Tahukah Ibu, bahwa peran keluarga dapat memengaruhi pilihan Ibu untuk minum susu?

Tak bisa dipungkiri, kita tumbuh dalam keluarga, kita lahir dan besar dari sebuah keluarga, dan keluarga sungguh memengaruhi berbagai aspek kehidupan kita.  Seorang penulis bernama Alex Haley bahkan menyebutkan, “Dalam segala cara, keluarga menghubungkan kita dengan masa lalu dan menjadi jembatan untuk masa depan kita.” Tidak hanya itu, saking pentingnya peran keluarga, pemerintah sampai menetapkan tanggal 29 Mei sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas).

Pada saat jaman nenek moyang kita, keluarga akan berkumpul dan berpindah bersama. Mereka selalu menjaga kebersamaan agar dapat saling tolong-menolong dalam mencari makan, untuk dapat bertahan hidup. Mereka juga saling melindungi, sehingga dengan bersama-sama mereka menjadi lebih aman.

Demikian pula keluarga di masa kini. Kebersamaan dipupuk agar dapat saling tolong-menolong dan saling melindungi. Keluarga pun penting untuk menjadi tempat saling mengekspresikan dan menerima cinta, sehingga menimbulkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga.

Tak berhenti di situ, keluarga dapat menjadi tempat untuk saling belajar, misalnya anak belajar dari orangtuanya, ataupun tak jarang orangtua belajar dari anaknya. Keluarga juga dapat menjadi pendukung satu sama lain ketika ada anggotanya yang sedang mencoba mengambil keputusan. Keputusan yang diambil dapat berupa keputusan penting yang jarang terjadi dalam hidup, seperti pindah rumah, ataupun keputusan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pandangan tentang minum susu.  

Bagaimana keluarga bisa memengaruhi keputusan Ibu untuk minum susu?

Seperti yang kita ketahui bersama, susu adalah salah satu asupan penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Ibu. Namun, tak semua Ibu bisa minum susu sesuka hati. Ada kalanya Ibu berhenti sejenak ketika sedang bedrest. Di samping itu, ada juga yang menganggap bahwa susu adalah benda mewah yang tak perlu dikonsumsi. 

Keputusan Ibu untuk minum susu atau tidak, cukup sering dipengaruhi oleh pandangan keluarga. Bagaimana keluarga memengaruhi pilihan Ibu untuk minum susu? Berikut berbagai cara yang dapat dilakukan keluarga untuk memengaruhi pilihan Ibu untuk minum susu.

  • Topik yang dibicarakan sehari-hari. Contohnya, jika keluarga sering membicarakan tentang nutrisi yang cukup, sangat mungkin susu menjadi topik yang ikut dibicarakan.
  • Barang yang dikomentari keluarga. Contohnya ketika sedang berbelanja di supermarket, keluarga mungkin saling membandingkan berbagai rasa susu yang dijual.
  • Pengaturan asupan gizi keluarga sehari-hari. Contohnya, keluarga yang dalam kesehariannya memilih variasi menu sehat cenderung lebih memotivasi Ibu untuk minum susu, dibandingkan jika variasi asupan gizi kurang berkualitas.

Apa yang bisa dilakukan keluarga agar Ibu mau minum susu?

Sebagai sistem pendukung utama, tentu saja ada beberapa hal yang dapat dilakukan keluarga agar Ibu dapat mengonsumsi susu yang sesuai kebutuhan. Keluarga, baik itu Ayah, ataupun anggota keluarga lain dapat melakukan hal-hal seperti di bawah ini:

  • Mengingatkan Ibu untuk membeli susu ketika sedang berbelanja.
  • Membelikan susu dengan rasa yang disukai oleh Ibu.
  • Membuatkan susu untuk Ibu di waktu yang tepat.
  • Membantu mama mempertimbangkan asupan nutrisi harian, mulai dari apa yang dikonsumsi sampai apa yang akan diminum.
  • Membicarakan pentingnya menjaga kesehatan Ibu hamil dan menyusui, tanpa memaksa atau menghakimi Ibu.

Nah, mudah kan jadi keluarga yang mendukung Ibu untuk minum susu? Selamat mencoba!

 

Sumber:
Tegan Cruwys, Kirsten E. Bevelander, Roel C.J. Hermans, Social modeling of eating. A review of when and why social influence affects food intake and choice, Appetite (2014), doi: 10.1016/j.appet.2014.08.035

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+