Ibu pasti sudah sering mendengar tentang beragam manfaat yang bisa didapat dari menyusui si Kecil. Memberikan si Kecil ASI eksklusif sejak hari pertama ia lahir hingga enam bulan, lalu dilanjutkan dengan pemberian makanan bernutrisi sebagai pendamping ASI berarti sama dengan membantu mendukung tumbuh kembangnya secara optimal. Selain manfaat tersebut, proses menyusui juga ternyata dapat memberikan dampak positif bagi psikologis Ibu dan si Kecil, lho.

  1. Membuat Ibu merasa bahagia

Bagi Ibu, proses menyusui dapat mempercepat pelepasan hormon oksitoksin atau yang kerap disebut sebagai hormon bahagia. Hormon ini membuat Ibu merasa tenang, nyaman dan relaks setelah menyusui.

  1. Terhindar dari baby blues

Tidak hanya membuat Ibu merasa lebih gembira, proses menyusui juga membuat Ibu terhindar dari rasa cemas berlebih yang dapat memicu baby blues dan depresi pasca-persalinan. Hal ini didukung oleh sebuah riset yang dilakukan The National Institutes of Health. Dari hasil studi, mereka menemukan bahwa Ibu yang tidak menyusui anaknya atau berhenti menyusui si Kecil sejak dini memiliki risiko lebih tinggi terserang depresi pasca-persalinan dibanding Ibu yang terus menyusui anak hingga dua tahun.

  1. Memperkuat ikatan emosi antara Ibu dan si Kecil

Proses menyusui juga memberikan manfaat untuk psikologis si Kecil. Proses menyusui mengharuskan Ibu dan si Kecil bersentuhan kulit dan berdekatan secara fisik. Hal ini akan memperkuat ikatan emosi positif bagi Ibu dan si Kecil dan membuat si Kecil merasa aman, tenang dan nyaman dengan kehadiran Ibu di dekatnya.

 

Sumber:

Baby Center Medical Advisory Board. 2015. How Breastfeeding Benefits You and Your Baby. https://www.babycenter.com/0_how-breastfeeding-benefits-you-and-your-baby_8910.bc?showAll=true

Baby Center Medical Advisory Board. 2017. Bonding with Your Newborn. https://www.babycenter.com/baby-bonding

 

CVM: 679/10/2017

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+