Dalam rangka mengisi liburan term break, aku dan suami mengajak kedua buah hati berlibur ke Disneyland Hong Kong. Jauh-jauh hari Nadine dan Nuala begitu bersemangat menceritakan kepada teman-teman dan gurunya serta mempersiapkan diri dengan banyak browsing di youtube dan menonton aneka DVD Disney.

Akhirnya hari H tiba. Kami sengaja memilih pesawat dengan flight tengah malam agar anak-anak bisa tidur selama lima jam perjalanan. Setibanya di Hong Kong, aku sudah mempersiapkan tas kecil berisi sikat gigi, odol, handuk kecil dan baju ganti untuk bisa bersalin, sarapan dan bersiap memulai aktivitas.

DAY 1
Bandara Hong Kong serba bersih dan teratur. Dengan mudahnya kami menemukan kendaraan charter mengantar langsung ke Disneyland Hotel. Alasan memilih hotel yang berada satu lokasi dengan Disney agar memudahkan bolak balik dan benar-benar total menikmati suasana (tidak tergoda dengan sesi belanja Hong Kong, red.).

 
Karena waktu cek in pukul 3 (saat itu sedang fully booked), kami berkeliling hotel sambil befoto-foto. Tidak salah kami memilih hotel ini. Semua detail kental nuansa Disney, hingga ke penyajian makanannya.
Usai berkeliling, kami menitipkan koper dan menuju Disneyland. Salah satu hal yang aku nikmati dari berlibur adalah mengamati kebiasaan dan sistem negara lain yang begitu rapi dan tertata. Shuttle bus dari hotel ke lokasi memakan waktu tujuh menit dan berselang setiap sepuluh menit. Shuttle tersebut ada terus hingga pukul 12 malam, dan sesudah itu tetap beroperasi setiap jam sekali. Sangat teratur!

 
Di Disneyland, kami disambut jalanan bersih lapang, matahari bersinar terang dan angin berhembus sejuk (Maret adalah waktu pas untuk berlibur ke Hongkong yang baru masuk musim semi). Memasuki gerbang megah, berbagai karakter Disney berjejer; Mickey, Minnie, para princess dan lain-lain. Tidak heran Disneyland dinamakan The Magic Kingdom, anak-anak bak berada di dunia mimpi, berlari sana sini sibuk menunjuk permainan yang ingin mereka naiki. Akupun terbawa kembali ke masa kanak-kanak.

 
Kami ke hotel untuk cek in dan beristirahat sejenak,kemudian kembali ke Disney selepas Maghrib. Kami menantikan atraksi fireworks pukul 8 di Sleeping Beauty’s castle. Ribuan pengunjung, dewasa dan anak-anak, berdiri penuh kekaguman menyaksikan aneka kembang api mewarnai langit malam. Sesudah 15 menit, dengan teratur semua menuju gerbang keluar dengan wajah lelah berhias senyum. Nadine dan Nuala masih segar, tidak berhenti berceloteh mengenai pengalaman mereka hari itu. Begitu berkesannya, kami memutuskan menghabiskan hari kedua di Disney lagi.

 
Sampai hotel, makan, mandi dan langsung terlelap. Nadine tidak ada masalah dengan makanan, sup kental kepiting jagung bisa dilahap bermangkok-mangkok. Ia juga semakin doyan sayuran hijau, selalu menghabiskan sawi di noodle soup. Nuala agak sedikit sulit. Terlalu excited dengan suasana sehingga malas makan – memilih cemilan dan buah. Aku turuti kemauannya sebisa mungkin dan menjaga daya tahan sekeluarga dengan propolis dan vitamin C.

 
DAY 2
Hari berikutnya, kami sudah merencanakan strategi. Melihat peta, kami menata rute perjalanan. Diawali dengan naik kereta keliling Disney. Dari sini terlihat jelas permainan apa saja yang diincar. Kereta yang melingkari Disney memiliki kursi menghadap satu sisi dengan level, jadi semua penumpang bisa melihat.

 
Beruntunglah hari Senin tidak seramai akhir pekan, sehingga tidak membutuhkan waktu lama mengantri. Bahkan kami sempat menaiki ‘Winnie The Pooh ride’ (favoritnya Nuala) dua kali! Mereka juga memiliki sistem fast track yang unik. Daripada ikut mengantri, bisa mengambil ‘nomor’ dan meninggalkan antrian untuk bermain permainan lain – seperti antrian virtual. Hal ini terbukti efektif karena membagi jumlah orang yang mengantri.

 
Untuk makanan, masakan Cina terutama mie masih diminati anak-anak. Bagi umat Muslim ada satu restaurant di Disney yang menyajikan makanan Halal. Banyak orang mengatakan (dibandingkan Disney lain) Disneyland Hong Kong sangat kecil. Justru menurutku ukurannya pas! Pas untuk membawa dua orang anak balita. Kami mampu mengelilingi semua area dan mencoba hampir semua wahana. Juga mengunjungi area ‘Toy Story land’ yang baru. Tentunya diselingi dengan sesi foto-foto dan nyemil.

 
DAY 3
Dua hari di Disneyland sudah cukup ya, tinggal satu hari ini menjelajah Hong Kong. Jadi pagi-pagi kami ke Disneyland Train Station. Disana, kami menaiki kereta ke stasiun Sunny Bay kemudian berganti kereta jurusan Central. Lucu sekali kereta Disney – Sunny Bay, dengan jendela dan pegangan tangan berbentuk Mickey Mouse dipenuhi memorabilia Disney sepanjang interior kereta! Ditambah pemandangan menyusuri laut, membuat kami semua betah di kereta.Setiba di Central, kami berjalan kaki mencari stasiun tram The Peak. Agak capai juga mendorong stroller naik turun jalanan Hong Kong yang berbukit. Tapi sempat dong berhenti beberapa kali untuk berfoto sambil minum kopi.Stasiun tram The Peak cukup ramai untuk hari selasa pagi, tapi semakin sore semakin penuh, jadi sebaiknya berangkat lebih awal. Kami membeli tiket tram, Madame Tussauds, dan observation deck The Peak; harganya lebih murah dan tidak perlu mengantri lagi.The Peak adalah Puncak bagi warga Hong Kong. Udaranya yang sejuk membuat wisatawan betah duduk di taman untuk makan atau melakukan aktivitas lain. Saatnya makan siang, Nadine memilih Burger King. Seleranya persis seperti Daddy!

 
Perut kenyang, kami memasuki museum lilin Madame Tussauds. Walau tidak mengenal tokoh-tokoh patung lilin, anak-anak terhibur dan meminta foto.

 
Turun dari The Peak, kami menaiki tour bus atap terbuka untuk melihat semua obyek wisata. Nadine Nuala menempati kursi paling depan dan melihat pergantian dari sore ke malam kala gedung-gedung menyalakan lampunya.
Bingung mau makan malam dimana, kami mengikuti arah jalan kebanyakan pejalan kaki. Hari biasa menjelang jam 9pun jalanan Hong Kong penuh! Secara tidak sengaja kami menemukan restoran Yung Kee (top 20 restoran terbaik dunia menurut majalah Fortune, 1968) dengan speciality daging angsa. Biarpun harus waiting list sejam, puas sekali menutup wisata dengan makanan dan servis yang prima. Harganyapun reasonable. Sayangnya Nuala tidak bisa merasakan masakan karena tertidur lelap.Setiba hotel, Nuala terbangun. Jadilah kita pesan lagi dinner untuk disantap di kamar sembari packing pulang. Dan Esoknya kami Bersiap – siap untuk kembali ke Indonesia.

 
Day 4
Rabu waktunya check out dan kembali ke Jakarta. Kami menyantap breakfast room service sambil bermalas-malasan dan menikmati terakhir kalinya pemandangan keluar balkon menatap laut. Akhirnya waktu menuju bandara dan kembali ke rumah.
Kami pulang penuh dengan kenang-kenangan dan berjanji akan kembali mengunjungi Disneyland suatu saat nanti. Liburan bukan hanya sekedar refreshing, tetapi momen yang selalu terekam di benak anak. Dan menurutku yang paling penting, sebagai ajang bonding antara Mama, Papa dan anak-anak.
Mama, liburan akhir sekolah sekitar tiga bulan lagi lho. Mengapa tidak mulai dari sekarang brainstorming lokasi baru yang fun untuk anak-anak. Tidak perlu jauh ataupun mewah, anak adalah makhluk yang tidak matre. Bagi mereka kebersamaan dan petualangan adalah hal yang paling bermakna!

 
Liburan tanpa nanny? Why not! Mama pasti sanggup kok. Membawa suster hanya berarti menambah biaya dan mengurangi waktu ‘bonding’. Jika benar-benar membutuhkan bantuan, lebih baik ajak orang tua atau tante. Mereka pasti lebih menghargai. Selain itu, biarlah suami melihat betapa kompleksnya mengurus anak. Dijamin ia akan lebih menghargai ‘profesi’ seorang Mama!

 
Tips memilih maskapai:

Ini pengalaman dari sahabatku yang berlibur dari Amerika membawa dua anak; suaminya sudah tiba duluan. Ia memilih maskapai yang sedang promosi, namun ternyata sangat tidak children friendly! Bayangkan, untuk membilas botol saja pramugarinya tidak mau membantu. Jadi daripada merepotkan dan merusak mood, lebih baik mengeluarkan uang lebih untuk kenyaman (dan keselamatan) transportasi, seperti Singapore Airlines atau Garuda Indonesia.Air Asia walau sangat bagus, kebanyakan tidak mendapatkan belalai pesawat (penerbangan domestik), jadi Mama harus berepot-repot menggendong si kecil beserta segala perlengkapan naik turun tangga.Cathay Pacific mengizinkan aku mendorong anak di stroller hingga masuk pesawat, kemudian petugaslah dengan ramah melipat stroller dan menaruhnya di bagasi.

 
Tips memilih akomodasi:

Idealnya kita memiliki keluarga atau sahabat (lebih ideal jika mereka memiliki anak seumur) agar bisa ‘nebeng’. Akan sangat menghemat biaya dan memiliki semua fasilitas bak di rumah sendiri. Jangan lupa untuk membawa souvenir dan traktir makan sebagai tanda terima kasih.Jika memilih hotel, Mama harus banyak bertanya. Ada beberapa hotel yang family-oriented ada yang lebih cocok untuk pasangan. Misalnya di Bali, Hotel Intercon Seminyak menyenangkan sekali untuk anak-anak, Ayana lebih sesuai untuk second honeymoon.Yang juga perlu diperhatikan adalah non smoking floor, apakah mereka menyediakan tempat tidur bayi, jasa penitipan anak dan child play area. Cari juga area yang tidak terpencil, sehingga tidak sulit jika harus mencari diaper dan susu.Bookinglah lewat internet. Anda akan mendapatkan berbagai promo atau rate menarik. Jangan lupa print out buktinya.

 
Wajib bawa!

  • Stroller;
  • Sepatu yang nyaman untuk jalan, kaos kaki dan plester jika lecet;
  • Kacamata hitam, payung & sunblock bila panas;
  • Baju berlapis, syal, jaket bila dingin. Juga body lotion/hand cream karena udara dingin membuat kulit kering. Aku rekomen L’Occitane mom & baby cream, karena bisa sekaligus menjadi krim diaper rash;
  • Pakaian ganti untuk si kecil, diaper dan pakaian dalam, apalagi kalau sedang potty training;
  • Makanan kecil (pop mie untuk darurat bila anak benar-benar tidak cocok dengan makanan di sana), susu, cereal, biskuit dan peralatan makan;
  • Botol susu dan sabun pembersihnya. Usia dibawah satu tahun dan sedang mencoba MPASI, tersedia sterilizer travel di Mothercare;
  • Obat-obatan; demam, batuk/pilek, lactobe, nasal spray, trombopop, transpulmin, anti nyamuk, betadine stick atau alcohol dengan plester;
  • Tisu basah, tisu kering, cairan pembersih antiseptik dan alas tempat duduk toilet. Terkadang saya membawa tube kecil dengan semprotan berisi air bersih jika tidak tersedia air di toilet;
  • Mainan agar anak tidak bosan di perjalanan; ipad atau ipod diisi dengan game anak, kertas dan krayon. Biasanya maskapai menyediakan kit untuk anak-anak;
  • Kamera! Jangan lupa ekstra memory card dan charger battere.

Mama ada tip lagi bawaan yang penting? Tolong sharing ya supaya list ini bisa lebih lengkap!

 
Aku menyisihkan 1 set pakaian, kaos kaki/sweater, handuk kecil, sikat gigi + odol dan obat-obatan ke dalam koper kecil yang masuk kabin. Ini untuk berjaga-jaga bila koper hilang atau setiba tujuan ingin menyegarkan tubuh.
Jangan lupa cek paspor anak-anak ya Ma. Setidaknya masih ada enam bulan hingga masa berakhir paspor dari hari terakhir liburan.

 
Temanku Novita Angie mengatakan liburan juga adalah momen pas untuk mengajarkan anak-anak tanggung jawab. Minta mereka membawa tas sendiri (berisi tisu basah, baju ganti dan snack).

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+