Berbicara soal mitos dan fakta kehamilan memang menjadi hal menarik untuk para Ibu. Demi perkembangan si Kecil di dalam kandungan, Ibu selalu mencari tahu dan memberikan yang terbaik. Namun, tidak sedikit Ibu yang tertukar antara informasi mitos dan fakta kehamilan dan menelan bulat-bulat informasi yang ternyata hanya mitos. Meskipun tidak semua mitos salah, Ibu perlu perbanyak pengetahuan supaya bisa memilih informasi yang bermanfaat.

Salah satu gejala kehamilan yang masih dipertanyakan kebenarannya adalah mudah lupa saat hamil atau Momnesia. Pernahkah Ibu mengalaminya? Louann Brizendine, MD, Direktur Women's Mood and Hormone Clinic, University of California, San Francisco mengatakan selama masa kehamilan hormon progesteron dan estrogen mempengaruhi otak sebanyak 15-40 kali. Hormon tersebut memengaruhi semua jenis neuron di otak, ruang memori dan aktivitas neurontransmitter.

Benar adanya ketika Ibu hamil bisa mengalami Momnesia. Saat Ibu beranjak dari sofa dan secara tiba-tiba tidak ingat apakah Ibu ingin mengambil sesuatu atau hendak pergi ke ruangan lain. Hal tersebut bisa terjadi 5-10 kali sehari pada Ibu hamil. Meskipun Ibu terbiasa mengerjakan banyak kegiatan dalam satu waktu, Ibu juga bisa mengalami kesulitan berkonsentrasi saat hamil. Namun, Ibu tidak perlu khawatir karena mudah lupa saat hamil atau Momnesia adalah gejala kehamilan yang normal.

Bagaimana cara mengatasi Momnesia?

  • Saat Ibu lupa akan sesuatu, tenanglah. Tarik nafas yang dalam dan buang perlahan. Tetap rileks supaya Ibu tidak stres karena stres bisa memperburuk kondisi psikologis Ibu dan berpengaruh pada tumbuh kembang si Kecil di dalam kandungan.
  • Cobalah membuat catatan barang apa saja yang Ibu hendak beli atau list kegiatan Ibu setiap hari untuk memudahkan Ibu untuk mengingat berbagai keperluan.
  • Perhatikan kembali asupan nutrisi Ibu. Perbanyak makanan yang mengandung kolin dari kuning telur karena tidak hanya baik untuk fungsi otak Ibu, tetapi juga sangat baik untuk meningkatkan fungsi otak si Kecil. Selain kolin, Ibu juga perlu memenuhi kebutuhan nutrisi omega 3 dari ikan laut yang juga mendukung fungsi otak Ibu dan si Kecil.
  • Untuk mendukung kembali aktivitas neurontransmitter sehingga Ibu tidak mudah lupa, cobalah konsumsi makanan yang mengandung PABA (Para-AminoBenzoic Acid), seperti hati dan biji-bijian. Selain PABA, Ibu juga bisa mengonsumsi makanan yang mengandung serotonin, seperti daging ayam, kacang-kacangan, biji bunga matahari, telur dan buah kiwi.
  • Tidak melupakan nutrisi utama yang dibutuhkan Ibu dan si Kecil selama kehamilan, yaitu asam folat, vitamin D, zat besi dan kalsium.

 

 

Sumber:

Dr. Fikawati, Sandra, dkk. 2015. Gizi Ibu dan Bayi. Jakarta: Rajawali Pers.


Health Supplements Nutritional Guide. PABA. http://www.healthsupplementsnutritionalguide.com/paba/ (diakses pada 16 Februari 2017).


Mann, Denise. 2014. Pregnancy Brain: Myth or Reality?. http://www.webmd.com/baby/features/memory_lapse_it_may_be_pregnancy_brain#2 (diakses pada 18 Januari 2017).


What To Expect. 2014. Forgetfulness During Pregnancy or Pregnancy Brain. http://www.whattoexpect.com/pregnancy/symptoms-and-solutions/forgetfulness.aspx (diakses pada 18 Januari 2017).


Wolf, Maura. 2015. List of Foods with Serotonin. http://www.livestrong.com/article/288554-list-of-foods-with-serotonin/ (diakses pada 16 Februari 2017).

306/5/2017

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+