Hamil? Setiap perempuan yang sudah menikah pasti menginginkannya. Hamil dan menjadi Mama adalah karunia terbesar dan terindah, yang menyempurnakan dirinya sebagai perempuan. Kehamilan adalah sebuah anugerah, dan tidak semua perempuan diberi kesempatan untuk menikmati anugerah itu.

Kehamilan memang datangnya tak terduga, tiba-tiba saja calon Mama berhenti menstruasi setelah sebulan pernikahannya. Tapi ada juga yang sudah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun ingin hamil, namun belum diberi kesempatan oleh Yang Maha Kuasa. Cepat atau lambat kehamilan itu datang, tak ada salahnya Mama mempersiapkan diri dalam menyambut kehamilan, karena hal itu sangat penting dalam proses kehamilan hingga persalinan nanti.  Apalagi buat yang baru pertama kali hamil atau mengandung anak pertama, pasti ingin melakukan yang terbaik hingga persalinan lancar, Mama dan buah hati sehat, normal dan sempurna.

Apa saja yang diperlukan dalam menyambut kehamilan itu?

Tubuh yang sehat sudah pasti menjadi tempat yang nyaman bagi buah hati Mama saat dalam kandungan, karena itulah calon Mama dari sebelum hamil sudah harus mengkonsumsi makanan yang sehat dengan kandungan vitamin yang lengkap seperti sayur-sayuran, buah, kacang-kacangan dan sebaiknya menghindari makanan yang kadar lemak dan gulanya tinggi. Nutrisi yang lengkap dan asupan vitamin yang cukup untuk Mama dalam menyambut kehamilan.

Selain makanan, Mama juga harus memperhatikan kesiapan fisik. Mama harus giat berolahraga sebelum dan saat hamil. Minimal olahraga seminggu sekali. Olahraga apa yang mengasyikkan sebelum hamil? Mama bisa olahraga jalan kaki, lari atau naik sepeda. Sedangkan saat hamil, berjalan kaki di pagi hari tentu sangat menyenangkan. Mengapa berolahraga? Karena memiliki berat badan yang berlebihan akan menganggu saat kehamilan, seperti misalnya sesak nafas.

Menyambut kehamilan butuh mental yang kuat. Mama akan merasakan perubahan psikologis pada masa kehamilan terutama pada bulan-bulan pertama kehamilan. Mama akan mengalami morning sickness, yang bisa berupa mual dan muntah-muntah yang tentunya membuat perasaan jadi tak menentu.  Mama akan sering buang air kecil, susah buang air besar, mengidam, payudara membesar, suhu tubuh meningkat, kram perut dan bercak merah jambu. Mama juga harus menghindari hal-hal atau pekerjaan yang menyita waktu dan pikiran, karena stress bisa memicu kehamilan yang tidak sehat dan bermasalah.

Supaya kehamilan Mama lebih berkesan, tak ada salahnya lho menambah pengetahuan tentang kehamilan dengan membaca buku-buku kehamilan atau parenting, atau browsing di internet tentang kelahiran bayi, proses melahirkan, pasca melahirkan, perawatan diri setelah melahirkan, tentang ASI, atau tentang perawatan bayi.

Tidak hanya Mama yang bersiap menyambut kehamilan, Papa juga perlu mempersiapkan diri menyambut kehadiran buah hati. Peran Papa bisa dalam bentuk:

  • Bersama Mama menentukan tempat pemeriksaan kehamilan yang cocok dan mengerti keinginan Mama dan Papa.
  • Kalau Papa merokok, sebaiknya berhenti, jangan sampai Mama menjadi perokok pasif karena menghirup asap rokok dari orang sekitarnya. ngalami keguguran.
  • Papa juga sebaiknya mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, juga membuat Mama merasa senang dan nyaman saat makan.
  • Memilihkan makanan bergizi buat Mama, jika perlu sesekali memasakkan makanan kesukaannya.
  • Kenali tanda-tanda kehamilan, gejala-gejala kehamilan, atau masalah yang terjadi selama masa kehamilan. Jika terjadi masalah, bertindak cepat membawa Mama ke bidan atau dokter kandungannya.
  • Calon Papa sebaiknya menjauhkan Mama dari beban pikiran yang bisa membuatnya stress. Papa harus bisa menyenangkan hati Mama.
  • Papa juga harus aktif bertanya kepada bidan atau dokter kandungan tentang kehamilan Mama.
  • Jangan lupa, Papa perlu juga berkomunikasi dengan buah hati sejak masih dalam kandung, sebagai wujud kasih sayang dan perhatian terhadap Mama dan si jabang bayi.

Dengan mempersiapkan penyambutan kehamilan, akan membuat Mama:

  • Memiliki kehamilan yang sehat
  • Menghindari atau meminimalkan komplikasi kehamilan
  • Melahirkan dengan mudah
  • Memiliki bayi yang sehat
  • Pulih lebih cepat setelah melahirkan
  • Meminimalkan post partum depression (depresi pasca melahirkan)
  • Meminimalkan risiko bayi dari masalah kesehatan di masa depan

 

Sumber:

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+