Saat Papa mengetahui Mama hamil, mungkin yang ada di pikiran Papa hanyalah perut Mama yang akan membesar. Tidak terpikirkan di minggu-minggu berikutnya Mama akan mengalami perubahan mood (mood swings). Perubahan mood dapat terjadi dengan cepat. Terkadang Mama seperti terlihat sangat bahagia dan bisa berubah seketika menjadi sedih atau marah. Papa yang tidak mempersiapkan perubahan psikologis ini bisa ikut terbawa suasana. Melihat Mama sering gelisah atau marah, bisa mengakibatkan Papa stres. Oleh karena itu, Papa perlu atasi perubahan ini dengan persiapan yang baik.

 

Perubahan mood saat Mama hamil sangat wajar terjadi. Hal itu disebabkan oleh perubahan tingkat hormon kehamilan. Lalu apa saja yang perlu Papa lakukan?

 

  1. Bersabar

Mood Swings biasa terjadi pada kehamilan trimester pertama. Papa bisa menulis di agenda, masa-masa terjadinya perubahan psikologis ini antara minggu ke 1 hingga ke 4. Dengan begitu Papa sudah mempersiapkan diri dan percayalah gejala kehamilan ini hanya sebentar. Papa perlu bersabar ketika Mama tiba-tiba tidak ingin mengobrol bersama Papa atau selalu menampakkan muka cemberutnya. Selalu perlihatkan senyum Papa seakan tidak terganggu dengan perubahan mood Mama.

 

  1. Berusaha selalu ada untuk Mama

Ketika perubahan mood sedang terjadi, ada masanya Mama mengucapkan perkataan yang mungkin tidak enak untuk Papa. Pada kondisi ini, Papa perlu memahami bahwa hal tersebut juga pengaruh dari perubahan hormon kehamilan. Tidak mengambil serius perkataan negatif Mama karena dengan cepat mood Mama bisa kembali ceria lagi.

 

  1. Perhatikan perubahaan mood

Sehari – dua hari Mama mengalami mood swings, cobalah perhatikan di saat-saat kapan biasanya Mama berubah menjadi gelisah atau marah dan ketahui penyebabnya. Sebagai ilustrasi, saat sarapan pagi tiba-tiba Mama tidak enak hati karena menu sarapan yang tidak ia suka. Hal itu bisa menjadi acuan untuk Papa supaya mengganti menu sarapan yang Mama suka di hari esoknya. Tanyakan terlebih dahulu pada Mama apa yang Ia inginkan supaya komunikasi tetap berjalan baik dan Mama merasa diperhatikan.

 

Meskipun perubahan mood berdampak pada perilaku atau kebiasaan Mama, mood swings disebabkan oleh perubahan tingkat hormon kehamilan yang ada pada tubuh. Oleh karena itu Mama perlu asupan nutrisi tinggi untuk meminimalisir efek kenaikan hormon kehamilan. Berikan Mama makanan yang mengandung nutrisi tinggi, seperti asam folat, vitamin D, zat besi, kalsium, mineral, omega 3 dan protein. Apabila nafsu makan Mama berkurang karena gejala kehamilan, Papa bisa ganti dengan camilan sehat dan susu. Tetap semangat ya, Papa.

 

Sumber:

Ministry of Health. 2006. Food and Nutrition Guidelines for Healthy Pregnant and Breastfeeding Women: A background paper.

O’Leary, Joann. 2015. Fathers/Partners: Psychological Adjustment During Pregnancy. http://infantcrier.mi-aimh.org/fatherspartners-psychological-adjustment-during-pregnancy. (Diakses pada 17 Oktober 2016)

Heidi. 2016. Surviving Her Mood Swings. http://www.whattoexpect.com/pregnancy/ask-heidi/pregnant-mood-swings.aspx. (Diakses pada 19 Oktober 2016)

 

 

461/12/2016

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+