Bayi memiliki naluri untuk “mencicipi” barang-barang yang ditemukan. Mencicipi dalam arti sebenarnya, yaitu memasukkan ke dalam mulut barang-barang yang ditemuinya. Jika mendapat mainan baru misalnya, mereka akan berkenalan dengan cara menjilat atau bahkan memasukkan ke dalam mulut layaknya akan memakannya. Mengapa itu dilakukan? Karena bagi bayi penting mengenal rasa setiap barang yang dilihat dan menarik menurutnya.  

Maka Mama sebaiknya tidak melarang mereka melakukan itu, tetapi menemani mereka dan memastikan bahwa mereka tidak menelannya. Apalagi jika barang tersebut dalam bentuk kecil dan mudah ditelan, seperti kancing baju atau juga uang koin. Melarang bayi kecil Mama bereksplorasi melalui mulut, sama saja dengan membiarkan mereka tidak melatih nalurinya.  

Bayi Mama terbiasa dengan rasa susu ASI atau susu formula yang cenderung memiliki rasa manis, maka itulah tolok ukur mereka dalam mengenal rasa. Mereka mengenal rasa pertama dari air susu yang dicecapnya setiap hari. Sebenarnya hanya ada 4 rasa yang harus diperkenalkan kepada bayi di umur tertentu, yaitu manis, asam, pahit dan asin.

Dengan berjalannya waktu naluri si kecil akan bertambah pula. Misalnya mereka lebih suka menjilat sesuatu yang manis dibandingkan dengan rasa asam, atau juga mengenalkan rasa sayuran seperti brokoli dan tomat, butuh waktu bagi si kecil untuk bisa melahapnya, bukannya mereka tidak suka. Jadi Mama harus lebih sabar dalam mengenalkan rasa terhadap si kecil.

Berikut adalah tahap-tahap pembelajaran rasa bagi si kecil:

  • Naluri untuk mengenal rasa sudah dimulai sejak bayi dalam kandungan yaitu pada usia kandungan 7 bulan menuju ke 8 bulan.
  • Setelah lahir, bayi siap untuk mengenal rasa manis. Rasa manis memberikan efek yang menenangkan bagi bayi. Walaupun kadar rasa manis berbeda antara ASI dan susu formula, bayi bisa menemukannya, merasakannya.
  • Bayi tidak suka rasa asam, jika Mama mulai mengenalkan rasa asam haruslah yang tipis rasa asamnya. Bayi bisa cemberut ketika lidahnya bertemu dengan sesuatu yang asam.
  • Di usia 6 bulan, Mama sudah boleh mengenalkan rasa asin. Di usia inilah bayi siap merasakan rasa lainnya, yaitu asin. Dan di saat inilah bayi masuk ke tahap perkenalan MPASI. Tapi sebaiknya juga rasa asin yang tipis. Bayi tidak akan terganggu dengan rasa asin, tidak seperti rasa asam yang membuat mereka mengernyit.
  • Dalam mengenalkan rasa, diperlukan kesabaran yang luar biasa dari sang Mama. Karena bisa jadi setelah 20 kali percobaan mengenalkan rasa, si kecil baru bisa menikmati. Butuh waktu untuk membuat si kecil bisa menikmati berbagai macam makanan, yang sehat tentunya.
  • Tekstur makanan juga memegang peranan penting dalam tahap bayi mengenal rasa. Mulai dari tekstur lembut hingga kasar, Mama juga harus memahami tahap-tahapnya.
  • Unsur bau tidak mempengaruhi selera si kecil hingga usianya menginjak 5 tahun. Bau menyengat dari makanan tidak serta merta menghilangkan selera makan si kecil.

Mama, selamat berlatih mengenalkan rasa pada si kecil!  

Sumber:

  1. http://www.healthychildren.org/English/ages-stages/prenatal/decisions-to-make/pages/Finding-a-Pediatrician.aspx?nfstatus=401&nftoken=00000000-0000-0000-0000-000000000000&nfstatusdescription=ERROR%3a+No+local+token
  2. http://www.babyzone.com/pregnancy/prenatal-care/choosing-doctor-new-baby_70949
Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+