Berpuasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi para muslim dan muslimah, tapi bagaimana dengan Ibu yang sedang hamil dan menyusui? Amankah bagi wanita hamil dan menyusui untuk berpuasa? Simak penjelasan dari ahli Lactamil Ibu Care, dr. Febriansyah Darus Sp.OG dan Nadia Mulya dalam Talkshow Loving Your Pregnancy and Enjoying Breastfeed During Fasting Period, pada 12 Juli 2012 lalu di Hongkong Café, Jakarta.

Puasa sendiri ternyata bermanfaat untuk membantu pembakaran lemak yang tidak dibutuhkan tubuh. Jika Ibu dinyatakan sehat dan tidak terindikasi suatu penyakit, maka tak masalah jika berpuasa.

Pada Ibu hamil yang berpuasa, ternyata janinnya tidak memiliki perbedaan berat badan dan kecerdasan bayi dibanding pada Ibu yang tidak berpuasa.

Memang berpuasa pada kehamilan di bulan pertama dapat mengakibatkan penurunan berat badan bayi pada saat lahir, tapi hanya sekitar 40 gram atau relatif kecil.

Berpuasa Pada Saat Hamil dan Menyusui

Jika dinyatakan oleh dokter bahwa kehamilan Ibu tidak ada masalah dan secara fisik kuat untuk berpuasa, maka tak perlu khawatir. Tubuh kita akan melakukan mekanisme kompensasi, yaitu mengambil zat-zat gizi dari cadangan gizi yang disimpan tubuh, yaitu protein, lemak, energi serta vitamin dan mineral. Oleh karena itu menjaga asupan nutrisi harian sangat penting untuk dilakukan.

Tips Puasa Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

  1. Berpuasa hanyalah menggeser jadwal makan, dengan tidak makan minum saat siang hari, di luar itu, pola makan harus tetap 3x sehari. Sahur, buka puasa, dan makan malam (setelah tarawih).
  2. Saat sahur, makan makanan yang berprotein tinggi dan kaya zat besi (zinc) untuk cadangan nutrisi tubuh. Protein bisa didapat dari daging, ikan, ayam, telur atau kacang-kacangan. Zat besi bisa didapat dari sayuran hijau dan susu.
  3. Konsumsi buah dan sayur untuk asupan serat, vitamin dan mineral, juga untuk memperkuat daya tahan tubuh.
  4. Jangan konsumsi gula berlebih saat sahur, karena tubuh bisa mengalami insulin shock, yaitu badan akan lemas dan lebih cepat lapar.
  5. Perbanyak asupan cairan, minum minimal 2 liter air putih saat sahur dan buka puasa. Tiap minum secangkir teh atau kopi, kompensasikan dengan segelas air putih.
  6. Menyusui dapat membuat lelah dan haus, penting untuk Ibu ASI dalam menyiapkan stok ASI perah, agar Ibu tetap nyaman berpuasa dan si kecil tetap dapat nutrisi dari ASI.
  7. Olah raga ringan 10 menit sebelum berbuka puasa agar tubuh tetap bugar. Jalan santai atau jalan di tempat sambil menggerakkan tangan ke atas bawah bisa jadi pilihan.
  8. Saat berbuka puasa, jangan langsung makan berat (nasi dan lauk pauk), cukup snack, kolak, atau kurma serta minuman hangat. Makan sedikit-sedikit agar pencernaan tidak kaget.
  9. Hindari aktivitas yang melelahkan, perbanyak istirahat agar tubuh tidak bertambah lemas.
  10. Jalani dengan niat dan sadari kemampuan tubuh. Jika tubuh Ibu tidak sanggup, jangan dipaksakan. Kesehatan si kecil harus jadi prioritas.

Ibu Hamil Harus Batalkan Berpuasa Jika…

  1. Mengalami pendarahan
  2. Mengalami kontraksi lebih dari 4x selama lebih dari 1 jam
  3. Terjadi penurunan aktivitas/pergerakan janin
  4. Penglihatan memburam
  5. Lelah dan tegang otot
  6. Lemas berlebihan dan pusing hebat

Ibu Hamil Dilarang Berpuasa Jika…

  1. Menderita Diabetes
  2. Menderita tekanan darah yang abnormal (hipertensi atau hipotensi)
  3. Menderita penyakit ginjal kronis
  4. Mengalami dehidrasi
  5. Ibu hamil mengalami pendarahan dan beresiko melahirkan secara prematur.

 

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+