan sebelum Ibu hamil atau selama kehamilan. Pemberian vaksin TT akan mencegah penularan penyakit tetanus, yakni penyakit yang menyerang sistem saraf pusat dengan menyebabkan gejala kejang otot. Vaksin ini dibuat dari toksoid, yaitu toksin bakteri yang dimodifikasi agar tidak beracun sehingga aman untuk diberikan di masa kehamilan.

 

Sumber:

Centers for Disease Control and Prevention. Maternal Vaccines: Part of a Healthy Pregnancy. https://www.cdc.gov/vaccines/pregnancy/pregnant-women/index.html

Centers for Disease Control and Prevention. Pregnancy and Vaccination: Guidelines for Vaccinating Pregnant Women. https://www.cdc.gov/vaccines/pregnancy/hcp/guidelines.html

 

CVM: 02-529/8/2018

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+