“Setiap kali hamil, saya selalu jadi pelupa. Saya bahkan sempat lupa mengantar anak pertama saya les renang,” begitu kata Mama Arti. Lain dengan Mama Nasta, “Pada kehamilan kedua, saya lebih sulit menangkap apa yang diinstruksikan atasan saya, saya merasa bodoh sekali.” “Saya juga sulit konsentrasi kerja, akhirnya pekerjaan saya selesai lebih lama dibanding biasanya,” kata Mama Kezia. Apakah kehamilan menurunkan kemampuan berpikir Mama?
 
Ternyata ada banyak Mama yang mengeluhkan penurunan fungsi berpikir selama hamil. Ada yang jadi lebih lambat untuk menangkap apa yang dikatakan orang lain. Ada yang jadi sulit berkonsentrasi, sehingga lambat sekali untuk menuntaskan tugas-tugas. Mama yang lain ada yang jadi mudah bingung dan jadi sulit mengambil keputusan bahkan untuk hal yang sederhana. Contohnya, jadi bingung mau makan apa siang ini. Satu lagi, banyak sekali Mama yang jadi mengeluh mudah lupa, bahkan melupakan hal-hal yang sudah biasa dilakukan.
 
Apakah hamil membuat otak Mama mengecil? Apakah hamil membuat Mama jadi bodoh? Karena banyak yang mengeluhkan masalah-masalah ini, para ahli mencoba meneliti tentang perkembangan otak di saat seorang Mama hamil dan bagaimana fungsinya. Bisa saja kan besarnya otak tidak terpengaruh, kecuali proses berpikirnya menjadi berbeda.
 
Penelitian kemudian menemukan bahwa memang ada sedikit perbedaan pada sebagian jenis daya ingat Mama hamil, tetapi tidak semua jenis daya ingat terpengaruh (Henry & Rendell, 2007; Wilson, dkk., 2011). Salah satu yang terpengaruh, misalnya saat Mama harus mengulangi kalimat-kalimat yang diucapkan orang lain. Sementara yang tak terlalu terpengaruh, misalnya ketika mengerjakan tugas-tugas yang bisa dilihat secara langsung, seperti memasak, Mama masih bisa ingat tahap-tahapnya.
 
Apa yang membuat Mama mudah lupa dan sulit berpikir?
Tidak semua hal disebabkan oleh kehamilan, Ma. Sebetulnya semua orang yang kurang tidur bisa mengalami semua keluhan itu, proses berpikir jadi kurang lancar, sulit konsentrasi dan mudah lupa. Ketika kualitas dan kuantitas tidur Mama berkurang, maka tubuh Mama tak betul-betul fit karena tak semua sel tubuh telah kembali menyegarkan diri. Itulah yang menyebabkan proses berpikir jadi kurang optimal.
 
Mama yang sedang hamil kadang terganggu tidurnya, baik karena sering buang air kecil, ataupun jadi sulit tidur karena cemas dengan kehamilan. Akibatnya, tubuh Mama kurang fit dan mengalami keluhan seputar proses berpikir.
 
Hal lain yang juga membuat Mama mengalami masalah adalah karena prioritas Mama berubah. Contohnya, kalau tadinya Mama lebih memprioritaskan Papa dan urusan rumah, sekarang Mama jadi lebih memprioritaskan kehamilan. Akibatnya, Mama lupa dengan kebutuhan Papa, atau lambat dalam memutuskan untuk urusan rumah.
 
Apa yang bisa dilakukan?

  • Perbanyak tidur berkualitas.
    Jika perlu, Mama bisa mulai tidur lebih awal dibanding biasanya, atau bangun lebih lambat. Sebelum tidur, serahkan segalanya pada Tuhan, sehingga Mama bisa tidur lebih tenang.
  • Makan makanan bergizi.
    Tentu saja ini untuk menambah vitalitas Mama. Tubuh yang fit, kemampuan berpikir juga lebih baik.
  • Catat jadwal di agenda. Agar tak ada yang terlewat, catat semua yang harus Mama lakukan di agenda. Jika malas membawa agenda, gunakan saja aplikasi kalender di HP Mama. Jika perlu, tuliskan waktunya lebih detail, misalnya jam berapa sampai jam berapa melakukan apa, agar lebih mudah mengecek jadwal yang perlu dijalankan.
  • Tulis hal-hal yang perlu diingat di kertas kecil
    Cari kertas warna-warni agar Mama bersemangat. Tempelkan kertas-kertas pengingat itu di tempat yang sering Mama lewati
  • Minta diingatkan
    Sampaikan kepada Papa dan orang-orang lain bahwa Mama mungkin lupa karena sibuk dengan kehamilan. Mohon bantuan mereka untuk mengingatkan jika perlu.

Selamat mencoba, Mama!

 


Sumber:
Henry, J.D. & Rendell, P.G. (2007). A review of the impact of pregnancy on memory function. Journal of Clinical and Experimental Neuropsychology, vol 29 issue 8 p 793-803.
Wilson, D.L., Barnes, M., Ellett, L. Permezel, M., Jackson, M., & Crowe, S.F. (2011). Compromised verbal episodic memory with intact visual and procedural memory during pregnancy. Journal of Clinical and Experimental Neuropsychology, vol 33 issue 6 p 680-691.

 

306/5/2017

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+