Nutrisi yang diterima bayi Mama selama tahun pertama sangat penting sebagai dasar bagi perkembangannya selama tahun-tahun berikutnya. Karena itu Mama harus menjaga kualitas ASI Mama sebagai satu-satunya sumber nutrisi bayi selama 6 bulan pertama, dan memberikan MPASI bergizi pada 6 bulan selanjutnya dan seterusnya.

Pada tahun pertama bayi, ada 3 tahapan pemberian makanan kepada bayi, yaitu:

1.     Masa menyusui

Sejak lahir sampai usia 4-6 bulan, bayi hanya mampu menghisap dan menelan cairan. Pada masa ini, sumber nutrisi terbaik untuk si kecil adalah ASI yang memberikan nutrisi protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan kalori dengan komposisi yang tepat. ASI juga mengandung enzim yang membantu pencernaan, serta antibodi yang melindungi bayi terhadap penyakit dan infeksi. Bayi yang mengkonsumsi ASI juga memiliki resiko alergi yang lebih rendah.

Bila bayi Mama tidak mengkonsumsi ASI, sebaiknya Mama memberikan susu formula yang mengandung zat besi selama 1 tahun pertama kehidupannya. Sedangkan bila Mama memberikan ASI kepada si kecil, susuilah dia 8-12 kali sehari. Bayi yang meminum ASI menyusui lebih sering karena ASI lebih mudah dicerna. Dengan bertambahnya usianya, maka frekuensi menyusui si kecil akan menurun. Jangan berikan susu sapi, susu kambing, ataupun susu kedelai buatan rumah kepada bayi berumur di bawah 1 tahun.

Produk susu tersebut mengandung kadar protein dan mineral yang terlalu tinggi, sehingga bisa membuat ginjal bayi bekerja terlalu keras dan mengakibatkan dehidrasi. Tunggu sampai bayi berumur 4-6 bulan sebelum memberikannya makanan padat ataupun makanan bayi, karena pencernaan bayi baru siap untuk mencerna makanan pada umur tersebut. Memberikan makanan padat terlalu dini pada bayi bisa menyebabkan diare, masalah pertumbuhan, serta meningkatkan resiko alergi. Selain itu, hindari pemberian madu kepada bayi Mama, baik dalam keadaan mentah ataupun telah dimasak, karena madu bisa mengandung spora dari bakteri yang menyebabkan botulisme.

2.     Masa Transisi

Masa ini dimulai saat bayi berumur antara 4 – 6 bulan. Pada masa ini, bayi sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa dia siap untuk mengkonsumsi MPASI, sehingga dia sudah bisa membedakan antara rasa lapar dan kenyang, mampu menelan makanan dari sendok, serta mampu mencerna protein dan lemak dengan lebih baik. Pada masa transisi, cadangan zat besi dalam tubuh bayi akan mulai berkurang.

Karena itu Mama sebaiknya memberikan MPASI yang kaya zat besi sebagai makanan padat pertama si kecil seperti sereal khusus bayi atau makanan bayi. Lalu ketika bayi berumur 7-9 bulan, Mama bisa menawarkan makanan lain seperti daging ayam yang kaya protein, serta sayuran. Makanan yang harus dihindari sampai si kecil berumur 1 tahun adalah beberapa bahan makanan yang beresiko alergi, seperti tomat, jus jeruk, kacang-kacangan, dan coklat. Hindari juga menambahkan garam pada makanan si kecil. Ukuran makanan yang Mama berikan kepada bayi Mama juga harus Mama perhatikan. Jangan berikan dia makanan dalam ukuran terlalu besar untuk menghindari resiko tersedak.

3.     Masa Dewasa

Periode ini dimulai saat bayi berumur 8 bulan ketika dia sudah mampu memakan makanan dengan jenis dan tekstur yang lebih bervariasi. Dia sudah bisa menikmati makanan yang sama dengan Mama, walaupun makanan tersebut tentunya harus dipotong dalam ukuran lebih kecil. Bila Mama akan menyajikan daging, pastikan daging tersebut telah dicincang sebelum diolah ataupun disajikan. Hindari pemberian makanan yang terlalu berbumbu ataupun yang ditambahkan garam.

Bila Mama akan menyajikan jenis makanan yang sama kepada bayi dan keluarga Mama, pisahkan makanan untuk bayi dengan makanan untuk anggota keluarga yang lain, setelah itu baru bumbui dan garami makanan untuk keluarga Mama. Makanan seperti teh, permen, minuman bersoda, jus buah dalam kemasan, ataupun makanan manis lainnya bisa merusak selera makan bayi terhadap makanan yang sehat.

Pola makan yang sehat dan penuh gizi tidak hanya akan mendukung perkembangan optimal bayi, tapi juga membiasakan bayi untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi pula. Kebiasaan ini akan terus terbawa sampai si kecil dewasa, sehingga dia tidak menjadi anak yang pemilih dalam hal makanan.  

Sumber: http://health.howstuffworks.com/pregnancy-and-parenting/pregnancy/postpartum-care/postpartum-nutrition-guidelines-ga3.htm  

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+