Tolong, anak saya berusia 3 bulan, dan saat ini sudah ditinggal kerja.  Tapi buah hatiku ini tidak mau menyusu ASI Perah dari botol dot. Sudah coba berbagai macam merk botol dan dot, tapi si kecil tetap saja tidak mau. Bagaimana solusinya?

Pertanyaan tadi sering sekali kami terima. Pemberian ASI memang merupakan dilema yang sering melanda Ibu ASI yang bekerja. Apa pun yang terjadi, pastikan Ibu tetap memberi ASI pada si kecil.

ASI adalah hak asasi si kecil untuk tetap tumbuh sehat, bahkan manfaatnya akan terus terasa hingga si kecil dewasa nanti. Sebenarnya, W.H.O (badan kesehatan dunia) tidak merekomendasikan pemberian ASI melalui botol dot.

Mengapa? Karena dot dapat mengganggu produksi ASI. Menghisap ASI dari botol jauh lebih mudah daripada menghisap dari payudara, akhirnya bayi lebih memilih botol daripada payudara. Padahal isapan pada payudara Ibu sangat penting karena dapat mengirimkan sinyal pada tubuh untuk melancarkan kerja hormon prolaktin dan oksitosin yang berpedan dalam produksi dan pengaliran kerja ASI.

Seperti kita tahu, semakin sering puting payudara Ibu dihisap, semakin lancar produksi ASI. Sebaiknya Ibu belajar dengan konselor laktasi tentang bagaimana cara memberikan ASI dengan melatih sendok plastik, cup kecil atau pipet, ajarkan juga pengasuh atau anggota keluarga tentang teknik tersebut, sehingga mereka dapat memberikan ASI pada si kecil selagi Ibu bekerja.

Memang sedikit merepotkan, tapi ini demi mencegah ASI Ibu berkurang dan resiko ASI berhenti dapat terhindari. Untuk mempelajari teknik ini Ibu harus bersabar, biasanya bayi butuh sekitar 3-4 hari hingga ia bisa meminum ASI lewat sendok atau feeding cup.

Saat Ibu di rumah, pastikan Ibu menyusukan ASI langsung pada si kecil. Jika si kecil tidur, Ibu bisa memompa ASI agar pasokan ASI tetap banyak dan lancar.

Sumber: Q & A, Smart Parents fot Healthy Children, dr. Purnamawati S. Pujiarto, SpAk, MMPed  

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+