Ditulis oleh: Anna Surti Ariani, S.Psi.,M.Si., Psikolog

Kehamilan merupaan hal yang sangat menggembirakan bagi siapapun yang menerima kabar tersebut. Namun, pada beberapa kasus kehamilan sering kali menyebabkan masalah. Misalnya saja, kesempatan bekerja terhambat akibat hamil, seperti para Mama yang bekerja di pertambangan atau laboratorium tertentu.

Ada beberapa masalah yang dapat berpengaruh secara psikologis kepada Mama hamil yang bekerja:

1. Hambatan kerja karena sifat fisik pekerjaan

Mama yang pekerjaannya adalah pekerjaan berat (misalnya saja harus mengangkat barang berat seperti pertambangan, harus berdiri lama misalnya seperti kasir, ada getaran hebat misalnya dari mesin pabrik) atau bekerja di sekitar zat beracun (misalnya bekerja di laboratorium atau salon), mungkin tak bisa bekerja saat hamil, karena dapat membahayakan kehamilan. Jika perusahaan cukup mendukung kehamilan, Mama bisa dipindahkan ke bagian lain dulu. Akan tetapi, jika perusahaan tidak mendukung mungkin akan lebih baik jika Mama mengundurkan diri dari pekerjan selama kehamilan.

2. Hambatan kerja karena kondisi kehamilan

Karena kondisi kehamilan Mama harus memendekkan jam kerja atau mengambil cuti lebih panjang dari semestinya, dan hal ini bisa jadi dipermasalahkan oleh atasan atau perusahaan jika tidak dibicarakan dengan baik. Misalnya saja jika Mama mengalami morning sickness di kantor sehingga bisa mempengaruhi kinerja mama di kantor. Selain itu, pekerjaan yang memberikan tuntutan target yang tinggi pun dapat menimbulkan kecemasan jika tidak mencapai target Mama.

Nah, untuk mengatasinya dan membuat mama bekerja lebih nyaman pastikan kondisi fisik tetap baik dengan mencermati apa yang Mama makan, yaitu makanan dan minuman yang bergizi. Selain itu, Mama juga perlu beristirahat secara cukup dan olahraga sesuai anjuran dokter.

3. Bagaimana kalau tantangan yang dihadapi mama sifatnya lebih psikologis?

Nah, ada beberapa ha lain yang dpaat dilaukan agar Mama tetap sukses bekerja walaupun hamil:

  • Usahakan berfikir positif dan menjalin hubungan baik secara tulus dengan atasan dan rekan kerja, walaupun mereka bersikap tak menyenangkan. Berfikir positif dan bersikap tulus mungkin tak menyebabkan perubahan sikap mereka, tapi akan memberikan manfaat terbaik bagi mereka.
  • Bertanyalah kepada rekan kerja yang pernah mengalami kehamilan. Tentang pengalaman hamil mereka selama bekerja, cara tetap bekerja penuh ketika sedang kelelahan atau mengalami keluhan lin, cara menghadapi rekan kerja yang kurang bersahabat dan atasan yang kurang support terhadap kehamilan.
  • Cari informasi dari berbagai sumber tentang hak Mama sebagai wanita bekerja yang sedang hamil. Contohnya saja berapa lama Mama berhak cuti, sejak kapan ijin cuti perlu disampaikan dan kepada pihak mana saja, apa saja yang berhak Mama dapatkan selama cuti, dan lain-lain. Apabila¬† Mama mengetahui hak Mama maka Mama dapat lebi tegas untuk mempertahankan hak tersebut.

Tetaplah berusaha bekerja sebaik-baiknya, namun kenali keterbatasan Mama dan jangan terlalu memaksa diri. Mama tetap perlu ingat bahwa Mama perlu menjaga kehidupan si kecil di dalam rahim.

Semoga tips di atas membantu dan menjadikan Mama tetap efektif bekerja selama kehamilan. 

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+