Setiap Mama pasti berharap buah hatinya selalu dekat dengannya, atau Mama dan bayinya mempunyai jalinan kedekatan yang erat. Namun apa yang terjadi jika bayi atau buah hati tak bisa berpisah jauh dari Mamanya? Atau sangat tergantung kepada Mama, sehingga walau ditinggal sebentar saja, bayi akan merasa gusar dan menangis.

Perasaan sulit berpisah, tak ingin ditinggal itu dalam bahasa psikologis disebut juga dengan Separation Anxiety. Penelitian psikologis mengatakan, bahwa perasaan tak ingin ditinggal pada bayi, merupakan hal yang wajar dan perkembangan yang normal. Umumnya, perasaan sulit berpisah dari sang Mama terjadi pada bayi berusia sekitar 7 hingga sepuluh bulan. Meskipun ada juga yang mengalami hal itu pada usia 18 bulan hingga 2 tahun.

Mengapa terjadi Separation Anxiety? Karena orangtua terutama Mama, mungkin, di awal-awal masa pertumbuhan bayi terlalu memanjakan atau tidak membiarkan buah hatinya sendirian.

Seiring dengan pertumbuhan bayi, fase separation anxiety akan hilang dengan sendirinya. Agar fase ini terlewati dengan baik, sebaiknya Mama mengenali waktu yang tepat untuk  memisahkan diri dari ketergantungan sang buah hati.

Misalnya:

  • Bila Mama ingin menitipkan si kecil pada pengasuh di rumah atau di daycare, lakukan saat bayi berusia di bawah 8 bulan atau di atas 12 bulan.
  • Pastikan bayi tidak dalam keadaan lapar atau mengantuk. 
  • Mama harus membiasakan diri berpisah, dan bayi harus terbiasa berada di tempat baru dan berjumpa dengan orang baru.
  • Beri waktu bayi untuk mengenal pengasuhnya atau lakukan beberapa kali kunjungan ke tempat penitipan anak sebelum  Mama meninggalkannya di sana.
  • Saat Mama harus pergi, lakukan ritual perpisahan yang menyenangkan. Mama harus tenang dan percaya diri di depan sang buah hati. Yakinkan si kecil kalau Mama akan kembali setelah urusan selesai.
  • Berikan penjelasan kapan Mama akan kembali.  Batas waktu yang jelas akan membantu si kecil menenangkan dirinya.
  • Berikan perhatian penuh saat melakukan perpisahan.
  • Bersikap konsisten dengan tidak kembali saat si kecil menangis, karena hal ini hanya akan saat perpisahan jadi semakin sulit. Tetaplah tegar dan penuhi janji Mama.

Sumber :

  1. www.babycenter.com
  2. www.kidshealth.org
Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+