Normalnya, Ibu akan menjalani masa kehamilan normal selama 37 hingga 40 minggu. Namun, beberapa hal bisa menyebabkan Ibu melahirkan si Kecil dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu atau yang disebut dengan kelahiran prematur. Untuk mencegah si Kecil lahir prematur, Ibu bisa lakukan tips berikut ini.

  1. Menjaga kondisi fisik agar selalu sehat dengan berolahraga

Ibu yang mengalami komplikasi di masa kehamilan seperti hipertensi atau preeklampsia, anemia, diabetes, pembekuan darah, atau infeksi akan meningkatkan risiko melahirkan si Kecil secara prematur. Kondisi obesitas atau berat badan berlebih juga dapat meningkatkan kelahiran prematur. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk menjaga kondisi fisik agar selalu sehat dan berat badan tetap normal sepanjang kehamilan. Salah satu caranya adalah dengan rutin berolahraga. Berolahraga rutin di masa kehamilan akan meningkatkan fungsi kerja jantung, melancarkan sistem peredaran darah, dan meningkatkan sistem imun tubuh sehingga Ibu terhindar dari risiko stres dan komplikasi kehamilan yang memicu kelahiran prematur. Ibu juga disarankan untuk rutin berolahraga sejak sebelum hamil untuk menjaga berat badan agar tidak obesitas.

  1. Menerapkan gaya hidup sehat

Masa kehamilan merupakan masa di mana Ibu harus menerapkan gaya hidup sehat. Selain dengan berolahraga, Ibu juga harus mengatur pola makan yang baik, rutin mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi, menghentikan kebiasaan merokok, menghindari minum minuman berkafein dan tidak tidur larut malam. Dengan menerapkan gaya hidup sehat tersebut Ibu akan tetap bugar sepanjang masa kehamilan sehingga tercegah dari komplikasi kehamilan yang memengaruhi kelahiran prematur, seperti penyakit diabetes, hipertensi atau preeklampsia, dan anemia.

  1. Menjaga kondisi psikologis Ibu agar tidak stres

Jika selama kehamilan Ibu kerap merasa cemas, gelisah, stres hingga memicu depresi, maka kemungkinan Ibu untuk mengalami kelahiran prematur akan semakin meningkat. Hal ini terjadi karena saat stres, tubuh Ibu melepas triptase dan CRH, dua hormon yang dapat mengganggu perkembangan janin dan plasenta sehingga menghambat penyaluran nutrisi dan oksigen ke janin. Akibatnya, si Kecil berisiko mengalami cacat dan lahir prematur.

 

Sumber:

  1. World Health Organization. Preterm Birth. Fact Sheet. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs363/en/
  2. The American Congress of Obstetricians and Gynecologists. Tobacco, Alcohol, Drugs and Pregnancy.https://www.acog.org/Patients/FAQs/Tobacco-Alcohol-Drugs-and-Pregnancy
Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+