Saat menjalani masa kehamilan, Ibu dapat mengalami nyeri di bagian perut. Nyeri di bagian perut bisa disebabkan oleh beragam faktor yang berbeda, bergantung pada usia kehamilan. Apa sajakah yang bisa menjadi penyebab nyeri perut Ibu?

Trimester pertama: Kehamilan Ektopik

Nyeri perut yang dirasakan Ibu saat usia kehamilan masih menginjak trimester pertama umumnya disebabkan oleh perubahan hormon dan tergolong normal. Namun, Ibu harus waspada jika nyeri perut yang dirasakan sangat hebat di salah satu sisi bawah perut dan menimbulkan pendarahan atau bercak cokelat karena bisa menandakan kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim.

Kehamilan ektopik merupakan kondisi dimana sel telur yang sudah dibuahi menempel di luar rahim, bisa di tuba falopi, rongga perut atau bahkan di leher rahim. Kehamilan ektopik bisa dipicu oleh infeksi pada rahim atau tuba falopi, ketidaksuburan, infeksi penyakit menular seksual, kebiasaan buruk merokok atau karena faktor usia Ibu  (kehamilan di atas usia 35 tahun). Ibu yang mengalami kehamilan ektopik bisa disembuhkan melalui pengobatan atau operasi. Pemberian obat dapat menghentikan pertumbuhan sel telur, sementara prosedur operasi bertujuan untuk mengangkat sel telur dan menyembuhkan bagian yang rusak akibat kondisi tersebut. Untuk mencegah Ibu dari risiko kehamilan ektopik, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah menjaga kesehatan organ reproduksi dan berhenti merokok. Lakukan kontrol rutin untuk memastikan organ reproduksi Ibu selalu sehat dan terapkan gaya hidup sehat ya, Bu.

Trimester kedua: Round Ligament Pain

Round ligament pain atau nyeri pada ligamen merupakan salah satu penyakit yang dapat dialami Ibu di masa kehamilan trimester dua. Kondisi ini disebabkan oleh mereganggangnya ligamen tebal yang menyokong dan mengelilingi rahim, disebut round ligament, karena ukuran janin yang kian besar dan berat. Meski tidak berbahaya, kondisi ini akan membuat salah satu atau kedua sisi perut Ibu nyeri seperti tertusuk terutama saat Ibu sedang berganti posisi. Untuk menghindari nyeri, Ibu harus lebih berhati-hati saat bergerak. Bertumpulah pada sesuatu atau minta bantuan Ayah atau keluarga jika ingin bangkit dari posisi duduk atau tidur. Sebelum bersin atau batuk, tekuk dan lenturkan bagian pinggul agar ligamen tidak tertekan sehingga Ibu tidak merasa nyeri.

Trimester ketiga: Kelahiran prematur atau abrupsi plasenta

Di usia trimester tiga kehamilan, Ibu bisa mengalami kelahiran prematur, yakni kelahiran sebelum janin berusia 37 minggu. Gejala yang dapat dirasakan adalah nyeri perut akibat kontraksi dan nyeri pada punggung secara terus menerus. Kelahiran prematur bisa disertai dengan keluarnya cairan ketuban dan darah, juga ditandai dengan gerak janin yang semakin berkurang. Jika nyeri yang dirasakan di bagian bawah perut sangat hebat dan tidak berhenti meski sudah beristirahat, Ibu perlu waspada terjadi abrupsi plasenta, yaitu kondisi lepasnya plasenta dari rahim Ibu dan dapat membahayakan keselamatan janin dan juga Ibu sendiri.

 

Sumber:

The American College of Obstetricians and Gynecologists. Ectopic Pregnancy. https://www.acog.org/~/media/For Patients/faq155.pdf

The American College of Obstetricians and Gynecologists. 2016. Preterm (Premature) Labor and Birth. https://www.acog.org/~/media/For Patients/faq087.pdf

 

CVM: 02-226/4/2018

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+