Kontraksi palsu merupakan salah satu gejala yang kerap dialami Ibu saat usia kehamilan memasuki trimester ketiga. Kontraksi palsu yang juga dikenal sebagai kontransi Braxton Hicks ini adalah kondisi di mana Ibu seperti mengalami kontraksi sebenarnya, yakni rahim yang mengencang seperti diremas lalu kembali normal.

Gejala kontraksi palsu memang sulit dibedakan dari kontraksi normal. Namun, tidak seperti kontraksi normal yang membuat serviks atau leher rahim menipis sekaligus melebar untuk mempersiapkan jalur keluar si Kecil, kontraksi palsu tidak menimbulkan perubahan apapun pada leher rahim. Kontraksi palsu biasanya terjadi saat Ibu menjalani kehamilan trimester tiga. Namun sebelum usia kehamilan menginjak usia 37 minggu, kontraksi palsu terjadi secara tidak teratur dan tidak menimbulkan sakit atau nyeri yang berarti.

Ibu yang sedang memasuki masa kehamilan trimester ketiga sebaiknya mengetahui bagaimana membedakan kontraksi Braxton Hicks dengan kontraksi asli, dengan cara mengenali gejala kontraksi palsu seperti berikut:

  • Kontraksi palsu tidak terjadi dalam waktu yang lama sementara kontraksi asli terjadi terus menerus dengan frekuensi teratur
  • Kontraksi palsu terjadi secara tidak teratur dan akan segera hilang setelah beberapa saat
  • Kontraksi asli akan semakin membuat Ibu merasa nyeri, sementara nyeri saat kontraksi palsu akan berangsur-angsur reda
  • Nyeri yang dirasa saat kontraksi palsu adalah pada bagian bawah perut (rahim), sementara nyeri saat kontraksi asli terasa di bagian bawah punggung
  • Nyeri saat kontraksi palsu dipengaruhi oleh posisi tubuh atau aktivitas yang saat itu sedang Ibu lakukan
  • Kontraksi asli biasanya diikuti dengan keluarnya darah bercampur dengan cairan kental (seperti keputihan), sementara kontraksi palsu tidak
  • Kontraksi asli disertai dengan pecahnya cairan ketuban yang terus mengalir keluar. Jika Ibu kontraksi lalu cairan yang keluar berbau dan kemudian alirannya berhenti, kontraksi tersebut merupakan kontraksi palsu.

Dari ciri kontraksi palsu di atas, Ibu disarankan untuk mengecek apakah gejala kontraksi yang Ibu rasakan merupakan gejala kontraksi sungguhan atau tidak dengan cara berpindah posisi atau mengubah aktivitas yang sedang dilakukan. Selain itu, Ibu perlu waspada bahwa kontraksi palsu dapat terjadi jika tubuh mengalami dehidrasi atau saat kandung kemih menyimpan banyak cairan kencing.

 

Sumber:

Heidi Murkoff, Sharon Mazel. What To Expect When You’re Expecting. Braxton Hicks Contractions. New York: Workman Publishing, 2008. Page 311-314

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+