ASI adalah makanan yang terbaik untuk bayi. Pemberian ASI tanpa makanan apapun untuk si Kecil dari lahir hingga usia enam bulan disebut dengan pemberian ASI eksklusif. ASI eksklusif sangat dianjurkan bagi Ibu agar si Kecil tumbuh sehat dan tidak mudah sakit.

Saat menyusui, ASI merupakan satu satunya sumber nutrisi bagi si Kecil sehingga Ibu harus benar-benar memerhatikan asupan nutrisi agar Ibu dan si Kecil sehat. Kebutuhan nutrisi Ibu di masa menyusui lebih besar dibandingkan saat Ibu sedang hamil, seiring dengan semakin besarnya kebutuhan energi Ibu yang juga meningkat. Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2013, kebutuhan energi Ibu menyusui adalah 330 kkal/hari. Kebutuhan energi tersebut Ibu bisa cukupi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung makronutrisi, yang terdiri dari protein, lemak dan karbohidrat.

Asupan protein sangat penting untuk Ibu menyusui karena protein berfungsi untuk proses sintesis hormon prolaktin dan oksitosin yang membuat ASI keluar dengan lancar. Untuk itu, Ibu sebaiknya mengonsumsi makanan yang mengandung protein, baik protein hewani maupun nabati. Protein hewani bisa didapat dari susu, daging ayam, daging sapi dan ikan, sementara protein nabati bisa Ibu dapatkan dari jenis kacang kacangan, contohnya kacang tanah atau kacang merah.

Selain nutrisi makro, di masa menyusui ini Ibu harus memenuhi asupan nutrisi mikro. Meski diperlukan dalam jumlah kecil, mikronutrisi sangat penting untuk membantu proses metabolisme yang lebih baik. Nutrisi mikro yang Ibu perlukan berupa zat besi, asam folat, vitamin D, vitamin A, vitamin C dan kalsium.

Zat besi merupakan unsur penting dalam pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah. Berdasarkan AKG 2013, di masa menyusui kebutuhan zat besi Ibu meningkat sebanyak 6 mg/hari. Ibu bisa mendapatkan asupan zat besi dari hati ayam, sayuran hijau seperti bayam dan juga buah alpukat. Jangan lupa mengkonsumsi vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi ya, Ma.

Selain zat besi, nutrisi mikro berupa asam folat pun perlu dikonsumsi untuk mengurangi risiko anemia megaloblatik. Ibu bisa mendapat asupan asam folat dari kacang kacangan dan juga daun katuk. Di masa menyusui, Ibu perlu mencukupi kebutuhan asam folat sebanyak 100 mcg/hari. Nutrisi lain yang perlu Ibu konsumsi adalah kalsium. Ibu bisa mendapat asupan kalsium dari susu, yoghurt, keju, ikan, kacang-kacangan dan sayuran hijau. Kalsium merupakan nutrisi penting untuk menghindarkan Ibu dari risiko penyakit osteoporosis atau pengeroposan tulang. Ibu juga perlu mengonsumsi vitamin D agar penyerapan kalsium semakin optimal. Vitamin D banyak terdapat dalam mentega, ikan dan susu. Untuk membuat vitamin D menjadi aktif, Ibu disarankan untuk berjemur di bawah matahari pagi.

JIka Ibu sudah mencukupi kebutuhan nutrisi seperti yang telah disebutkan, baik nutrisi makro maupun nutrisi mikro, jangan lupa untuk selalu penuhi kebutuhan cairan tubuh ya, Ma. Ibu membutuhkan tambahan asupan cairan di masa menyusui, sebanyak kurang lebih 12 gelas/hari. Asupan cairan ini bisa Ibu peroleh dari air putih, jus ataupun kuah sop dan sayur.

Happy breastfeeding, Ibu.

 

Sumber:

Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Sunita Almatsier – Jakarta Gramedia 2010 Phillips AJ.

Allen, LH. Anemia and Iron deficiency: Effects on pregnancy outcome. Am J Clin Nutr;2000.

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+