9 bulan adalah waktu yang lama, apalagi bila Ayah hanyalah ‘pihak ketiga’ yang mengawasi kehamilan dari lingkar luar. Sulit untuk benar-benar merasakan apa yang Ibu rasakan dengan semua rasa mual, sakit punggung, dan kelelahan selama 9 bulan itu.

Untuk membantu Ayah mengerti perasaan Ibu selama kehamilan, simak saja langkah-langkah kehamilan dan yang bisa Ayah lakukan untuk membantu Ibu di setiap bulan di bawah ini:

Bulan ke-1 Pada bulan pertama ini, mungkin Ibu belum menyadari bahwa dirinya hamil. Hasil tes kehamilan biasanya baru muncul positif pada akhir bulan pertama. Tapi bersiaplah atas petualangan yang menanti sejak saat ini!

Bulan ke-2 Jantung si kecil akan mulai berdetak pada awal bulan ke-2, tapi detaknya belum bisa terdengar melalui USG. Jari-jari kecilnya sudah mulai terbentuk, tapi masih sulit untuk dihitung karena bentuk dan ukurannya masih terlalu kecil. Pada bulan ini, Ibu akan mulai mengalami beberapa gejala kehamilan seperti mual, muntah, dan kelelahan.

Bulan ke-3 Saat kunjungan rutin ke dokter kandungan di akhir bulan ke-3, Ayah sudah bisa mendengar detak jantung si kecil melalui USG, jadi usahakan agar Ayah bisa menemani Ibu ke dokter kandungan agar tidak kehilangan momen ini. Bila Ayah tidak bisa datang, Ayah bisa minta tolong Ibu atau saudara untuk merekamnya untuk Ayah. Di bulan ini, si kecil sudah berukuran sebesar bola golf. Tulangnya semakin mengeras dan otak, mata, dan telinganya sudah mulai terbentuk.

Bulan ke-4 Si kecil di rahim Ibu bergerak aktif pada bulan ini. Setelah memasuki trimester kedua ini, Ibu merasa jauh lebih baik, terutama karena rasa mual dan muntah kemungkinan besar sudah tidak dia rasakan lagi.

Bulan ke-5 Satu lagi kunjungan rutin ke dokter kandungan yang tidak bisa Ayah lewatkan adalah kunjungan di bulan ini, karena USG yang dilakukan di bulan ke-5 sudah bisa menunjukkan jenis kelamin si kecil. Saat ini, si kecil sudah berukuran sebesar bola softball dan memiliki rambut tipis bernama lanugo. Selain itu, saat ini Ibu mungkin sudah bisa merasakan gerakan si kecil, tapi Ayah mungkin belum bisa ikut menikmatinya. Bila Ibu belum mempersiapkan baju hamil, bersiaplah ‘kehilangan’ beberapa T-Shirt ukuran besar Ayah untuk dipakai Ibu.

Bulan ke-6 Pada bulan ini, zat kekuningan seperti keju bernama Vernix sudah melapisi kulit si kecil. Zat ini membantu melindungi kulit bayi dari air ketuban. Sebagian besar Vernix akan hilang pada saat kelahiran bayi, tergantung pada umur kehamilan berapa dia dilahirkan. Si kecil sudah semakin membesar dengan berat sekitar 1 pon dan panjang sekitar 12 inci. Saat ini, Ibu mungkin sudah akan merasakan Braxton Hicks Contraction alias kontraksi palsu, jadi ada baiknya Ayah mengetahui tanda-tanda kelahiran prematur untuk berjaga-jaga bila Ibu melewatkannya.

Bulan ke-7 Saat ini seharusnya Ayah dan Ibu sudah mulai mengikuti senam hamil atau kelas kelahiran bayi. Bila belum, segeralah memulainya untuk meningkatkan rasa percaya diri dalam memberi Ibu dukungan saat kelahiran si kecil tiba. Ayah sudah bisa merasakan gerakan bayi di perut Ibu, jadi sering-seringlah memegang perut Ibu. Bulan ini, Ibu pasti sudah menggunakan baju hamil. Ingatlah untuk memuji penampilan Ibu sesekali. Kadang dia membutuhkan suntikan semangat, karena mungkin dia merasa tidak yakin dengan semua perubahan pada tubuhnya. Karena si kecil sudah bisa mendengar apa yang terjadi di dunia luar secara samar-samar, coba bacakan dia cerita atau bernyanyi untuknya. Si kecil juga sudah mengembangkan lemak yang cukup untuk menjaga dia tetap hangat setelah kelahiran. Saat ini dia sudah tumbuh sampai seberat 1 kg dengan ukuran sebesar bola sepak.

Bulan ke-8 Di bulan ke-8, si kecil sudah berukuran sebesar bola football. Saat ini Ibu mungkin sudah mulai sibuk mempersiapkan rencana kelahiran dan nama untuk si kecil. Ikutlah berdiskusi untuk mengambil keputusan dalam kesibukan ini.

Bulan ke-9 Tidak terasa masa kehamilan sudah sampai di akhirnya. Bulan ke-9 ini bisa terasa sangat panjang, terutama karena Ibu sudah merasakan tidak nyaman dengan perutnya yang sudah sangat besar. Ibu mungkin akan mengalami susah tidur dan kelelahan. Bantu dia untuk membuat Ibu merasa nyaman. Temani Ibu juga bersiap-siap untuk kelahiran, dan persiapkan diri Ayah dengan keterampilan dasar merawat bayi seperti mengganti popok, memandikan, dll. Untuk ini Ayah bisa belajar dari teman atau saudara yang sudah memiliki anak. Bersiaplah untuk kelahiran sewaktu-waktu, karena bayi tidak memperdulikan due date yang diperkirakan dokter kandungan.

Masa 9 bulan ini bisa berjalan menyenangkan bila Ayah dan Ibu menjalaninya bersama-sama. Jangan sampai Ayah kehilangan momen indah ini ya..

Sumber: http://pregnancy.about.com/od/forfathersonly/ss/dads-guide-to-pregnancy.htm

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+