Setelah memiliki anak, semua hal tentang hubungan Ayah dan Ibu akan jadi berbeda, apalagi dengan berkurangnya waktu tidur, perubahan hormon serta pemulihan dari proses kelahiran yang dialami Ibu. Ibu adalah ibu dari anak Ayah. Dengan kenyataan itu, Ayah mungkin akan semakin menyayangi Ibu, dan Ayah merasa semakin terhubung secara emosional dengan Ibu. Lalu bagaimana dengan hubungan fisik? Pada masa awal setelah kelahiran, kemungkinan besar Ibu akan merasa tidak menarik.

Tubuh Ibu belum sepenuhnya pulih setelah melahirkan, berat badan Ibu belum sepenuhnya kembali seperti sebelum masa kehamilan, kesibukan mengurus anak dan rumah membuat perawatan diri sederhana seperti mandi menjadi sangat ‘mewah’ dan sulit didapat, dan payudara Ibu yang belum terbiasa dengan proses menyusui masih terasa sakit. ASI yang bocor pada saat yang tidak terduga pun tidak membuat keadaan menjadi lebih mudah. Jadi jangan kaget bila pada masa-masa ini Ibu tidak tertarik untuk berhubungan suami istri dengan Ayah. Hal ini mungkin membuat Ayah merasa cemburu, tertinggal, atau tergantikan. Tapi jangan asumsikan hal ini disebabkan karena Ibu lebih mencintai si kecil dari Ayah. Pada akhirnya hubungan seks antara Ayah dan Ibu akan kembali normal.

Tapi ada beberapa penyesuaian yang harus Ayah lakukan untuk merayu Ibu:

  1. Lakukan secara halus. Jangan menekan Ibu untuk segera memenuhi kebutuhan Ayah. Bersabarlah menunggu sampai Ibu siap, baik secara fisik maupun mental, sebelum mengajak Ibu untuk berhubungan intim lagi. Pemaksaan justru akan membuat Ibu tertekan dan memperburuk keadaan. Seks yang dimotivasi oleh keinginan lebih baik daripada yang didorong oleh kewajiban
  2. Tunggu dengan sabar. Walaupun dokter Ibu sudah memberi lampu hijau dan mengatakan bahwa fisik Ibu sudah cukup pulih untuk berhubungan intim, bukan berarti Ibu sudah siap secara mental. Meskipun tubuhnya siap, tapi pikiran Ibu mungkin tidak siap untuk hal-hal yang berkaitan dengan seks, sehingga dia tidak akan bisa berhubungan intim dengan Ayah hingga beberapa minggu setelah melahirkan
  3. Rayu Ibu dengan cara baru. Rayuan untuk Ibu yang berhasil sebelum kehamilan atau melahirkan mungkin tidak akan memberi efek yang sama pada masa awal setelah melahirkan. Bantu Ibu melakukan pekerjaan rumah tangga, ajak si kecil berjalan-jalan untuk memberi Ibu waktu istirahat, siapkan teh hangat untuk Ibu, atau pijat pundak dan kakinya yang lelah. Semua itu akan memberikan efek lebih positif dari semua aphrodisiac di dunia.

 Bila akhirnya Ibu sudah siap, penyesuaian lanjutan pada hubungan intim juga perlu dilakukan:

  1. Kebanyakan Ibu yang menyusui tidak menyukai stimulasi pada payudaranya pada saat berhubungan intim. Untuk sementara waktu, bagian tubuh itu eksklusif untuk anak tersayang. Kalaupun Ibu tidak memiliki masalah dengannya, bisa jadi Ayah yang agak terganggu dengan ASI yang bocor pada saat Ayah dan Ibu berhubungan intim. Untuk menghindari gangguan ini, Ibu bisa mengosongkan payudara dengan cara memerah ASI atau menyusui si kecil sebelum berhubungan intim. Ayah dan Ibu juga bisa mengatur posisi yang tidak terlalu menekan payudara untuk menghindari kebocoran ASI dan mencegah gangguan pada saat intim.
  2. Kekeringan vagina adalah masalah umum pada beberapa bulan setelah proses kelahiran. Hal ini disebabkan oleh hormon yang mengatur pengeluaran pelumas selama berhubungan menjadi berkurang karena proses menyusui. Pelumas berbahan dasar air bisa digunakan untuk mencegah Ibu merasa sakit karena kekeringan
  3. Selain itu, bila Ibu melahirkan secara normal, episiotomi alias jahitan pada dinding vagina Ibu mungkin belum sepenuhnya pulih. Atau bila Ibu melahirkan melalui operasi Caesar, pemulihan bekas operasinya juga membutuhkan waktu dan perawatan. Carilah posisi yang nyaman bagi Ayah dan Ibu agar tidak menyakiti Ibu.

Yang perlu diingat adalah Ayah tidak perlu bersaing dengan si kecil. Karena pada kenyataannya, bila Ayah dan si kecil membutuhkan Ibu pada saat yang sama, akhirnya si kecil yang akan didahulukan. Jadi jangan kaget bila si kecil tiba-tiba terbangun pada saat Ayah dan Ibu sedang berhubungan intim, Ibu akan segera beranjak menghampiri si kecil yang sedang menangis tanpa berpikir dua kali. Tetaplah bersabar, dan semua akan kembali indah pada saatnya. Kedewasaan Ayah terlihat saat Ayah mampu memberi diri Ayah ke orang lain dan menunda kepuasan Ayah karena si kecil menjadi prioritas.  

Sumber The Baby Book; William Sears, M.D dan Martha Sears, R.N http://www.second9months.com/?p=1042

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+