Pada dasarnya semua wanita hamil memiliki resiko untuk melahirkan secara prematur. Tapi resiko ini meningkat pada sebagian wanita dibandingkan wanita hamil lainnya. Beberapa penyebab meningkatnya resiko ini telah dikonfirmasi oleh ilmu pengetahuan, tapi belum ada jawaban yang memberikan jawaban pasti wanita hamil mana yang akan melahirkan secara prematur. Tapi setidaknya Mama perlu mengetahui hal-hal yang membuat resiko melahirkan prematur menjadi meningkat.

Faktor Kondisi Penyebab Kelahiran Prematur

Ada 3 kelompok wanita hamil yang memiliki resiko lebih besar untuk melahirkan secara prematur, yaitu:

  1. Wanita yang mengandung bayi kembar, bayi kembar tiga, atau lebih
  2. Wanita yang sudah pernah melahirkan secara premature
  3. Wanita dengan keadaan janin yang bermasalah atau tidak normal

Faktor Gaya Hidup Penyebab Lahir Prematur

Selain tiga hal di atas, beberapa penelitian juga menemukan bahwa beberapa gaya hidup tertentu juga berperan dalam meningkatkan resiko melahirkan secara prematur, misalnya:

  1. Wanita hamil dengan perawatan kehamilan yang terlambat atau bahkan tanpa perawatan kehamilan sama sekali
  2. Merokok
  3. Mengkonsumsi minuman beralkohol
  4. Menggunakan obat-obatan terlarang
  5. Mengalami kekerasan rumah tangga, baik secara fisik, emosional, maupun seksual
  6. Tidak mendapatkan dukungan sosial yang cukup
  7. Mengalami stress tinggi
  8. Memiliki jam kerja yang panjang yang mengharuskan Mama berdiri dalam waktu yang lama
  9. Pendapatan rendah secara ekonomi

Faktor Kesehatan Penyebab Bayi Lahir Prematur

Beberapa faktor kesehatan yang dialami selama kehamilan juga bisa meningkatkan resiko wanita untuk melahirkan secara prematur. Penelitian terbaru mengungkapkan teori bahwa kelahiran prematur disebabkan oleh respon alamiah tubuh Mama terhadap infeksi bakteri tertentu. Masalah kesehatan yang bisa menyebabkan kelahiran prematur di antaranya adalah:

  1. Ketuban pecah terlalu dini
  2. Infeksi saluran kencing, infeksi yang ditularkan dari hubungan intim, dan jenis infeksi lainnya.
  3. Infeksi pada vagina. Penelitian mengungkapkan bahwa infeksi Bacterial Vaginosis (BV) yang umum terjadi bisa meningkatkan resiko wanita hamil melahirkan prematur sampai 2 kali lipat. BV dialami oleh 12-22% wanita hamil dan disebabkan oleh terlalu banyaknya bakteri yang biasa terdapat pada vagina. Untungnya ada perawatan yang aman dan mampu menurunkan resiko kelahiran prematur. Bila Mama mengalami masalah infeksi ini, berkonsultasilah kepada dokter kandungan Mama.
  4. Infeksi pada membran rahim. Penelitian menunjukkan bahwa infeksi bakteri yang mempengaruhi air ketuban dan membran rahim bisa meningkatkan resiko kelahiran prematur. Untungnya bila penyakit ini terdeteksi dini bisa diatasi dengan antibiotik yang aman bagi Mama dan bayi
  5. Tekanan darah tinggi
  6. Diabetes
  7. Masalah penyumbatan pembuluh darah
  8. Memiliki masalah kurang berat badan sebelum kehamilan
  9. Obesitas
  10. Jarak waktu antara 2 kehamilan yang terlalu singkat (kurang dari 6-9 bulan antara melahirkan dengan awal kehamilan berikutnya)
  11. Masalah cacat lahir pada bayi
  12. Pendarahan melalui vagina
  13. Penyakit pada gusi. Wanita hamil dengan masalah parah pada gusinya memiliki resiko lebih tinggi untuk melahirkan secara prematur. Sayangnya, pengobatan untuk penyakit pada gusi tidak disarankan bagi wanita hamil. Jadi bila Mama mengalami gejala penyakit pada gusi Mama seperti gusi berdarah ataupun gigi copot, berkonsultasilah pada dokter gigi untuk mencari solusi perawatan yang aman selama kehamilan Mama

Mengenali Gejala Kelahiran Prematur

Bila Mama mengalami salah satu dari faktor penyebab meningkatnya resiko melahirkan prematur yang disebutkan di atas, sebaiknya Mama membekali diri dengan pengetahuan mengenai gejala kelahiran premature. Bila Mama mengalami gejala berikut ini sebelum kandungan Mama berumur 37 minggu, berarti Mama mengalami gejala kelahiran prematur:

  1. Kontraksi rahim yang terjadi tiap 10 menit sekali atau lebih sering, dengan jarak antar kontraksi yang semakin lama semakin singkat dan dengan intensitas yang semakin meningkat
  2. Kram di perut bagian bawah seperti saat Mama sedang datang bulan
  3. Tekanan pada bagian pinggul yang datang dan pergi, sehingga terasa seperti bayi dalam kandungan Mama sedang mendorong ke bawah
  4. Sakit punggung di bagian bawah pinggul yang terasa terus menerus ataupun datang dan pergi
  5. Peningkatan pengeluaran cairan dari vagina, atau keluarnya cairan dari vagina yang cenderung encer, mengandung sedikit darah, ataupun berlendir.

Pada dasarnya cara terbaik untuk mencegah kelahiran prematur adalah dengan menjaga kesehatan Mama dan si kecil dalam kandungan Mama semaksimal mungkin. Semoga upaya Mama untuk menjaga kesehatan terbayar dengan proses kelahiran yang normal dan tanpa masalah.

 

Sumber:

  • http://health.howstuffworks.com/pregnancy-and-parenting/pregnancy/labor-delivery/preventing-premature-labor.htm
  • http://health.howstuffworks.com/pregnancy-and-parenting/pregnancy/labor-delivery/preterm-labor-are-you-at-risk.htm    
Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+