Seiring dengan bertambah besarnya ukuran janin, kulit di bagian perut Ibu pun semakin meregang dan menimbulkan guratan/garis halus yang kerap dikenal dengan sebutan stretch mark.

Stretch mark bukanlah kondisi yang berbahaya dan normal terjadi di masa kehamilan, meski tidak semua Ibu mengalaminya. Penyebab stretch mark bergantung pada sejumlah faktor, salah satunya adalah faktor genetik. Jika Ibu sebelumnya memiliki orang tua yang memiliki stretch mark saat hamil, besar kemungkinan Ibu akan memilikinya pula saat hamil si Kecil. Selain genetik, faktor lain pemicu timbulnya stretch mark adalah pertambahan berat badan yang pesat utamanya di bagian perut sehingga menimbulkan peregangan kulit yang cepat.

Ibu tidak perlu terlalu khawatir jika mendapat stretch mark di tubuh karena guratan itu  kemungkinan besar akan hilang dengan sendirinya setelah persalinan terjadi. Jika Ibu sedang hamil dan muncul stretch mark di kulit, Ibu bisa lakukan cara berikut:

Aplikasikan mosturizer di permukaan kulit

Salah satu pemicu munculnya stretch mark adalah kondisi kulit Ibu yang kering. Gunakan lotion mosturizer untuk melembabkan kulit Ibu sehingga tidak terdapat guratan dan mencegah gatal-gatal.

Perbanyak konsumsi vitamin C

Mencegah datangnya stretch mark tidak hanya dilakukan dari luar tubuh tapi juga dari dalam tubuh. Ibu bisa konsumsi banyak buah-buahan yang kaya akan vitamin C sepanjang kehamilan, seperti jeruk, lemon, pisang, mangga, atau stroberi. Konsumsi buah-buahan kaya vitamin C tersebut bisa membantu menjaga kesehatan kulit Ibu dan terutama bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh Ibu dan juga si Kecil di dalam kandungan.

Jaga kenaikan berat badan

Menjaga kenaikan berat badan secara bertahap juga diketahui efektif untuk mencegah datangnya stretch mark. Ibu disarankan untuk menambah berat badan secara perlahan namun stabil. Selain agar kulit Ibu tidak meregang terlalu cepat, menambah berat badan dengan teratur bertujuan agar si Kecil juga memiliki berat badan normal dan tidak berlebihan.

Rutin berolahraga

Olahraga diketahui dapat mencegah munculnya stretch marks saat hamil. Dengan berolahraga, Ibu melakukan banyak gerakan yang membuat kulit lebih elastis sehingga tidak mudah timbul stretch mark.

Minum lebih banyak air putih

Minum sedikitnya dua liter air putih setiap hari bisa jadi cara ampuh untuk mengatasi dan mencegah munculnya stretch mark di tubuh. Minum banyak air putih dapat membantu memperkuat kulit dan memperbarui sel kulit yang mati.

 

Sumber:

  1. Korgavkar and F. Wang. Stretch Marks during Pregnancy: A Review of Topical Prevention. British Journal of Dermatology; University og Michigan; September 2014.

The American College of Obstetricians and Gynecologists. Skin Conditions During Pregnancy. https://www.acog.org/~/media/For Patients/faq169.pdf

American Pregnancy. What Can Be Done to Prevent Stretch Marks? http://americanpregnancy.org/your-pregnancy/prevent-pregnancy-stretchmarks/  

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+