Ditulis oleh: Budiarti

Kenaikan berat badan saat hamil memang merupakan sesuatu  yang tidak dapat dihindari oleh Ibu dan termasuk hal yang normal terjadi. Maka  mama harus memperhatikan kenaikan berat badan agar tidak terjadi kenaikan berat badan yang berlebih yang tentunya akan menimbulkan   penyakit yang dapat membahayakan kesehatan mama dan janin 

Ibu hamil yang mengalami obesitas akan berisiko mengalami beberapa penyakit seperti hipertensi, diabetes saat hamil, bayi lahir prematur, bayi lahir cacat, bayi lahir obesitas . Agar mama tetap sehat selama hamil tanpa mengalami obesitas, maka mama harus dapat menjaga asupan nutrisi dengan pola makan nutrisi seimbang. Bila mama merasa mengalami obesitas, maka untuk mengatur asupan makanannya sebaiknya mama berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan mama, dan sebaiknya jangan mengurangi  asupan nutrisi tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mama

Tanpa melihat berat badan mama kurus atau obesitas, nutrisi yang penting selama hamil adalah  asam folat yang berfungsi untuk pembentukan otak dan mencegah cacat bawaan pada susunan saraf pusat  sebanyak 600 mcg selama hamil.  Asam folat dapat diperoleh di dalam suplemen khusus Ibu hamil, makanan sayuran berdaun hijau, buah jeruk , kacang yang dikeringkan dan kacang polong serta sereal  yang sudah diperkaya dengan asam folat. Selain asam  folat, nutrisi lain yang harus tetap dikonsumsi adalah  kalsium sebanyak 950 mg yang berfungsi untuk pembetukan tulang dan gigi,  71 gram protein berfungsi untuk membentuk/ membangun sel sel baru dan bahan pengatur seperti hormon serta  2,6 mg zat besi per ini berfungsi untuk mencegah anemia

Tambahan kalori bagi Ibu selama hamil adalah sebanyak 300 Kalori per hari, bila mama mengonsumsi makanan sesuai dengan pola nutrisi seimbang, maka  tidak akan menyebabkan kelebihan berat badan

Parameter untuk menilai berat badan ideal dapat ditentukan dengan IMT. IMT adalah Indeks Massa Tubuh, cara menghitungnya adalah : berat badan (kg) dibagi dengan tinggi badan (m)2

Dianggap kurus bila mama mempunyai IMT < 18,5 ; dan bila berat mama normal IMT = 18,5 – 24,9 serta  bila IMT  mama adalah 25 – 29,9 maka mama dianggap kegemukan

Kenaikan berat badan selama hamil untuk mama yang kurus adalah 12,5 kg – 18 kg sedangkan mama dengan berat badan normal adalah antara 11,5 kg – 16 kg.

Berikut ini berbagai risiko komplikasi yang dihadap Ibu jika terjadi kelebihan berat badan selama kehamilan.

  1. Diabetes gestational, yang terjadi karena adanya kelebihan berat badan selama hamil dan baru muncul saat hamil.
  2. Preeklamsia yang merupakan kondisi tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan organ-organ lain dalam tubuh, seperti ginjal.
  3. Terjadinya infeksi, terutama infeksi saluran kencing atau infeksi setelah melahirkan.
  4. Kehamilan yang tertunda persalinannya.
  5. Masalah saat bersalin sehingga diperlukan induksi bersalin.
  6. Pilihan untuk melakukan operasi Caesar  lebih besar pada  Ibu yang mempunyai  kelebihan berat badan.
  7. Tingginya kemungkinan mengalami keguguran.

Untuk menghindari kelebihan berat badan selama kehamilan, berikut ini beberapa hal yang dapat Ibu lakukan.

  1. Sebaiknya dalam mempersiapkan kehamilan perhatikan juga berat badan mama dengan menghitung Indeks Massa Tubuh, sehingga mama dapat menjaga kenaikan berat badan selama hamil dan tentunya dapat mengatur asupan makanan mama agar mama sehat selama hamil.
  2. Selama hamil, konsumsi sekitar 150 ekstra kalori di trimester pertama dan 500 kalori ekstra di trimester kedua dan ketiga. Makanlah dalam porsi kecil dan dengan frekuensi sering, berisikan protein, buah (buahberi, jeruk, apel, piri) serta sayuran. Pilih juga camilan sehat di antara waktu-waktu makan sehat seperti selai kacang rebus , yogurt atau pun buah buahan  
  3. Perbanyak asupan air, setidaknya 8 gelas dalam sehari, bahkan lebih. Air dapat mencegah dehidrasi serta dapat mengatasi sembelit. Karenanya, selalu sediakan air di sekitar Ibu dan tambahkan irisan buah agar tidak membosankan.
  4. Pilih jenis asupan karbohidrat kompleks seperti nasi merah,  roti  gandum serta pasta gandum utuh. Selain lebih bernutrisi, karbohidrat ini juga membantu Ibu merasa kenyang lebih lama.
  5. Mulailah rutinkan kegiatan berjalan kaki. Menurut pimpinan Kongres Obstetridan Ginekologi Amerika, Jeanne Conry, berjalan selama 10 menit setiap harinya dan secara perlahan ditambah sampai mencapai 30 menit per hari pada akhir trimester pertama dapat membantu menjaga Ibu tetap pada kenaikan berat badan yang sehat.
  6. Perhatikan penambahan berat badan mama setiap bulannya, dan jaga asupan nutrisi seimbang agar berat badan  selama hamil tetap terjaga, sehingga  mama merasa nyaman dengan kehamilannya, karena kenaikan berat badan mama selama hamil ini normal.
  7. Setelah melahirkan, menyusui dapat membantu menurunkan berat badan  tubuh Ibu secara sehat. Pemberian ASI adalah cara terbaik untuk  menurunkan berat badan karena dapat membakar total 500 kalori per hari. 
Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+