Sakit punggung adalah keluhan umum yang sering dirasakan oleh Ibu selama masa kehamilan. Bertambahnya berat badan dan hormon kehamilan yang melemaskan otot dan ligament tubuh Ibu jadi penyebab sakit punggung Ibu selama kehamilan. Sakit ini berupa sakit menyeluruh di punggung bagian bawah, tepatnya di bagian atas pantat dan menyebar ke dalam. Keluhan ini bisa Ibu atasi, bahkan cegah, dengan beberapa hal berikut ini:

  1. Dengan bertumbuhnya si kecil di perut mama, saat berjalan Ibu jadi cenderung condong ke belakang untuk mencegah tubuh Ibu jatuh ke depan. Akibatnya adalah otot di bagian bawah punggung menjadi tegang dan punggung menjadi sakit. Jadi perbaikilah postur tubuh Ibu selama kehamilan dengan cara:
    - Berdiri tegak
    - Busungkan dada
    - Jaga agar pundak agak ke belakang dan rileks
    - Jangan menekan lutut Ibu
    - Saat Ibu sedang berdiri, posisikan kaki selebar pundak untuk tumpuan yang paling baik. Kalau Ibu harus berdiri dalam waktu yang lama, istirahatkan salah satu kaki di atas bangku pendek secara bergantian. Kalau bisa, jangan berdiri untuk waktu yang terlalu lama.
    - Postur saat duduk juga harus Ibu perhatikan. Gunakan kursi dengan sandaran yang baik, atau letakkan bantal kecil di belakang punggung bagian bawah. Jaga agar punggung bagian atas dan leher Ibu lurus. Bila perlu, letakkan kaki Ibu di atas bangku pendek
     
  2. Gunakanlah pakaian yang nyaman selama kehamilan, seperti sepatu hak rendah dan celana hamil dengan pinggang rendah tapi cukup nyaman untuk dipakai.
     
  3. Saat mengangkat benda dari lantai, angkatlah dari posisi jongkok dan dorong badan Ibu ke atas dengan kaki Ibu. Jangan membungkuk ke bawah atau mengangkat dengan punggung Ibu. Sadari juga kemampuan Ibu dan jangan segan untuk meminta bantuan orang lain.
     
  4. Saat membawa barang yang agak berat, seimbangkan bawaan Ibu tersebut di kedua tangan. Misalnya, bila Ibu membawa barang belanjaan, lebih baik Ibu membagi belanjaan Ibu di dua kantong dan membawanya di tangan kanan dan kiri Ibu daripada membawa 1 kantong belanjaan yang berat dengan 1 tangan saja.
     
  5. Selama kehamilan, Ibu juga perlu berhati-hati saat bangun dari tempat tidur. Tekuk lutut dan pinggang Ibu saat Ibu bergeser ke samping, dan gunakan tangan Ibu untuk mendorong badan Ibu ke atas.
     
  6. Selama kehamilan, tidurlah menghadap ke samping dengan salah satu atau kedua lutut ditekuk. Ibu bisa juga meletakkan bantal di antara lutut Ibu dan satu bantal lagi di bawah perut.
     
  7. Gunakan panas atau dingin untuk merilekskan bagian punggung yang sakit, baik dengan koyo, bantal air panas, atau kompres dingin. Ibu juga bisa meminta bantuan Ayah untuk menggosok pelan punggung Ibu, atau bila perlu datang ke spa langganan yang menyediakan jasa pijat kehamilan.
     
  8. Rutin berolahraga sangat membantu mengurangi rasa pegal dan sakit punggung. Bila kehamilan Ibu tidak bermasalah dan dokter mengijinkan, olahraga ringan seperti berjalan dan berenang sangat dianjurkan. Ibu juga bisa melakukan peregangan punggung bawah Ibu. Bertumpulah pada tangan dan lutut Ibu dengan kepala sejajar dengan punggung Ibu. Lengkungkan punggung Ibu ke atas (seperti posisi peregangan kucing) dan tahan selama beberapa detik. Setelah itu rilekskan kembali punggung Ibu dengan menjaga punggung serata mungkin. Lakukan peregangan ini perlahan-lahan sampai 10 kali pengulangan.
     
  9. Beberapa terapi tambahan bisa juga membantu meredakan sakit punggung Ibu. Ada penelitian yang menyatakan bahwa akupuntur bisa menghilangkan sakit punggung selama kehamilan. Bila Ibu mempertimbangkan terapi kehamilan tambahkan, konsultasikan dulu dengan dokter kandungan Ibu.

Walaupun sakit punggung adalah keluhan umum selama kehamilan, tapi Ibu harus segera berkonsultasi ke dokter kandungan Ibu bila:

  • Rasa sakit terasa sampai telapak kaki, bisa jadi ada resiko cakram tulang belakang yang bergeser.
  • Sakit punggung sangat parah dan/atau disertai pendarahan atau keluarnya cairan dari vagina bisa jadi tanda masalah kehamilan yang perlu segera ditindaklanjuti.
  • Sakit punggung Ibu disertai demam, mual, dan/atau darah di air seni.
  • Sakit punggung Ibu disertai mati rasa di salah satu atau kedua kaki.
  • Sakit punggung Ibu datang dan pergi dengan jarak yang semakin lama semakin dekat. Sakit punggung seperti ini bisa jadi merupakan kontraksi yang menjadi tanda kelahiran prematur.

 

Sumber:

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+