Setiap orangtua tentu ingin agar sang buah hati tumbuh menjadi anak yang pintar dan cerdas. Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar setiap Ibu hamil mencukupi kebutuhan nutrisi si Kecil sejak ia masih berada di dalam kandungan, salah satunya adalah memenuhi kebutuhan zat besi yang merupakan suatu kandungan yang diperlukan tubuh untuk proses pembentukan sel darah merah. Tak hanya itu, dengan kebutuhan zat besi selama kehamilan terpenuhi, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Ibu serta mencegah risiko terkena anemia, yang akan membuat Ibu merasa lemas dan letih. Selain itu, Ibu juga akan lebih sering merasa mengantuk dan pusing. Jika anemia selama kehamilan tidak segera diatasi, maka dapat membahayakan Ibu dan juga si Kecil.

 

Berikut adalah beberapa manfaat zat besi pada Ibu hamil:

  1. Mencegah anemia pada Ibu
  2. Mendukung pertumbuhan organ tubuh bayi
  3. Mencegah risiko bayi lahir prematur
  4. Membantu pembentukan energi. Pasalnya, zat besi membuat sel darah merah yang berfungsi untuk menyediakan oksigen ke sel-sel untuk energi dan pertumbuhan.
  5. Mengurangi pendarahan saat persalinan

 

Selain itu, zat besi juga berfungsi untuk memproduksi hemoglobin yaitu pigmen dalam darah yang bertugas untuk mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh, serta mioglobin yang berfungsi untuk menyimpan oksigen dalam otot. Kekurangan zat besi juga dapat berpengaruh pada janin, yakni dapat menghambat fungsi motorik normal pada bayi dan kecerdasannya. Oleh karena itu, Ibu dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan zat besi.

 

Kebutuhan zat besi pada masa kehamilan itu berbeda-beda, sesuai dengan usia kehamilan janin atau berbeda pada setiap trimesternya. Semakin besar janin, maka kebutuhan zat besi yang dibutuhkan Ibu dan juga janin juga ikut bertambah, berikut di antaranya:

  1. Trimester pertama

Pada awal kehamilan, belum terjadi perubahan fisik secara signifikan, salah satunya yaitu perut yang membesar. Ibu juga belum membutuhkan zat gizi yang meningkat. Oleh karena itu, zat besi yang dibutuhkan pada trimester pertama adalah sekitar 26 mg per hari.

  1. Trimester kedua

Memasuki usia kehamilan di trimester kedua, Ibu kebutuhan zat besi Ibu sudah mulai meningkat. Untuk setiap harinya, kebutuhan zat besi Ibu akan meningkat sekitar 9 mg per hari.

  1. Trimester ketiga

Pada trimester ketiga, kebutuhan zat besi pada Ibu hamil akan mengalami peningkatan, yaitu 9 mg setiap harinya. Pada usia kehamilan ini, Ibu harus memastikan asupan zat besinya tercukupi. Pasalnya, kebutuhan sel darah merah sangat diperlukan pada saat proses persalinan agar Ibu tidak kekurangan bahkan kehabisan darah saat persalinan.

 

Sumber:

Linda J Harvey, Jack R Dainty, Wendy J Hollands, et al. Effect of high-dose iron supplements on fractional zinc absorption and status in pregnant women. American Journal of Clinical Nutrition, 2007 Vol. 85, No. 1, 131-136.

Hinderaker SG, Olsen BE, Lie RT, et al. Anemia in pregnancy in rural Tanzania: associations with micronutrients status and infections. Eur. J. Clin. Nutr. 2002; 56(3):192-199.

Departemen Kesehatan R.I. Program Penanggulangan Anemia Gizi pada Wanita Usia Subur (WUS); (Safe Motherhood Project: A Partnership and Family Approach). Direktorat Gizi Masyarakat. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Depkes, 2001.

Ahmed F, Khan MR, Jackson AA. Concomitant Supplemental Vitamin A Enhances the Response to Weekly Supplemental Iron and Folic Acid in Anemic Teenagers In Urban Bangladesh. Am. J. Clin. Nutr. 2001; 74(1):108-115

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+