Setelah cuti melahirkan selesai dan Mama mulai kembali bekerja, tidak hanya Mama yang harus membiasakan diri dengan jadwal dan kebiasaan memompa ASI. Si kecil pun harus dibiasakan untuk minum ASI dari botol, karena tidak semua bayi melakukan transisi ke botol bayi dengan mudah.  

Masa Awal Pengenalan

Saat yang paling tepat untuk mengajarkan si kecil untuk minum ASI dari botol adalah saat dia berumur antara 3 – 6 minggu. Untuk menghindari bingung puting (nipple confusion), hindari memberikan ASI dengan botol sebelum si kecil berumur 3 minggu. Sebaiknya Mama mulai mengajarkan si kecil minum ASI dari botol paling lambat 2 minggu sebelum Mama kembali bekerja. Susui si kecil secara bergantian antara menyusui langsung dengan menyusui dari botol agar dia terbiasa dengan perbedaan antara puting Mama dan dot bayi.

Bayi kecil Mama sudah cukup pintar untuk mengetahui bahwa Mama mampu memberikan ASI dari kemasan aslinya, jadi biasanya dia tidak akan mau minum ASI dari botol bila Mama yang memberikannya.

Minta bantuan kepada Papa, anggota keluarga lain, atau baby sitter atau orang yang akan menjaga si kecil saat Mama bekerja untuk memberikan ASI dari botol kepada si kecil. Umumnya bayi memang akan menolak saat Mama meminumkan ASI dari botol, tapi kadang mereka tidak keberatan bila ASI dalam botol itu diberikan oleh orang lain. Saat menyusui dari botol, cobalah berbagai posisi yang berbeda. Ada bayi yang suka menyusui dari botol dengan posisi yang sama seperti saat dia menyusui langsung, tapi ada juga yang menganggap menyusui dari botol sebagai kegiatan yang benar-benar berbeda dengan saat menyusui dengan Mama.

Salah satu posisi yang bisa dicoba adalah menyusui sambil menggendong si kecil. Selain itu, saat si kecil menyusui dari botol, atur posisi si kecil dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi dari badannya. Hindari menyusui si kecil dari botol saat dia terbaring, karena air susu bisa masuk ke bagian tengah telinga dan menyebabkan infeksi telinga. Hal terpenting yang harus Mama ingat adalah jangan pernah meninggalkan si kecil minum ASI dari botol tanpa pengawasan orang dewasa untuk menghindari resiko tersedak.  

Dot yang Paling Baik Salah satu hal yang perlu diperhatikan saat membiasakan si kecil menyusui dari botol adalah pemilihan dot. Saat pertama kali memperkenalkan si kecil dengan botol ASI, gunakanlah dot untuk newborn (newborn nipple), karena tipe dot ini mengalirkan ASI dengan lebih lambat.

Pada dasarnya menyusui langsung lebih sulit dari menyusui dari botol, jadi pemberian ASI dari botol dengan dot dengan aliran yang cepat akan meningkatkan resiko nipple confusion, karena si kecil akan terbiasa menyusui dengan mudah dan menolak menyusui langsung dari Mama. Selain itu, dot dengan aliran yang cepat meningkatkan resiko overfeeding, karena si kecil akan kewalahan menerima aliran ASI sehingga dia tidak bisa mengontrol kapan dia harus berhenti karena kenyang.

Mama bisa mengecek kecepatan aliran dot si kecil dengan memperhatikan tetesan ASI yang keluar dari dot saat botol dibalikkan. Kecepatan aliran yang bisa dengan mudah dikendalikan oleh si kecil adalah satu tetes ASI setiap detik.

Cobalah berbagai dot dari jenis bahan yang berbeda-beda untuk mengetahui mana yang paling cocok dengan si kecil. Untuk membantu si kecil membiasakan diri dengan dot karet, coba hangatkan dot dengan air hangat atau bahkan mendinginkan dotnya di kulkas bila si kecil sedang tumbuh gigi.

Biasakan si kecil untuk menghisap dengan sebagian besar dot berada di dalam mulutnya (posisi dot seperti posisi puting Mama saat menyusui), agar si kecil tidak menjadi malas dan hanya menghisap ASI dari ujung dot saja. Kalau si kecil terbiasa posisi menghisap ini bahkan pada saat menyusui langsung dari Mama, puting Mama bisa menjadi lecet dan sakit.  

Cara Pemberian ASI Yang Lain

Bila si kecil kesulitan membiasakan diri menyusui ASI dari botol, ada beberapa cara pemberian ASI lain yang bisa Mama coba, di antaranya:

  • Suapi si kecil dengan memberikan ASI sedikit demi sedikit dengan sendok
  • Pipet (alat tetes yang sering digunakan untuk memberikan obat untuk bayi) juga bisa digunakan untuk memberikan ASI untuk si kecil.

Bila si kecil masih tetap menolak ASI selain dari menyusui langsung dari Mama, jangan menyerah mencari cara lain untuk tetap memberikan ASI eksklusif untuk si kecil. Mungkin Mama bisa mengusahakan agar si kecil bisa ‘mengunjungi’ Mama di kantor pada jam tertentu di kantor untuk menyusui. Mama juga bisa mencari day care (penitipan anak) yang dekat dengan kantor Mama agar Mama bisa mengunjungi si kecil untuk menyusuinya secara langsung.

Bila si kecil hampir berumur 6 bulan, Mama juga bisa memberikan ASI yang dicampur dengan makanan bayi pada siang hari. Selain itu, terus coba memberikan ASI kepada si kecil dengan botol. Bayi kecil Mama ini masih suka berubah pendirian, jadi jangan kaget kalau tiba-tiba suatu hari dia bisa menyusui dari botol tanpa masalah.

Selamat mencoba!  

Sumber: http://www.workandpump.com/bottles.htm http://www.askdrsears.com/topics/breastfeeding/faqs/getting-baby-take-bottle

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+