Ibu ingin berolahraga selama masa kehamilan? Boleh saja, tapi sebaiknya Ibu terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter kandungan.

Berolahraga di masa kehamilan sangat bermanfaat bagi kesehatan Ibu dan janin. Dengan aktif bergerak dan berolahraga, tubuh Ibu akan semakin prima untuk menerima segala macam perubahan pada diri Ibu, baik fisik maupun mental. Selain itu, rutin berolahraga sejak kehamilan trimester pertama juga bermanfaat untuk mengurangi ketegangan otot Ibu saat proses persalinan tiba.

Selain untuk memudahkan proses kelahiran, olahraga bisa mengurangi risiko pegal-pegal saat kehamilan trimester kedua dan ketiga. Hal itu dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan Katrine Mari Owe dan timnya di Norwegia. Pada hasil studi yang dimuat dalam British Journal of Sports Medicine tersebut, Katrine mengungkapkan bahwa olahraga yang dilakukan sebelum hamil dan dijalani secara berkelanjutan hingga masa awal kehamilan bisa mengurangi risiko Ibu hamil terserang nyeri di bagian panggul.

Walaupun olahraga sangat dianjurkan pada trimester pertama, Ibu harus memperhatikan bahwa tidak semua jenis olahraga boleh untuk dilakukan selama masa kehamilan. Ibu tidak diperbolehkan melakukan olahraga dengan risiko jatuh yang tinggi, seperti bersepeda, berkuda atau ski. Lalu, olahraga apa saja yang sebaiknya dilakukan oleh Ibu saat hamil?

Berenang

Jenis olahraga yang paling disarankan untuk Ibu hamil adalah berenang. Renang merupakan jenis olahraga yang dinilai aman untuk dilakukan semasa hamil karena tidak memberikan beban dan tekanan ekstra pada sendi tubuh Ibu. Berenang juga sangat disarankan untuk dilakukan Ibu hamil trimester pertama karena dapat meningkatkan fungsi kardiovaskular.

Jalan santai

Jalan santai atau jogging juga direkomendasikan untuk dilakukan selama kehamilan trimester pertama. Ibu bisa ajak Ayah untuk rutin jalan santai setiap pagi di sekitar rumah. Jangan lupa untuk melakukan pemanasan terlebih dulu dan mulai dengan perlahan.

Yoga

Gerakan-gerakan pada yoga sangat bermanfaat untuk Ibu hamil karena dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan kelenturan tubuh, dan melatih peregangan juga pernapasan yang berguna pada proses persalinan kelak. Gerakan yoga juga dinilai aman untuk Ibu dan janin, namun Ibu harus menghindari pose yang mengharuskan Ibu duduk atau berbaring telentang dalam waktu yang lama.

 

 

 

Sumber:

  1. The American College of Obstetricians and Gynecologists. 2011. Exercise during Pregnancy. http://www.acog.org/~/media/For Patients/faq119.pdf?dmc=1&ts=20120219T2315308141 (diakses pada 8 Mei 2017)
  2. Katrine Mari Owe, Elisabeth K Bjelland, Britt Stuge, Nicola Orsini, Malin Eberhard-Gran, Siri Vangen. 2015. Exercise Level before Pregnancy and Engaging in High-Impact Sports Reduce The Risk of Pelvic Girdle Pain: A Population-Based Cohort Study of 39.184 Women. British Journal of Sports Medicine. http://bjsm.bmj.com/content/early/2015/09/15/bjsports-2015-094921 (diakses pada 8 Mei 2017).
  3. Baby Center Medical Advisory Board. 2016. The 13 Rules of Safe Pregnancy Exercise. https://www.babycenter.com/0_the-13-rules-of-safe-pregnancy-exercise_622.bc (diakses pada 8 Mei 2017)
Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+