Seperti kebanyakan pasangan yang baru menikah, Saya dan suami tidak pernah menunda untuk segera memiliki anak. Setelah 6 bulan yang diisi dengan acara tes kehamilan setiap habis masa subur yang selalu berujung negatif, Saya lantas mulai menemui dokter kandungan. Sayangnya, beberapa dokter kandungan yang saya temui masih menganggap bahwa masa 6 bulan ini termasuk ‘masih baru’, dan saya disuruh kembali menemui dokter yang sama apabila setelah 1 tahun saya belum juga hamil.

Di saat ini, saya juga akhirnya mengetahui bahwa rahim saya termasuk retroverted uterus. Namun dokter meyakinkan bahwa ini bukan faktor utama mengapa Saya tidak langsung mempunyai anak.   Tidak patah semangat, Saya mencoba menemui dokter kandungan lain, yang menawarkan pilihan yaitu dengan serentetan tes kesuburan yang saya dan suami harus jalani. Sayangnya, karena kesibukan kami berdua, pilihan ini kembali terabaikan beberapa lama.  

Tidak terasa 2 tahun sudah kami belum juga punya momongan, Saya kembali menemui dokter kandungan yang kami temui terakhir kali. Namun setelah berbicara panjang lebar, kami merasa kurang cocok dengan pendekatan yang dilakukan dokter kandungan ini. Melalui saran seorang teman, Saya lagi-lagi menemui dokter kandungan lain, yang kemudian setelah pemeriksaan singkat melalui USG transvaginal, beliau memberikan suntikan hormon di lengan serta petuah mengenai waktu yang dianjurkan untuk berhubungan.  

5 bulan kemudian Saya belum juga hamil, Saya mulai merasa pasrah dan lantas bersama suami memutuskan untuk istirahat sementara dari kunjungan-kunjungan rutin ke dokter kandungan yang sungguh menyita waktu, kami mengambil cuti panjang, dan berlibur keluar negeri. Tidak disangka, sepulangnya dari liburan, Saya hamil. Rasanya tentu saja bahagia luar biasa. Lantas kami kemudian meyakini bahwa semua adalah kehendak Tuhan, sekeras apapun kami berusaha, namun Tuhan yang tahu kapan waktu paling tepat untuk kami mendapatkan momongan.  

Dikisahkan oleh Mama Woro Pradono, 31 tahun.

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+