Sebagai Ayah yang sedang menanti kelahiran si kecil, Ayah pasti ingin menambah pengetahuan tentang kehamilan Ibu dan apa yang bisa Ayah nantikan selama kehamilan Ibu dan setelah kelahiran si kecil. Simak catatan kecil untuk Ayah di bawah ini.

Selama Kehamilan:

  • Linea Negra. Garis kegelapan dari bagian atas perut Ibu ke bawah ini biasanya muncul pada saat kehamilan karena hormon. Garis ini akan memudar setelah kelahiran
  • Perubahan payudara. Selama kehamilan, payudara Ibu akan membesar, dengan puting yang membesar dan menggelap. Tidak perlu khawatir bila colostrum atau bentuk awal ASI – Perut Hamil . Perut hamil Ibu akan terus membesar sampai bulan ke-9, dengan puncaknya seolah Ibu baru saja menelan bola basket. Perut hamil Ibu ini biasanya akan kembali normal setelah bentuk tubuh Ibu kembali ke bentuk sebelum kehamilan
  • Couvade. Ayah yang mengalami gejala couvade akan merasakan gejala kehamilan yang sama dengan Ibu yang sedang hamil, seperti mual, muntah, ngidam, dan lain sebagainya. Gejala ini biasanya menghilang setelah si kecil lahir.

Saat Melahirkan:

  • Sakit saat persalinan. Persalinan adalah proses yang menyakitkan. Jadi jangan kaget bila Ibu yang paling lembut pun berubah total dan melontarkan kata-kata yang menyakitkan Ayah. Jangan diambil hati kata-kata yang Ibu ucapkan saat sedang bersalin.
  • Operasi Caesar.  Siapkan pengetahuan Ayah tentang operasi Caesar, karena setiap wanita memiliki resiko melahirkan dengan operasi Caesar, terutama bila terjadi keadaan darurat. Perlu diingat bahwa wanita yang melahirkan dengan operasi Caesar bisa merasa kecewa, jadi berikan dukungan emosional yang diperlukan Ibu.
  • Episiotomy.  Perobekan perineum yang terjadi untuk memungkinkan lewatnya si kecil sebelum proses melahirkan. Bila hal ini terjadi, Ibu mungkin membutuhkan waktu yang lebih untuk pulih
  • Kelahiran yang berantakan. Proses melahirkan bisa jadi sangat berantakan, dan bagi beberapa Ayah, menjijikkan. Jangan kaget bila setelah si kecil lahir, yang keluar sesudahnya adalah cipratan darah dan cairan ketuban.
  • Bayi kecil yang aneh.  Perjalanan keluar dari jalan lahir juga merupakan kerja keras untuk si kecil. Jadi ketika pertama kali terlahir, bentuk kepala si kecil mungkin akan tampak sedikit aneh. Selain itu, dia akan terlapisi oleh lapisan kekuningan bernama vernix yang melindunginya dari air ketuban, serta lapisan rambut tipis bernama lanugo. Semua itu masih ditambah tanda lahir yang mungkin tampak aneh. Tidak perlu khawatir, karena semua itu sifatnya hanya sementara.
  • Sesudah kelahiran . Plasenta akan keluar dari rahim setelah kelahiran si kecil.

Setelah kelahiran:

  • Meconium. Zat kehitaman yang kental ini adalah kotoran pertama si kecil. Tampilannya memang tampak mengkhawatirkan, tapi Ayah tidak perlu khawatir karena hal ini adalah normal.
  • Colostrum. Colostrum adalah zat kekuningan yang keluar dari payudara Ibu ini adalah ASI pertama Ibu yang sangat baik untuk hari-hari pertama si kecil, karena mengandung air, mineral dan protein dalam porsi yang tepat. Kolostrum juga mengandung antibodi yang melindungi bayi. Setelah sekitar 3 hari, kolostrum akan habis dan digantikan oleh ASI
  • Ayah bukan prioritas utama. Si kecil yang baru lahir membutuhkan banyak perhatian, jadi dinamika keluarga pasti akan berubah. Ibu akan mendahulukan kepentingan si kecil daripada kebutuhan Ayah, dan Ayah juga akan mendahulukan si kecil daripada Ibu.
  • Menikmati peran baru Ayah. Ayah akan senang melihat betapa Ibu sangat menyayangi dan memperhatikan si kecil yang baru lahir. Bahkan dengan kehadiran si kecil, ikatan antara Ayah dan Ibu akan semakin kuat.
  • Kurang Tidur dan Lupa Makan. Makan dan tidur Ayah dan Ibu adalah nomor kesekian setelah semua kebutuhan si kecil. Tapi setelah beberapa saat, rasa lelah karena kurang tidur akan memberikan efek negatif. Bersiaplah. Siapkan makanan beku, bergantian tidur dan merawat si kecil dengan Ibu, atau minta bantuan dari orang lain. Jaga kesehatan Ayah dan Ibu agar Ayah dan Ibu bisa tetap merawat si kecil dengan maksimal.

Sumber:
http://www.babyzone.com/mom_dad/fatherhood/article/dads-to-be-facts

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+