Waktu terbaik untuk memulai Baby-Led Weaning adalah ketika keluarga berkumpul di meja makan.

Apa itu baby-led weaning?

Baby-led weaning (BLW) artinya men-skip pemberian MPASI berbentuk puree yang disuapkan pada si kecil, serta memberi kesempatan padanya untuk memegang dan menyuap makanannya sendiri. Banyak orang tua yang ternyata sudah menjalani BLW tanpa disadari. Biasanya terjadi pada anak kedua atau setelahnya. Karena bayi cenderung senang meniru kakaknya, mereka sering mencoba mengambil makanan di piring kakaknya dan makan sendiri seperti yang dilakukan kakaknya.

Bagaimana memulai BLW?

Jika Mama ingin mencoba BLW, tawarkan berbagai jenis finger-foods yang bergizi pada si kecil, sesuai usianya. Waktu terbaik untuk memulainya adalah sewaktu seluruh keluarga berkumpul di meja untuk makan. Sediakan finger-foods yang mudah dipegang si kecil, misalnya brokoli kukus. Sewaktu si kecil belajar makan makanan padat pertamanya, dia cenderung masih sulit untuk menjumput makanan. Karena itu jangan berikan makanan yang dipotong terlalu kecil. Awalnya mungkin si kecil hanya akan bermain-main dengan makanannya, dimasukkan ke dalam mulut dan diisap. Tetap tawarkan ASI semaunya di antara waktu makan. Ketika dia mulai makan dengan jumlah yang lebih banyak, konsumsi ASI-nya akan cenderung menurun.

Apa keuntungan BLW?

BLW memberikan kesempatan pada bayi untuk mengeksplor makanannya sendiri. Artinya, mereka akan lebih cepat menerima berbagai jenis tekstur makanan. Para Mama yang sudah mencoba BLW mengatakan bayi mereka tidak pernah menolak makan apa pun yang disediakan. Meskipun demikian, belum banyak riset resmi yang dilakukan mengenai BLW. Salah satu riset menunjukkan bahwa bayi yang diperbolehkan memegang/menyuap makanannya sendiri lebih mudah untuk diikutsertakan dalam makan bersama sekeluarga dan mereka juga lebih cepat bisa menerima table-food (makanan yang sama dengan yang dimakan oleh keluarga). Bayi yang masih diberikan makanan bertekstur lunak setelah berusia 10 bulan biasanya akan menolak untuk naik tekstur dan mencoba jenis makanan baru. Selain itu, BLW juga menghemat waktu, karena mama tidak perlu menyediakan puree.

Apa sisi negatif dari BLW?

  • Semua Mama yang mencoba BLW pasti setuju bahwa proses ini sangat berantakan dan akan banyak makanan yang terbuang.
  • Bayi Mama mungkin akan menemukan kesulitan untuk mengunyah beberapa jenis makanan, apalagi ketika belum tumbuh gigi. Misalnya daging merah, yang sesungguhnya adalah sumber zat besi. Sejak umur 6 bulan, bayi Mama mulai membutuhkan zat besi dari asupan makanannya, karena kandungan zat besi dari ASI sudah tidak mencukupi.
  • Lebih mudah untuk mengetahui berapa banyak makanan yang masuk ketika Mama menyuapi si kecil. Saran terbaik adalah mengombinasikan pemberian MPASI dengan puree sekaligus memberikan finger-foods kepada bayi.

Apakah bayi akan tersedak?

Bisa dimaklumi jika Mama khawatir tentang bahaya tersedak (choking). Para pelaku BLW mengatakan bahwa selama bayi sudah bisa duduk tegak, mereka tidak akan tersedak. Ketika bayi bisa mengontrol jumlah makanan yang masuk ke dalam mulut dan menelannya, artinya resiko tersedak menjadi minimal. Tentu harus mama ingat, jangan tinggalkan bayi makan tanpa diawasi.

Apakah ada kondisi khusus mengapa Mama sebaiknya tidak mencoba BLW?

Sebaiknya Mama konsultasikan dengan dokter anak sebelum memutuskan untuk mencoba BLW, jika kondisinya:

  • Ada sejarah alergi, masalah pencernaan atau tidak bisa menolerir jenis makanan tertentu
  • Bayi mama memiliki kebutuhan khusus dan tidak bisa mengunyah makanan dengan baik atau kesulitan mengambil dan menaruh makanan ke dalam mulutnya
  • Bayi mama prematur

Source: http://www.babycentre.co.uk/a1007100/baby-led-weaning  

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+