Pada masa kehamilan, asupan nutrisi merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan. Selain bermanfaat untuk kesehatan Ibu, nutrisi yang terpenuhi secara baik juga akan memengaruhi kesehatan janin. Oleh karena itu, sebaiknya mulai sekarang Ibu memastikan bahwa asupan nutrisi yang konsumsi selama kehamilan tercukupi, supaya Ibu dan juga janin dalam kandungan tetap sehat.

 

Bicara tentang nutrisi esensial, tahukah Ibu bahwa asam folat merupakan salah satu nutrisi yang bermanfaat bagi bayi? Asam folat adalah Vitamin B yang memegang peranan sangat penting dalam pembentukan sel darah merah pada bayi dan membantu perkembangan tabung saraf bayi menuju saraf tulang belakang. The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa wanita yang mengonsumsi asam folat secara rutin selama sebulan sebelum pembuahan dan selama trimester pertama akan mengurangi resiko cacat tabung saraf pada bayi.

 

Sedangkan untuk Ibu, asam folat sangat bermanfaat untuk menormalkan sel darah merah dan menghindarkan Ibu dari anemia. Selain itu, asam folat juga berfungsi untuk memproduksi, memperbaiki, dan memaksimalkan fungsi DNA, peta genetik, dan beragam sel yang ada dalam tubuh.

 

Penelitian juga menyatakan bahwa mengonsumsi asam folat dapat mengurangi risiko preeklampsia, yaitu penyakit yang biasanya terjadi pada minggu ke-20 kehamilan dimana tekanan darah naik yang disertai dengan munculnya protein di urin. Hal ini akan sangat membahayakan kesehatan Ibu dan janin. Selain itu, kekurangan asam folat dapat berdampak buruk pada bayi, yaitu membuat perkembangan janin menjadi tidak sempurna atau Si Kecil dapat terlahir dengan kelainan, seperti batok kepala yang tidak tertutup sempurna, bibir sumbing, adanya masalah pada saraf serta berisiko Si Kecil mengalami autisme, yaitu ketidakmampuan yang ditandai dengan adanya gangguan dalam komunikasi, interaksi sosial, gangguan indriawi, pola bermain dan perilaku emosi pada anak.

 

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi Ibu dan buah hati, para ahli menyarankan agar Ibu mengonsumsi asam folat 400 mikrogram setiap harinya, dan hal ini dapat dimulai setidaknya sebulan sebelum Ibu memutuskan untuk menjalani program kehamilan. Bahkan beberapa lembaga seperti U.S. National Institutes of Health menyarankan agar Ibu meningkatkan dosis asam folat menjadi 600 mikrogram untuk dikonsumsi per hari. Perlu diingat, jangan mengonsumsi lebih dari 1000 mikrogram asam folat dalam sehari, kecuali hal ini dianjurkan oleh ahli kesehatan Ibu. Apalagi jika Ibu adalah seorang vegetarian, karena umunya vegetarian sangat beresiko kekurangan vitamin B12, dan mengonsumsi asam folat berlebih dapat mempersulit pendeteksian kekurangan vitamin B12 dalam tubuh.

 

Mulai sekarang, Ibu bisa memenuhi nutrisi asam folat dengan rutin mengonsumsi brokoli, beras merah, kacang hijau, kacang merah, bayam. Jika ingin lebih praktis, Ibu dapat memenuhinya dari susu yang telah diperkaya dengan asam folat.

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+